• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Ada Apa dengan China? WHO Minta Investigasi Covid-19 Beijing

by Avesiar
16 Juni 2020 | 21:07 WIB
in World
Reading Time: 2 mins read
A A
Ada Apa dengan China? WHO Minta Investigasi Covid-19 Beijing

Foto: Pasar grosir Xinfadi, Beijing (AP/Andy Wong) via CNBCIndonesia.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta para ilmuwan untuk menyelidiki dan menganalisis penyebab melonjaknya penyebaran virus corona (COVID-19) di China. Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 China kembali melonjak dengan Beijing sebagai hotspot penyebaran.

Menurut WHO, ini penting untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi. Sehingga berdampak pada saran-saran yang akan diberikan ilmu kesehatan ke depan.

“Jawabannya terletak pada penyelidikan yang cermat, sistematis, dan menyeluruh dari kluster penyakit itu, untuk benar-benar melihat apa yang terjadi dalam situasi ini. Dan, apa yang menyebabkan pengembangan penyakit,” kata Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Mike Ryan, saat konferensi pada Senin (16/6/2020), dikutip dari CNBC Internasional.

Menurut Ryan, jika sudah mendapatkan hasil penyelidikan dunia akan membangun gambaran yang jauh lebih baik tentang penanganan Covid-19. Seperti perilaku apa yang harus dihindari, tempat apa yang harus dihindari, dan keadaan apa yang harus dihindari.

Selain itu, menurut Ryan, penting juga untuk mencari faktor risiko tertentu, termasuk situasi dan perilaku. Serta konteks yang dihasilkan oleh sebuah kluster untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali.

Di sisi lain, Kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa kluster yang muncul di negara manapun adalah “kondisi khusus”. Sebab pejabat kesehatan perlu memahami dari mana asal kluster dan langkah untuk mengendalikannya.

Dengan banyaknya negara di dunia yang bergulat dengan gelombang kedua kasus COVID-19, Van Kerkhove mendesak para pejabat kesehatan untuk waspada. Bahkan ia berujar semua negara harus tetap waspada.

“Semua negara harus tetap siap. Penting bahwa negara memiliki sistem untuk cepat mengidentifikasi dan menguji kasus-kasus yang dicurigai, serta mengikuti pola peristiwa yang sama. Pastikan untuk menguji, isolasi, lacak kontak dan kontak karantina, sehingga setiap kemunculan kasus dapat diambil dengan cepat dan dihilangkan,” katanya.

Bacaan Terkait :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

Load More

“Semua negara harus siap, untuk mencegah kemungkinan menjadi tempat berikutnya dimana kasus dapat muncul kembali,” tambahnya.

Kini para pejabat WHO sedang melacak dan memonitor asal usul kluster baru China itu. Kantor WHO di Beijing bekerja dengan ahli epidemiologi dan ahli kesehatan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Pada pernyataan hari Sabtu (13/6/2020), WHO mengatakan semua kasus yang dikonfirmasi saat ini sudah diisolasi dan dalam perawatan medis. Pelacakan kontak dan sekuensing genetik sampel juga sedang dilakukan guna memahami asal-usul cluster dan hubungan antar kasus.

China melaporkan ada total 79 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi sejak 11 Juni. Sebagian besar terkait kluster baru yakni sebuah pasar makanan grosir terbesar di Asia, yang terletak di Beijing, pasar Xinfadi.

Pasar Xinfadi adalah kompleks gudang dan lokasi berdagang dengan luas hampir 160 lapangan sepak bola. Pasar ini juga 20 kali lebih besar dari pasar makanan laut di Wuhan, lokasi pertama wabah diidentifikasi.

Kini China menduduki posisi ke-19 dengan kasus terjangkit terbanyak secara global, yakni 83.221 kasus. Sedangkan angka kematian 4.634 kasus dan 78.377 pasien berhasil sembuh sejauh ini, menurut data Worldometers.

Sebelumnya China melakukan tes massal pada 76 ribu orang terkait kluster Xinfadi. Pemerintah juga memperketat gerak warga di 11 area yang dekat dengan kluster, dengan melakukan penguncian wilayah (lockwond), melarang orang keluar rumah dan sekolah.

Semua pihak menakutkan China bisa diserang gelombang kedua, virus yang pertama merebak dari Wuhan ini. Selain China, Korea Selatan juga menjadi negara yang berkutat dengan ancaman yang sama.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Covid-19 di Beijing, Gelombang Kedua Corona di China Atau…

Next Post

China Perang Lagi Lawan Corona, 11 Area di Beijing Lockdown

Mungkin Anda Juga Suka :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

...

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

...

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

...

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

...

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

...

Load More
Next Post
China Perang Lagi Lawan Corona, 11 Area di Beijing Lockdown

China Perang Lagi Lawan Corona, 11 Area di Beijing Lockdown

Pakai Masker Efektif Kurangi Penularan Corona, Nih Buktinya!

Pakai Masker Efektif Kurangi Penularan Corona, Nih Buktinya!

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video