• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Wabah Virus Korona Belum Usai, China Terancam Serangan Kawanan Belalang dari Afrika

by Avesiar
25 Februari 2020 | 14:39 WIB
in World
Reading Time: 2 mins read
A A
Wabah Virus Korona Belum Usai, China Terancam Serangan Kawanan Belalang dari Afrika

Ilustrasi serangan belalang. foto : via timlo. net

BEIJING

China terancam serangan kawanan jutaan belalang dari Afrika di tengah wabah virus korona atau Covid-19, yang saat ini merujuk data Komisi Kesehatan China telah menjangkiti 77.150 dan membuat 2.592 orang meninggal.

Invasi belalang membuat jutaan orang Afrika masuk ke dalam krisis pangan dan dapat menimbulkan ancaman bagi wilayah selatan China pada musim panas tahun ini.

Melansir China Daily, Senin (24/2/2020) menurut Zhang Zehua, seorang peneliti dari Institut Perlindungan Tumbuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China, Provinsi Yunnan dan Sichuan, serta daerah otonom Guangxi Zhuang, kemungkinan besar akan terpengaruh wabah belalang gurun.

“Sangat tidak mungkin belalang gurun akan langsung bermigrasi ke daerah pedalaman China, tetapi jika wabah belalang gurun di luar negeri terus berlanjut, kemungkinan belalang memasuki China pada Juni atau Juli akan meningkat tajam,” kata Zhang.

Dia mengatakan daerah perbatasan antara daerah otonomi Tibet dan negara-negara Pakistan, India dan Nepal adalah daerah penyebaran belalang gurun.

Namun, Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dapat berfungsi sebagai perisai terhadap kawanan, sehingga ada sedikit kemungkinan bahwa belalang dapat berbondong-bondong ke daerah pedalaman China, kata Zhang.

Pada bulan Januari, belalang tiba di Djibouti dan Eritrea dan sekarang menyebar ke Tanzania dan Uganda, mengancam ketahanan pangan dan mata pencaharian jutaan orang.

Bacaan Terkait :

Resign Berikutnya, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur Karena Tekanan Politik

Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jatim Soroti Tingginya Perceraian dan Krisis Mental Remaja

Sudah Kembali ke Tanah Air 62 Persen, Sebagian Jemaah Masih Bergerak dari Makkah menuju Madinah

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Israel Mempertaruhkan Kesepakatan Iran – AS dengan Menyerang Lebanon

Kelelahan Akibat Pembatasan Perjalanan untuk Bertanding di Piala Dunia, Iran Akan Sampaikan Aduan ke FIFA  

Biaya Maritim Rencananya Akan Berlaku di Selat Hormuz, Iran Mengklaim Kemenangan Bersejarah Atas AS

Daftar Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Budget yang Terbatas

Load More

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sebelumnya menyatakan bahwa beberapa negara Afrika mengalami salah satu wabah belalang yang paling parah dalam beberapa dekade.

FAO memperingatkan wabah itu akan menyebabkan kerusakan signifikan pada pasokan pangan negara-negara itu, bahkan mengakibatkan kelaparan di wilayah tersebut.

Menurut FAO, belalang hama migrasi paling berbahaya di dunia. Satu belalang dapat menempuh jarak 150 kilometer, dan segerombolan kecil dapat mengonsumsi makanan yang cukup untuk memberi makan 35.000 orang dalam satu hari.

Somalia menjadi negara pertama di Afrika yang mengumumkan keadaan darurat terkait kawanan belalang, karena Ethiopia, Kenya, Sudan Selatan, dan Uganda juga telah mengalami wabah belalang yang parah.

Sebuah laporan menyatakan bahwa jumlah serangga itu dapat tumbuh 500 kali lipat di seluruh Tanduk Afrika pada Juni 2020.

Menurut FAO, jika kenaikan jumlah belalang saat ini tidak dikendalikan, hal itu berpotensi dapat berubah menjadi wabah, menempatkan situasi ketahanan pangan yang rapuh di wilayah itu pada risiko yang lebih besar.

Zhang memperingatkan bahwa belalang padang pasir dapat menjadi ancaman bagi ketahanan pangan China jika spesies itu tidak dikontrol dengan baik dan tinggal di pedalaman China untuk berkembang biak.

“Sistem pencegahan dan perawatan belalang kami saat ini mampu mengendalikan kemungkinan invasi ke China. Tetapi pemantauan waktu nyata, obat-obatan yang memadai dan peralatan aplikasi pestisida serta staf terlatih dan koordinasi lintas wilayah oleh pemerintah pusat harus ditempatkan terlebih dahulu,” lanjutnya.

Dia juga menyerukan kerja sama antara China Pakistan, India dan Nepal untuk membantu mencegah bencana belalang serta berbagi informasi terbaru tentang migrasi kawanan belalang.

