Avesiar – Jakarta
Perintah untuk menanggapi setiap serangan dari Amerika Serikat atau Israel dengan respons yang segera dan “tanpa batasan geografis”, dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah meningkatnya spekulasi bahwa perang di Timur Tengah dapat kembali berkobar.
Menurut sebuah pernyataan dari kantornya, Khamenei bertemu dengan para pejabat tinggi militer pada hari Sabtu (31/10/2026), dlansir TRT World.
“Setiap tingkat atau jenis ancaman harus dihadapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tanpa batasan geografis,” ujar Khamenei dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan di situs webnya.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa ia mengeluarkan arahan yang “strategis dan penting” selama pertemuan itu, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut. Kantornya menyatakan bahwa perincian mengenai arahan tersebut akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan.
Khamenei, dalam pernyataan terpisah yang diunggah di saluran Telegram-nya, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melancarkan serangan baru.
“Jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran-lah yang akan menentukan waktu serta kondisi untuk mengakhirinya,” demikian bunyi pernyataan yang dikaitkan dengannya.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan ancaman baru yang spesifik. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya spekulasi bahwa permusuhan antara Iran dan pihak-pihak lawannya akan kembali pecah.
Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dilancarkan pada 28 Februari. Iran membalas dengan menyasar posisi-posisi Israel dan AS di kawasan tersebut. Kedua belah pihak kemudian mencapai kesepakatan gencatan senjata pada bulan April, yang menghentikan fase pertama pertempuran. (ard)











Discussion about this post