Avesiar – Jakarta
Iran mengancam akan menyerang kabel internet bawah laut di Selat Hormuz, termasuk aset-aset AS dan sekutunya jika kembali diserang.
Dilansir kantor berita Tasnim, Rabu (21/10/2026), Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga wakil bidang politik untuk komandan tertinggi IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, memperingatkan bahwa serangan apa pun terhadap infrastruktur Iran dapat memicu pembalasan yang menyasar kabel internet bawah laut di Selat Hormuz, serta aset-aset lain yang terkait dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi berbahasa Arab milik Iran, Al-Alam, pada hari Rabu. Yadollah Javani memperingatkan bahwa aset milik AS dan sekutunya dapat menjadi target pembalasan jika terjadi serangan terhadap infrastruktur Iran.
“Amerika Serikat dan sekutunya memiliki investasi yang cukup besar,” ujar Javani, seraya menambahkan bahwa aset-aset tersebut dapat dijadikan sasaran jika mereka merusak infrastruktur Iran.
Kabel serat optik bawah laut membawa sebagian besar lalu lintas data global, menjadikannya tulang punggung krusial bagi komunikasi internasional sekaligus aset strategis bagi negara maupun perusahaan yang sangat bergantung pada konektivitas tanpa gangguan. Kerusakan apa pun pada jaringan ini dapat mengganggu aliran data, melumpuhkan layanan digital, serta menimbulkan kerugian besar bagi dunia usaha dan perekonomian yang mengandalkan jalur vital tersebut.
Selain peringatan itu, Javani menyatakan bahwa Iran telah menunjukkan kinerja yang baik selama “periode pertahanan yang kuat,” sementara Amerika Serikat dan rezim Israel justru mengalami kekalahan yang tidak mereka duga sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa musuh-musuh Iran akan sulit menerima kekalahan mereka, sehingga Teheran perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terukur, yang bisa mencakup langkah-langkah ofensif.
Javani menjelaskan bahwa perubahan strategi ini ditujukan untuk memperkuat daya tangkal Iran serta mencegah Washington mempertimbangkan serangan lebih lanjut.
Yadollah Javani juga menegaskan bahwa kemampuan Iran untuk melancarkan operasi ofensif terhadap Amerika Serikat, negara-negara Eropa, rezim Israel, dan negara-negara pendukung Washington telah terbukti nyata.
Ia juga menyatakan bahwa pangkalan militer AS di kawasan itu telah hancur, seraya memperingatkan bahwa fasilitas-fasilitas yang berada lebih jauh pun bisa menjadi target.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan rezim Israel. Para pejabat Iran berulang kali memperingatkan bahwa agresi baru terhadap Iran atau infrastrukturnya akan membawa konsekuensi bagi kepentingan AS di seluruh kawasan tersebut. (ard)











Discussion about this post