Avesiar – Jakarta
Peluncuran Program Beasiswa Santri dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di momentum Muktamar ke-35 NU Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diikuti ratusan peserta dari unsur alumni IPNU, Pesantren, ormas dan penerima beasiswa Baznas.
Pendaftaran Beasiswa Santri 2026 dibuka bagi 2.500 santri berprestasi di seluruh Indonesia. Peresmian program bantuan pendidikan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026), dilansir laman Badan Amil Zakat Nasional.
Beasiswa Santri BAZNAS dirancang untuk mempersiapkan santri kelas 12 MA/sederajat menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Langkah itu sekaligus menjadi ikhtiar strategis BAZNAS dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan SDM dan pendidikan.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, menyebut sejak bergulir dari tahun 2021 hingga 2025, program ini telah memfasilitasi 32.418 santri penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi.
“Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi,” terang Sodik Mudjahid dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 program itu mencatatkan keberhasilan dengan meloloskan lebih dari 7.300 santri ke berbagai PTN, PTKIN, PTS unggulan, dan perguruan tinggi kedinasan. Di mana 4.779 dari 10.000 total penerima manfaat merupakan generasi pertama di keluarga mereka yang berkesempatan mengejar gelar sarjana demi masa depan yang lebih baik.
Menurut Sodik, BAZNAS berkomitmen mendorong transformasi pesantren agar para santri memiliki kesempatan yang sama untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi terbaik tanpa kehilangan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman.
“Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sodik juga berpesan kepada para santri, bahwa selain memperdalam ilmu agama, santri juga harus berani untuk menguasai IPTEK, ekonomi, dan politik yang merupakan tiga pilar perjuangan utama santri.
“Silakan ada yang tafaqquh fiddin sampai profesornya agama, tapi jangan lupa ayat surat apa tadi, Ar-Rahman tadi, la tanfudzuna illa bisulthan, dengan kekuatan. Kekuatan apa? Kekuatan politik, kekuatan ekonomi, dan kekuatan IPTEK, di sanalah menjadi ladang perjuangan para santri,” tuturnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, mengatakan setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan memperoleh bantuan dana Rp4 juta dari dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta pembinaan bagi santri dan peningkatan kapasitas pelaksanaan program bagi pesantren pengelola.
Ia juga menyebut bantuan ini tidak sekadar membuka jalan bagi santri dhuafa berprestasi menuju perguruan tinggi impian, tetapi juga memperkuat peran pesantren dalam mendampingi tumbuh kembang akademik para santrinya.
“Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas. Jadi melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama,” beber Idy. (put)












Discussion about this post