Avesiar – Jakarta
Perang dengan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu hari Selasa, di mana Partai Demokrat berhasil menguasai Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden AS Donald Trump mengakui dalam sebuah wawancara dengan media AS.
“Iran adalah salah satu faktornya,” ujar Trump kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara telepon pada Selasa malam, dilansir TRT World, Rabu (4/11/2026). Ia menyatakan tidak menyesali keputusannya untuk memulai perang tersebut awal tahun ini.
Trump mengatakan dalam perbincangan dengan Fox News pada hari Rabu, bahwa ia yakin para pemilih mendukung pendekatannya terhadap Iran, namun mereka enggan menanggung beban kenaikan harga bahan bakar.
“Masyarakat setuju dengan langkah saya terkait Iran, tetapi mungkin mereka tidak siap menghadapi konsekuensi jangka pendek, yaitu harus membayar… lebih mahal untuk bensin,” kata Trump yang menyebut kenaikan harga bahan bakar sebagai “masalah jangka pendek, demi keuntungan jangka panjang.”
Ia memperingatkan bahwa pasukan AS dapat “menyelesaikan tugas tersebut” jika Teheran tidak mau bekerja sama, meskipun ia menambahkan bahwa kesepakatan diplomatik masih dimungkinkan jika kesepakatan itu menetapkan batasan yang mengikat terkait senjata nuklir.
Trump juga membela keputusannya untuk memangkas bantuan AS kepada Israel, dengan alasan bahwa negara tersebut telah “menjadi cukup kaya” dan tidak lagi membutuhkan bantuan sebesar $4 miliar per tahun.
Ia juga menyampaikan kepada WSJ bahwa ia tidak berencana melakukan perombakan personel dalam pemerintahannya dan menyatakan dukungannya terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang memimpin upaya perang AS.
Sementara itu, kemenangan Partai Demokrat memberikan partai tersebut jumlah suara yang cukup untuk menghalangi legislasi yang diusulkan Trump di salah satu dari kedua kamar parlemen selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
“Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut. Kami akan bekerja sama dengan Partai Demokrat, dan, Anda tahu, kami menantikan untuk bekerja sama dengan mereka. Kami mungkin akan bisa mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada The New York Times pada Selasa malam saat ia memantau perolehan suara pemilihan umum dari Gedung Putih. (ard)











Discussion about this post