• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Ali bin Abi Thalib, Anak Pertama yang Masuk Islam

by Avesiar
14 Juli 2020 | 21:58 WIB
in True Story
Reading Time: 2 mins read
A A
Ali bin Abi Thalib, Anak Pertama yang Masuk Islam

Ali bin Abi Thalib, Anak Pertama yang Masuk Islam. Kuil Imam Ali di Najaf, Irak menjadi tempat pemakaman Ali bin Abi Thalib. Foto: Daily Sabah via republika.co.id

Ali bin Abi Thalib sekitar 10 tahun usianya ketika ia memutuskan memeluk Islam. Kendati masih belia, keputusan besar itu diambil bukan karena kedekatannya dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, melainkan lewat proses pencarian penuh pertanyaan.

Ali diketahui sangat dekat dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Ia kerap mengikuti ke manapun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pergi dan meniru kata-kata serta tindakannya.

Namun, ketika Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ditunjuk sebagai utusan Allah, Ali tidak segera memeluk Islam hanya karena kedekatannya ataupun kebiasaannya meniru sang sepupu. Ia memilih memahami agama Islam itu terlebih dahulu.

Ali lahir di Makkah sekitar tahun 600 M. Ia adalah putra Abu Thalib, paman sekaligus pendukung setia Nabi Muhammad. Ketika kelaparan melanda Makkah, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam membantu keluarga pamannya itu dengan membawa dan merawat Ali.

Oleh karena itu, Ali dibesarkan oleh Rasululla Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan Khadijah seolah-olah ia adalah anak mereka sendiri. Ali berada di tengah-tengah keluarga itu ketika Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menerima wahyu pertama.

Diyakini ia menyaksikan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan Khadijah bersujud dalam doa dan bertanya tentang apa yang telah dilihatnya. Meskipun baru berusia 10 tahun, Ali sudah berpikir keras dan mengajukan banyak pertanyaan sebelum menerima Islam.

Melansir laman About Islam, Ahad (12/7), disebutkan Ali juga khawatir dengan reaksi keluarganya, terutama sang Ayah. Ketika seseorang hendak memeluk Islam, rasa khawatir semacam itu memang sering menghantui. Apakah ia akan kehilangan cinta dari keluarganya atau keluarganya bisa menerima.

Hal semacam itulah yang dirasakan Ali. Sebagaimana diketahui, Abu Thalib adalah pribadi yang menolak memeluk Islam. Beruntung, ia bisa menerima ketika Ali berkata bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam akan menuntunnya pada jalan kebenaran. Abu Thalib bahkan menasihati agar Ali tetap dekat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ali pun semakin gencar bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia selalu berdiskusi ketika menemui suatu hal yang belum dipahami tentang agama baru tersebut.

Tak lama berselang, Ali akhirnya membaca dua kalimat syahadat. Walhasil, Ali menjadi anak pertama yang masuk Islam.

Suatu ketika, keberanian Ali dan kecintaannya pada Allah tampak langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Saat itu, Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan pesan kepada kerabatnya.

Setelah mengundang mereka untuk makan malam, Nabi bertanya siapa yang akan bergabung dengannya di jalan Allah. Tak satu pun yang bersuara.

Adalah Ali, meski masih anak-anak, yang memecahkan keheningan dan menawarkan membantu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan cara apa pun yang dia bisa. Semua orang di ruangan makan malam itu tertawa mendengarnya.

Ali pun mengulangi tawarannya, berdiri tegak di hadapan tawa dan cemoohan. Di masa depan ia terus berdiri tegap berulang kali menunjukkan keberanian dan cintanya kepada Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Salah satu keberaniannya yang paling dikenang adalah ketika kaum kafir hendak membunuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam . Ali yang ketika itu berusia 22 tahun berani mempertaruhkan nyawanya.

