• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Saat Puasa Tubuh Membersihkan Diri dengan Autofagi, Aneka Manfaatnya Selain Terapi Kanker

by Ave Rosa
22 Februari 2026 | 23:07 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 7 mins read
A A
Saat Puasa Tubuh Membersihkan Diri dengan Autofagi, Aneka Manfaatnya Selain Terapi Kanker

Ilustrasi. Gambar: Meta AI. Gambar hanya rekaan kecerdasan buatan sebagai ilustrasi.

Avesiar – Jakarta

Puasa di bulan Ramadhan dapat dikatakan sebagai cara diet, detoks, bahkan waktu di mana tubuh bisa membersihkan diri dengan terjadwal tanpa kita harus ribet mengatur jadwal dibandingkan waktu-waktu lainnya.

Manusia mengalami banyak perubahan pada tubuhnya selama berpuasa. Otot dan hati mengeluarkan cadangan energinya, laju metabolisme melambat, dan sel-sel tubuh pun mengalami proses yang disebut autofagi. Mau tahu sedetail apa yang disebut autofagi dan manfaatnya? Mari kita cek berdasarkan sumber-sumber berikut!

Apa itu autofagi?

Autofagi (autophagy), dilansir laman Hello Sehat, Jum’at (21/2/2025), adalah mekanisme pembersihan diri yang terjadi saat tubuh dilatih untuk berpuasa selama kurun waktu tertentu.

Ada triliunan sel penyusun tubuh manusia. Seiring waktu, molekul-molekul sisa yang terbentuk dari metabolisme sel dapat menumpuk di dalam sel.

Molekul tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sel. Pada akhirnya, sel-sel yang sudah rusak ini pun tidak lagi dibutuhkan dan harus dibuang.

Mekanisme autofagi menjadi cara tubuh untuk membersihkan diri dari sel-sel yang sudah tua dan rusak. Hal ini akan mendorong pembentukan sel-sel baru yang sehat.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Secara harfiah, autophagy terdiri dari kata “auto” yang artinya diri serta “phagy” yang artinya “makan”. Apabila digabung, mekanisme ini dapat berarti memakan diri sendiri.

Sel yang mengalami mekanisme ini memang “memakan” dirinya sendiri. Mungkin terdengar tidak lazim, tetapi proses ini sebetulnya amat bermanfaat.

Selama proses “memakan” diri ini terjadi, sel-sel tubuh akan membuang molekul sampah dan bagian sel yang sudah rusak.

Terkadang, mekanisme ini juga menghancurkan molekul dan bagian-bagian sel tersebut, lalu mendaur ulangnya menjadi sel yang baru.

Autofagi ibarat tombol reset pada tubuh. Proses ini berfungsi meremajakan tubuh dengan cara membersihkan sekaligus mendaur ulang sel-sel tubuh Anda.

Selain itu, mekanisme ini meningkatkan kemampuan sel untuk beradaptasi melawan racun dan pemicu kerusakan lain yang menumpuk di dalam tubuh.

Puasa bisa memicu autofagi

Autophagy adalah mekanisme alamiah dalam tubuh makhluk hidup. Walau demikian, sejumlah faktor diyakini dapat memicu atau mempercepat prosesnya.

Salah satu aktivitas yang dapat memicu autofagi yaitu puasa. Saat berpuasa, tubuh Anda tidak mendapatkan asupan makanan selama belasan jam.

Hal ini terus berlangsung selama berhari-hari sehingga tubuh Anda lambat laun mulai terbiasa dengan berkurangnya asupan kalori dan zat gizi.

Berkurangnya asupan kalori saat puasa membuat sel tubuh mengalami stres. Padahal, sel tubuh memerlukan kalori untuk berfungsi normal.

Sel tubuh pun beradaptasi dengan cara mengurangi kalori yang digunakan untuk menjalankan fungsi tersebut. Pada kondisi minim energi, sel tubuh juga harus bekerja dengan lebih efisien.

Caranya, sel-sel tubuh akan membuang molekul sampah dan bagian sel yang rusak, kemudian mendaur ulang zat-zat tersebut menjadi bagian sel yang berfungsi dengan baik.

Dengan cara ini, sel tubuh mampu bekerja normal walaupun tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.

Para ilmuwan belum sepenuhnya mengerti mengapa sel-sel tubuh bereaksi demikian. Namun yang jelas, proses ini membantu tubuh bertahan hidup.

