• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Covid-19 di Beijing, Gelombang Kedua Corona di China Atau…

by Avesiar
16 Juni 2020 | 21:00 WIB
in World
Reading Time: 2 mins read
A A
Covid-19 di Beijing, Gelombang Kedua Corona di China Atau…

Foto: Petugas mengenakan pakaian pelindung saat mereka menunggu warga yang tinggal di sekitar pasar grosir Xinfadi untuk mendapatkan tes asam nukleat di sebuah stadion di Beijing, Minggu (14/6/2020). (AP Photo/Andy Wong) via CNBCIndonesia.com

Otoritas Beijing telah memberlakukan penguncian (lockdown) pada sebagian wilayah di ibu kota China tersebut setelah kasus infeksi virus corona (COVID-19) kembali ditemukan pada Jumat lalu (12/6/2020).

Kasus infeksi baru COVID-19 yang terkait pasar makanan Xinfadi itu merupakan kasus pertama yang kembali ditemukan setelah hampir dua bulan terakhir Beijing tidak melaporkan kasus baru sama sekali.

Menurut The Guardian, akibat kemunculan kasus-kasus itu, pihak berwenang di Beijing telah mengunci 21 kompleks perumahan, yang ditinggali sekitar 90.000 orang. Perumahan-perumahan itu merupakan area yang terletak di dekat pasar Xinfadi.

Pada Selasa, pihak berwenang mengumumkan 49 kasus baru COVID-19. Di mana 36 di antaranya terkait dengan kasus pasar Xinfadi yang ada di distrik Fengtai selatan Beijing. Pasar grosir itu telah ditutup pada Sabtu untuk diidentifikasi.

Dikutip dari South China Morning Post, dari awal kluster diketahui Kamis pekan kemarin, sudah ada 106 kasus terdeteksi hingga hari ini. Kasus pertama COVID-19 di pasar Xinfadi sendiri ditemukan pada seorang pria berusia 52 tahun bermarga Tang. Hingga kini belum diketahui dari mana Tang terinfeksi wabah tersebut.

Melihat cepatnya penyebaran kasus baru, para pejabat kesehatan telah mengkhawatirkan akan lahirnya gelombang kedua corona di China. Apalagi kasus-kasus baru terkait pasar Xinfadi telah ditemukan di luar Beijing, yaitu dua kasus di provinsi Liaoning dan tiga kasus di provinsi Hebei

“Risiko penyebaran epidemi sangat tinggi, jadi kita harus mengambil langkah tegas dan ketat,” kata Xu Hejian, juru bicara pemerintah kota Beijing, pada jumpa pers Senin. Sebelumnya pada Minggu dia mengatakan bahwa Beijing telah memasuki “periode yang luar biasa”.

Namun demikian, kemunculan kembali kasus corona setelah pemerintah China menyatakan berhasil membendung penyebaran wabah pada awal April, bukan yang pertama kali terjadi.

Bacaan Terkait :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

Load More

Setelah pemerintah China mengumumkan mengangkat pembatasan di berbagai wilayah, termasuk di Wuhan pada April lalu, kebangkitan gelombang baru corona juga pernah terjadi di Kota Shulan di Provinsi Jilin. Wuhan merupakan kota di Provinsi Hubei tempat wabah corona pertama kali ditemukan pada Desember 2019.

Bahkan, akibat pertumbuhan kasus yang cepat dan penemuan beberapa kluster penyebaran, kota Shulan sampai dikunci pemerintah pada 10 Mei lalu.

Selama lockdown diberlakukan, semua warga diwajibkan tinggal di rumah, sekolah-sekolah dipindahkan online, dan fasilitas umum seperti bioskop dan perpustakaan ditutup sementara. Sarana transportasi umum seperti bus dan taksi dibatasi pada saat itu. Sementara layanan kereta api, dalam maupun luar kota, disetop.

Kebangkitan kasus corona di Shulan pertama kali ditemukan pada seorang wanita 45 tahun pada 7 Mei. Itu merupakan kali pertama wilayah itu kembali melaporkan kasus sejak 9 April, dilansir South China Morning Post.

Wanita itu diketahui bekerja pada sebuah binatu. Bagaimana ia terinfeksi masih belum jelas. Sebab, sejak 23 April ia tak meninggalkan provinsi itu dan tidak bertemu dengan siapapun dari luar negeri.

China sendiri hingga kini telah melaporkan 83.221 kasus COVID-19 secara nasional, dengan 4.634 kematian dan 78.377 sembuh, menurut Worldometers. (ave/dikutip dari cnbcindonesia.com)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisah Nabi Daud dan Seekor Ulat yang Berdzikir

Next Post

Ada Apa dengan China? WHO Minta Investigasi Covid-19 Beijing

Mungkin Anda Juga Suka :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

...

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

...

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

...

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

...

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Ada Apa dengan China? WHO Minta Investigasi Covid-19 Beijing

Ada Apa dengan China? WHO Minta Investigasi Covid-19 Beijing

China Perang Lagi Lawan Corona, 11 Area di Beijing Lockdown

China Perang Lagi Lawan Corona, 11 Area di Beijing Lockdown

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video