Ia pura-pura menjadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tidur di kasurnya agar Rasulullah bisa berhijrah ke Madinah. Ketika para pembunuh memasuki rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan pedang, mereka terkejut dan kecewa hanya menemukan Ali. Ia pun tak disakiti.

Begitulah keberanian Ali dalam melindungi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia tak hanya sepupu, anak angkat, dan teman dekat nabi, tapi juga kelak menjadi menantu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ali diketahui menikahi Fatimah, putri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Meski demikian, Ali sebenarnya lebih dikenal atas kerendahan hatinya, kesalehan, dan pengetahuannya yang mendalam tentang Al Qur’an. Dia adalah seorang sarjana besar Islam dan sastra Arab, dan mempelopori bidang tata bahasa Arab. (ave/dikutip dari republika.co.id edisi Senin, 13 Juli 2020)

Bacaan Terkait :

Muktamar ke-35 NU Resmi Ditutup Presiden, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketumnya KH Abdul Hakim Mahfudz

Permohonan Uji Ketentuan Pengupahan Dosen Diputus Mahkamah Konstitusi

Untuk 2.500 Santri, Program Beasiswa Santri Baznas RI 2026 Resmi Diluncurkan

Hal Unik ke Mana Perginya Lemak Ketika Anda Menurunkan Berat Badan

Banyak Aduan WhatsApp yang Dinonaktifkan, Kemkomdigi Minta Penjelasan Meta yang Mengakui Kesalahan Sistem Global

Hadiri Muktamar ke-35 NU, Warga Jombang Sambut Hangat Presiden Prabowo di Sepanjang Jalan

Menyelenggarakan dan Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Keutamaannya Berdasarkan Penjelasan Ulama

Load More

Ali bin Abi Thalib sekitar 10 tahun usianya ketika ia memutuskan memeluk Islam. Kendati masih belia, keputusan besar itu diambil bukan karena kedekatannya dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, melainkan lewat proses pencarian penuh pertanyaan.

Ali diketahui sangat dekat dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Ia kerap mengikuti ke manapun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pergi dan meniru kata-kata serta tindakannya.

Namun, ketika Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ditunjuk sebagai utusan Allah, Ali tidak segera memeluk Islam hanya karena kedekatannya ataupun kebiasaannya meniru sang sepupu. Ia memilih memahami agama Islam itu terlebih dahulu.

Ali lahir di Makkah sekitar tahun 600 M. Ia adalah putra Abu Thalib, paman sekaligus pendukung setia Nabi Muhammad. Ketika kelaparan melanda Makkah, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam membantu keluarga pamannya itu dengan membawa dan merawat Ali.

Oleh karena itu, Ali dibesarkan oleh Rasululla Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan Khadijah seolah-olah ia adalah anak mereka sendiri. Ali berada di tengah-tengah keluarga itu ketika Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menerima wahyu pertama.

Diyakini ia menyaksikan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan Khadijah bersujud dalam doa dan bertanya tentang apa yang telah dilihatnya. Meskipun baru berusia 10 tahun, Ali sudah berpikir keras dan mengajukan banyak pertanyaan sebelum menerima Islam.

Melansir laman About Islam, Ahad (12/7), disebutkan Ali juga khawatir dengan reaksi keluarganya, terutama sang Ayah. Ketika seseorang hendak memeluk Islam, rasa khawatir semacam itu memang sering menghantui. Apakah ia akan kehilangan cinta dari keluarganya atau keluarganya bisa menerima.

Hal semacam itulah yang dirasakan Ali. Sebagaimana diketahui, Abu Thalib adalah pribadi yang menolak memeluk Islam. Beruntung, ia bisa menerima ketika Ali berkata bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam akan menuntunnya pada jalan kebenaran. Abu Thalib bahkan menasihati agar Ali tetap dekat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ali pun semakin gencar bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia selalu berdiskusi ketika menemui suatu hal yang belum dipahami tentang agama baru tersebut.