Dilansir Alodokter, Kamis (7/5/2020), dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa autofagi adalah kemampuan tubuh untuk membuang sel-sel yang tidak berfungsi dengan baik. “Sel-sel yang sudah tua atau rusak ‘dimakan’ oleh tubuh kita sendiri dan didaur ulang kembali,” jelasnya.

Bedanya dengan detoksifikasi? Detoksifikasi merupakan proses pembuangan racun (bukan sel) dalam tubuh, seperti sisa-sisa metabolisme dan radikal bebas.

“Saat berpuasa, sebenarnya tubuh mengalami detoksifikasi dan autofagi. Kita tidak mendapatkan asupan nutrisi selama berjam-jam. Tubuh akan menggunakan lemak-lemak yang ada sebagai sumber tenaga,” jelas dr.Devia.

“Proses penghancuran lemak ini melewati serangkaian metabolisme yang membutuhkan berbagai macam enzim dan sel-sel hingga akhirnya jadi tenaga. Ini membuat tubuh menyaring yang nggak baik, sedangkan yang baik digunakan menjadi tenaga,” papar dr. Devia.

Proses autofagi dapat terjadi ketika kita menjalani puasa. Dapat dikatakan juga, bahwa puasa merupakan cara paling efektif supaya otak memerintahkan tubuh untuk melakukan autofagi.

Puasa dapat dianggap sebagai jalan pintas untuk memicu perubahan metabolisme yang bermanfaat. Dengan tidak membebani tubuh dengan beban eksternal (makanan dan minuman), itu memberi tubuh waktu beristirahat dan fokus pada perbaikannya sendiri.

Autofagi sebagai terapi kanker

Dilansir laman Good Doctor, Rabu (13/1/2021),  ahli diet bernama Scott Keatley, RD, CDN, mengatakan bahwa pada saat kelaparan autofagi akan membuat tubuh tetap bekerja dengan memecah materi seluler.

Sementara di tingkat sel, Petre mengatakan manfaat dari autofagi, meliputi:

• Menghilangkan protein beracun dari sel yang dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer

• Mendaur ulang protein sisa

• Menyediakan energi dan bahan penyusun untuk sel yang masih bisa mendapatkan keuntungan dari perbaikan dalam skala lebih besar

• Mendorong regenerasi dan sel-sel sehat.

Fungsi autofagi ini dapat menurun seiring bertambahnya usia, yakni berarti tidak lagi bekerja atau mungkin membahayakan. Namun, perlu diketahui jika proses autofagi bisa pula mencegah atau mengobati kanker.

Petre mengatakan jika dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak sel kanker yang dapat diangkat melalui autofagi. Tubuh akan mengenali dan menghancurkan sesuatu yang salah dan memicu mekanisme perbaikan di mana berkontribusi untuk menurunkan risiko kanker.

Para peneliti percaya bahwa studi terbaru mengarah pada wawasan yang akan membantu menargetkan autofagi sebagai terapi kanker.

Manfaat autofagi saat puasa

Beberapa penelitian telah membahas manfaat autofagi. Mekanisme ini termasuk proses dalam sel yang sangat rumit sehingga manfaatnya mungkin tidak bisa dirasakan secara langsung.

Meski demikian, di bawah ini sejumlah manfaat yang telah dirangkum dari berbagai penelitian.

1. Mencegah penuaan dini dan membuat panjang umur

Manfaat utama autofagi yakni meremajakan sel tubuh dan membantu mencegah penuaan dini.

Selain itu, sel-sel baru yang terbentuk dari proses autofagi juga melindungi tubuh Anda. Hal ini secara tidak langsung dapat membuat Anda lebih panjang umur.

2. Menjaga fungsi tubuh dalam kondisi minim energi

Mekanisme ini menjaga fungsi tubuh tetap normal sekalipun kekurangan karbohidrat ketika berpuasa.

Kondisi ini memang tidak bisa berlangsung selamanya. Akan tetapi, tubuh Anda setidaknya memiliki waktu lebih lama untuk mendapatkan energi kembali.

3. Mencegah pertumbuhan sel kanker

Pembentukan sel kanker berawal dari adanya sel-sel yang rusak atau bermutasi. Tubuh mengenali sel-sel yang tidak beres ini dan membuangnya melalui proses autofagi.