Ada lebih dari 1.000 jenis belalang di China, termasuk lebih dari 50 jenis belalang yang dapat menyebabkan bencana dan telah menjadi ancaman serius bagi produksi biji-bijian dan padang rumput, menurut Zhang.

China telah membentuk mekanisme pencegahan dan pengendalian respons belalang yang matang dan telah membentuk sistem pemantauan dan peringatan dini belalang empat tingkat nasional.

Berdasarkan pengalaman China, Zhang menyarankan bahwa kontrol belalang di negara-negara Afrika harus dirancang dengan hati-hati dan mengadopsi lebih banyak teknologi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dia menyarankan agar daerah yang diserbu belalang diperlakukan secara ilmiah dengan metode berbeda berdasarkan kondisinya.

“Belalang gurun biasanya merusak padang rumput, ekosistem yang lebih rapuh seperti hutan atau gunung. Setiap anggota dalam rantai ekologi padang rumput sangat penting,” kata Zhang.

Dia mengatakan pestisida kimia harus menjadi pilihan terakhir karena akan menyebabkan kerusakan permanen pada ekosistem padang rumput secara keseluruhan. (ave/okezone.com)

ShareTweetSendShare
Previous Post

BREAKING-Korban Tewas Virus Corona Capai 2.619 Orang

Next Post

Iwan, Pemuda Tanpa Kewarganegaraan Bertemu Ibunya Setelah 15 Tahun Berpisah

Mungkin Anda Juga Suka :

Resign Berikutnya, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur Karena Tekanan Politik

Resign Berikutnya, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur Karena Tekanan Politik

22 Juni 2026

...

Sudah Kembali ke Tanah Air 62 Persen, Sebagian Jemaah Masih Bergerak dari Makkah menuju Madinah

Sudah Kembali ke Tanah Air 62 Persen, Sebagian Jemaah Masih Bergerak dari Makkah menuju Madinah

20 Juni 2026

...

Biaya Maritim Rencananya Akan Berlaku di Selat Hormuz, Iran Mengklaim Kemenangan Bersejarah Atas AS

Biaya Maritim Rencananya Akan Berlaku di Selat Hormuz, Iran Mengklaim Kemenangan Bersejarah Atas AS

18 Juni 2026

...

Iran Tetap Tekankan Jaminan Keamanan dan Kemerdekaan Teritorial Lebanon Atas Kesepakatan Iran – AS

Iran Tetap Tekankan Jaminan Keamanan dan Kemerdekaan Teritorial Lebanon Atas Kesepakatan Iran – AS

15 Juni 2026

...

Lagi, Lewat Sosmednya Trump Sebut Serangan ke Iran Dibatalkan dan Mengklaim Kesepakatan Telah Disetujui

Lagi, Lewat Sosmednya Trump Sebut Serangan ke Iran Dibatalkan dan Mengklaim Kesepakatan Telah Disetujui

11 Juni 2026

...

Load More
Next Post
Iwan, Pemuda Tanpa Kewarganegaraan Bertemu Ibunya Setelah 15 Tahun Berpisah

Iwan, Pemuda Tanpa Kewarganegaraan Bertemu Ibunya Setelah 15 Tahun Berpisah

Tidak Ada Calon Lain, Gerindra Ingin Prabowo Jabat Ketua Umum Lagi

Tidak Ada Calon Lain, Gerindra Ingin Prabowo Jabat Ketua Umum Lagi

Discussion about this post

TERKINI

Resign Berikutnya, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur Karena Tekanan Politik

22 Juni 2026

Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jatim Soroti Tingginya Perceraian dan Krisis Mental Remaja

21 Juni 2026

Sudah Kembali ke Tanah Air 62 Persen, Sebagian Jemaah Masih Bergerak dari Makkah menuju Madinah

20 Juni 2026

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Israel Mempertaruhkan Kesepakatan Iran – AS dengan Menyerang Lebanon

20 Juni 2026

Kelelahan Akibat Pembatasan Perjalanan untuk Bertanding di Piala Dunia, Iran Akan Sampaikan Aduan ke FIFA  

19 Juni 2026

Biaya Maritim Rencananya Akan Berlaku di Selat Hormuz, Iran Mengklaim Kemenangan Bersejarah Atas AS

18 Juni 2026

Daftar Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Budget yang Terbatas

17 Juni 2026

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

16 Juni 2026

Wawasan Tentang Bulan Muharram, Peristiwa-peristiwa Penting, dan Puasa Penebus Dosa

15 Juni 2026

Iran Tetap Tekankan Jaminan Keamanan dan Kemerdekaan Teritorial Lebanon Atas Kesepakatan Iran – AS

15 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video