Tak lama berselang, Ali akhirnya membaca dua kalimat syahadat. Walhasil, Ali menjadi anak pertama yang masuk Islam.

Suatu ketika, keberanian Ali dan kecintaannya pada Allah tampak langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Saat itu, Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan pesan kepada kerabatnya.

Setelah mengundang mereka untuk makan malam, Nabi bertanya siapa yang akan bergabung dengannya di jalan Allah. Tak satu pun yang bersuara.

Adalah Ali, meski masih anak-anak, yang memecahkan keheningan dan menawarkan membantu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan cara apa pun yang dia bisa. Semua orang di ruangan makan malam itu tertawa mendengarnya.

Ali pun mengulangi tawarannya, berdiri tegak di hadapan tawa dan cemoohan. Di masa depan ia terus berdiri tegap berulang kali menunjukkan keberanian dan cintanya kepada Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Salah satu keberaniannya yang paling dikenang adalah ketika kaum kafir hendak membunuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam . Ali yang ketika itu berusia 22 tahun berani mempertaruhkan nyawanya.

Ia pura-pura menjadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tidur di kasurnya agar Rasulullah bisa berhijrah ke Madinah. Ketika para pembunuh memasuki rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan pedang, mereka terkejut dan kecewa hanya menemukan Ali. Ia pun tak disakiti.

Begitulah keberanian Ali dalam melindungi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia tak hanya sepupu, anak angkat, dan teman dekat nabi, tapi juga kelak menjadi menantu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ali diketahui menikahi Fatimah, putri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Meski demikian, Ali sebenarnya lebih dikenal atas kerendahan hatinya, kesalehan, dan pengetahuannya yang mendalam tentang Al Qur’an. Dia adalah seorang sarjana besar Islam dan sastra Arab, dan mempelopori bidang tata bahasa Arab. (ave/dikutip dari republika.co.id edisi Senin, 13 Juli 2020)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jabar Terbitkan Protokol Kesehatan Idul Adha

Next Post

Sadis, 12 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Mungkin Anda Juga Suka :

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

6 Agustus 2026

...

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

1 Agustus 2026

...

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

...

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

13 Juni 2026

...

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Load More
Next Post
Sadis, 12 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Sadis, 12 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

BNI Syariah Raih Penghargaan 20 Pilar Finansial Indonesia

BNI Syariah Raih Penghargaan 20 Pilar Finansial Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

Muktamar ke-35 NU Resmi Ditutup Presiden, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketumnya KH Abdul Hakim Mahfudz

30 Agustus 2026

Permohonan Uji Ketentuan Pengupahan Dosen Diputus Mahkamah Konstitusi

30 Agustus 2026

Untuk 2.500 Santri, Program Beasiswa Santri Baznas RI 2026 Resmi Diluncurkan

30 Agustus 2026

Hal Unik ke Mana Perginya Lemak Ketika Anda Menurunkan Berat Badan

29 Agustus 2026

Banyak Aduan WhatsApp yang Dinonaktifkan, Kemkomdigi Minta Penjelasan Meta yang Mengakui Kesalahan Sistem Global

28 Agustus 2026

Hadiri Muktamar ke-35 NU, Warga Jombang Sambut Hangat Presiden Prabowo di Sepanjang Jalan

27 Agustus 2026

Menyelenggarakan dan Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Keutamaannya Berdasarkan Penjelasan Ulama

27 Agustus 2026

Kisah “Master HRD Indonesia” Priyantono Rudito, Bos HRD Telkom Indonesia & 100 HRD Berpengaruh Dunia

27 Agustus 2026

Ridzki Kramadibrata “Leader with Openess”, Sukses Pimpin Air Asia, President Grab & Planet Carbon

26 Agustus 2026

Teheran Akan Balas Negara yang Ikut Sanksi AS, Ancam Tidak Ada Setetes Minyak yang Keluar dari Teluk Persia dan Hormuz

25 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video