Bisa jadi tubuh Anda juga membuang sel yang bermutasi dan berisiko membentuk kanker. Itu sebabnya, mekanisme “memakan” sel ini mungkin dapat mengurangi risiko kanker.

4. Menjaga kesehatan hati

Sebuah studi dalam jurnal Food and Chemical Toxicology (2020) menyebutkan bahwa autophagyberpotensi melindungi sel hati dari kerusakan akibat konsumsi obat-obatan dan alkohol.

Tidak hanya dihubungkan dengan kesehatan hati, proses pun diyakini mampu menghambat perkembangan beberapa penyakit hati, antara lain:

• penyakit Wilson,

• gagal hati akut,

• penyakit hati terkait konsumsi alkohol jangka panjang, serta

• perlemakan hati non-alkohol.

5. Bermanfaat bagi sel-sel tubuh

Mekanisme autofagi ketika puasa juga membantu memberi manfaat lainnya untuk sel-sel tubuh.

Beragam manfaat di bawah ini mungkin hanya berpengaruh pada tingkat seluler, bukan tubuh secara keseluruhan. Namun, hal ini tetap tidak boleh dianggap sebelah mata.

•Mendaur ulang protein sisa yang sudah tidak terpakai.

•Membuang zat racun yang meningkatkan risiko penyakit saraf, seperti penyakit Parkinson atau penyakit Alzheimer.

•Menyuplai energi dan sisa zat yang bisa dirombak menjadi sel baru.

•Merangsang regenerasi dan pembaruan sel.

Autofagi merupakan satu dari banyak mekanisme penting yang terjadi ketika Anda berpuasa.

Mekanisme ini berfungsi membuang molekul sisa dan bagian sel yang sudah tidak diperlukan sehingga tubuh Anda mampu berfungsi secara efektif.

Meski bermanfaat, autofagi juga berdampak buruk bagi sel jantung bila berlangsung secara besar-besaran atau dalam jangka waktu lama.

Berpuasalah dengan wajar tanpa mengurangi asupan kalori secara drastis. (put)

Tags: Autofagi Saat PuasaManfaat AutofagiProses AutofagiPuasa dan AutofagiPuasa Terapi KankerTubuh Membersihkan Diri
ShareTweetSendShare
Previous Post

Altamis Basel Abrisam, Uang Saku Rp25 Ribu Seminggu Ditabung Hingga Jutaan Buat Beli Keperluan Pribadi

Next Post

Farrel Omar Kadarsyah, Raih Beasiswa Kuliah Full, Hafal 7 Juz Al Qur’an serta Meraih Beberapa Medali

Mungkin Anda Juga Suka :

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

4 Agustus 2026

...

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

17 Juli 2026

...

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

16 Juni 2026

...

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

...

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

...

Load More
Next Post

Farrel Omar Kadarsyah, Raih Beasiswa Kuliah Full, Hafal 7 Juz Al Qur'an serta Meraih Beberapa Medali

Meksiko Membunuh Kartel Narkoba Terkuat “El Mencho”, Anggota Kartel Membuat Kekacauan Langsung Dibasmi Tentara

Meksiko Membunuh Kartel Narkoba Terkuat “El Mencho”, Anggota Kartel Membuat Kekacauan Langsung Dibasmi Tentara

Discussion about this post

TERKINI

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026

Lebih dari 1000 Kebakaran Hutan Membara di Eropa, Prancis dan Inggris Alami Rekor Suhu Panas Ekstrem

14 Agustus 2026

Puji Kolaborasi Kemandirian Teknologi dan Industri Nasional, Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional

13 Agustus 2026

Gelar Lomba Makan Rendang Terbanyak dan Tercepat di 17 Agustus, Gadang Barubah Kasih Hadiah Rp 1 Juta

13 Agustus 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Ikut Program Magang Nasional 2026, Tersedia 150 Ribu Kursi

13 Agustus 2026

Paket Cobek Lengkap Plus Minum Cuma 45 Ribuan Jadi Cara Tekko Meriahkan HUT RI

13 Agustus 2026

Jangan Meremehkan 5 Dosa yang Berat Pertanggungjawabannya di Dunia dan Akhirat Ini

12 Agustus 2026

Perjalanan “Cinta dan Cita” Tofan Mahdi, Menggapai Kecintaan Jadi Wartawan & Sukses Jadi Humas Sawit

12 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video