Avesiar – Jakarta
Posisi Iran tidak berubah, seraya menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya dapat dibuka kembali setelah syarat-syarat yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei dipenuhi. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, dilansir Tasnim, Selasa (29/9/2026)
Araqchi, saat berbicara kepada para wartawan di New York, mengatakan bahwa kunjungan intensifnya ke PBB mencakup berbagai pertemuan bilateral dan multilateral dengan pejabat asing, perwakilan PBB, organisasi internasional, media, dan lembaga pemikir (think tank), dengan tujuan menyampaikan posisi Iran serta membela kepentingan rakyat Iran.
Ia mengatakan pertemuan-pertemuan tersebut menunjukkan bahwa, bertolak belakang dengan upaya AS dan rezim Israel untuk menggambarkan Iran sebagai negara yang terisolasi, banyak negara tetap tertarik untuk berdialog dengan Teheran dan menyatakan penghormatan terhadap sikap perlawanan Iran.
Tujuan utama lainnya, lanjut Araqchi, adalah menjelaskan posisi Iran terkait perang, khususnya mengenai Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa “syarat-syarat dari Pemimpin” harus dipenuhi agar selat tersebut dapat dibuka kembali, seraya menambahkan bahwa Iran telah mengajukan proposal tujuh poin kepada AS melalui mediasi Qatar sebagai kemungkinan jalan untuk memenuhi syarat-syarat tersebut.
Ia mencatat bahwa seorang mediator Qatar kembali bertemu dengan pihak Iran pada hari Minggu untuk membahas gagasan-gagasan guna memfasilitasi pelaksanaan proposal tersebut, dan akan menyampaikannya kepada pihak AS sebelum meneruskan tanggapan akhir Washington kepada Teheran.
Ditambahkannya, bahwa komunikasi yang melibatkan mediator Qatar dan Pakistan telah berlangsung, namun menjadi lebih serius setelah adanya proposal dari Iran. Ia secara tegas menepis laporan yang menyebutkan bahwa Iran telah mengubah posisinya, dengan mengatakan, “Sama sekali tidak ada perubahan dalam posisi Iran,” serta menegaskan bahwa saat ini tidak ada pembahasan mengenai fleksibilitas apa pun terkait syarat-syarat yang telah ditetapkan negara tersebut.
Ia menegaskan kembali bahwa “masalah ini sudah jelas” dan isu mendesak yang sedang dibahas adalah Selat Hormuz, yang pembukaan kembalinya bergantung pada syarat-syarat yang telah disampaikan kepada pihak lain.
Araqchi mengimbau media dan masyarakat untuk tidak menghiraukan spekulasi atau upaya sengaja untuk menciptakan suasana tertentu, seraya menekankan bahwa Iran telah secara jelas memaparkan baik syarat-syaratnya maupun usulan jalan menuju penyelesaian. (ard)











Discussion about this post