Avesiar – Jakarta
Kecaman keras atas “upaya serangan pesawat nirawak” di dekat kota suci umat Islam, Makkah, di Arab Saudi, ditunjukkan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Rabu menyerukan semua pihak untuk mengedepankan dialog dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
“Saya mengecam sekeras-kerasnya upaya serangan pesawat nirawak yang pengecut dan keji terhadap Kota Suci Makkah Al-Mukarramah,” ujar Sharif dalam sebuah unggahan di platform X, dilansir TRT World, Rabu (16/9/2026).
Menurut koalisi pimpinan Arab Saudi, sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang di dekat Makkah. Kelompok Houthi di Yaman, yang dituduh oleh Arab Saudi sebagai pihak yang meluncurkan pesawat nirawak itu, membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pesawat nirawak tersebut, menurut juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman, Turki al-Malki, dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat pada hari Selasa (15.50 GMT), dan puing-puingnya jatuh di sebelah selatan Mekkah.
Sharif mendesak “semua pihak” untuk menahan diri sepenuhnya dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
“Kawasan kita telah terlalu banyak menderita akibat konflik. Dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan menuju perdamaian,” ujarnya.
Perdana Menteri Pakistan itu juga memuji pasukan Arab Saudi atas apa yang disebutnya sebagai kewaspadaan dan profesionalisme mereka, seraya menegaskan kembali dukungan Islamabad terhadap kedaulatan Arab Saudi serta keamanan situs-situs paling suci umat Islam di Mekkah dan Madinah.
Insiden ini terjadi di tengah upaya Pakistan dan Arab Saudi untuk mempererat kerja sama pertahanan mereka.
Kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan bersama tahun lalu, yang kemudian diikuti oleh pakta pertahanan trilateral yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turki di Mekkah pada bulan Agustus.
Sharif menyatakan bahwa Pakistan berdiri “bahu-membahu” bersama Arab Saudi dalam mempertahankan kedaulatan serta kesucian dua kota suci tersebut. (ard)











Discussion about this post