Erdogan Memperingati Kematian Ataturk ke-81

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenang ke-81 tahun kematian pendiri negara mereka Mustafa Kemal Ataturk, Sabtu (09/11).
Avesiar.com -

ANKARA

Presiden Turki, seperti lansir dari Anadolu Agency, mengenang ke-81 tahun kematian pendiri negara mereka Mustafa Kemal Ataturk, Sabtu (09/11).

Dalam pesan yang menandai hari itu, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa mereka sepantasnya memahami pelajaran-pelajaran dari para veteran yang mendapatkan penghargaan dari Negara dan seluruh dunia. Dan agar diceritakan kepada para pemuda dan anak-anak bahwa dia adalah seorang patriot sejati.

“Kita harus membawa lentera menuju ke masa depan untuk persatuan dan solidaritas generasi berikutnya tanpa melupakan pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukannya,” ucap Erdogan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh bagian komunikasi kantor kepresidenan, Ataturk mencapai keberhasilan yang luar biasa pada perang kemerdekaan dalam mengamankan tempat bersejarah dunia itu (Turki, red).

“Negara kita selamanya berjuang untuk melindungi tanah air dan bendera Negara yang dipertahankan dengan darah para pahlawan dan korban sipil. Republik Turki terus tumbuh dengan kekuatan yang dicapai pada masa lalu dan segala upaya untuk menjaganya,” ujar presiden Erdogan.

Dia menambahkan, bahwa sebagaimana mereka melangkah menuju masa depan dengan harapan yang besar dan tekad yang bulat lebih dari sebelumnya, mereka melanjutkan melindungi republik yang disebut oleh Mustafa Kemal Ataturk sebagai “pekerjaan terhebat saya”, dan mereka terus melangkah tanpa lelah agar negara menjadi lebih maju.

Ataturk dilahirkan pada 1881 di kota Yunani Thessaloniki, di mana Kekaisaran Otoman berada. Kemudian dia berjaya di militer pada 1915 ketika memimpin pasukannya memukul mundur invasi sekutu di Canakkale, yang dikenal di barat sebagai Dardanelles.

Seiring jatuhnya kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia 1, Ataturk memimpin perang kemerdekaan Turki yang mengalahkan kekuatan Eropa. Ketika dia menjadi presiden, Ataturk mengubah Turki menjadi negara modern dan sekuler. Dia meninggal dunia di Istanbul pada 10 November 1938, pada usia 57 tahun. (ave/anadolu agency)