• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini

KPAI Beri 14 Rekomendasi Soal PTM di Sekolah Juli Nanti

by Ave Rosa
6 Juni 2021 | 21:43 WIB
in Nasional & Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
KPAI Beri 14 Rekomendasi Soal PTM di Sekolah Juli Nanti

Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi. via Tempo.co

Avesiar – Jakarta

Sebanyak 14 rekomendasi kepada pemerintah soal rencana menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah pada Juli nanti disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pertama, mendorong daerah untuk jujur pada data kasus Covid-19 di wilayahnya. “Ketika membuka madrasah atau sekolah tatap muka, maka positivity rate di daerah tersebut menjadi pertimbangan utama bagi pemenuhan hak hidup,” kata anggota KPAI Jasra Putra dalam konferensi pers, Ahad, 6 Juni 2021.

Jasra menyarankan agar jangan membuka PTM di sekolah atau madrasah hanya dengan pertimbangan gurunya sudah divaksin.

Kedua, KPAI mendorong pemerintah daerah melibatkan hali penyakit menular dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di daerah untuk meminta pertimbangan saat hendak memutuskan membuka sekolah pada Juli. “Jika positivity rate di atas 10 persen sebaiknya pemerintah daerah menunda pembukaan sekolah tatap muka,” katanya.

Ketiga, KPAI mendorong dukungan alokasi anggaran pusat maupun daerah untuk menyiapkan PTM dan keberlangsungan pendidikan selama pandemi.

Keempat, KPAI mendorong 5 SIAP menjadi dasar bagi pembukaan sekolah, yaitu siap daerahnya, sekolahnya, gurunya, orang tuanya, dan anaknya.

Kelima, KPAI mendorong dinas pendidikan dan kesehatan di daerah melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM. Jasra menilai, sekolah perlu mendapat edukasi dan arahan dalam penyusunan protokol kesehatan atau SOP di satuan pendidikan.

Bacaan Terkait :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

Load More

Keenam, KPAI mendorong daerah membuka sekolah tatap muka pada tiap jenjang pendidikan secara bertahap. Untuk PAUD dan SD kelas 1-3, KPAI menyarankan sekolah memperhatikan kesiapan siswa taat protokol kesehatan.

Ketujuh, KPAI mendorong adanya edukasi tentang protokol keehatan kepada pendidikan, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua secara terus menerus agar mereka memiliki kesadaran. “Semua warga sekolah harus jujur dengan kondisi kesehatannya, tidak berangkat jika memiliki tanda-tanda infeksi Covid-19,” ujar Jasra.

Kedelapan, KPAI mendukung pemda membuka sekolah tatap muka di pulau-pulau kecil atau wilayah pelosok yang kasus Covid-19 nol atau sudah di bawah 5 persen positivity ratenya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan siswa yang masuk hanya 50 persen.

Kesembilan, KPAI mengapresiasi uji coba PTM di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah karena sangat hati-hati membuka sekolah. Misalnya, sekolah yang terlibat hanya 5 persen dan hanya seperlima jumlah siswa yang mengikuti PTM terbatas.

Kesepuluh, KPAI mendorong kebijakan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus diperbaiki agar dapat melayani semua anak, dan mengatasi turunnya kualitas pendidikan. Selama pandemi, kata Jasra, sekolah harus menerapkan PJJ dan PTM secara bergiliran. Ia pun meminta pemerintah  melakukan pemetaan kesenjangan akses digital antarsekolah dan antardaerah, serta pemetaan variasi PJJ antar sekolah dan antar daerah.

Kesebelas, KPAI mendorong PTM diselenggarakan dengan mengedepankan pembahasan pada materi-materi yang sulit dan sangat sulit di seluruh mata pelajaran, serta mengutamakan materi praktik yang sulit didaringkan.

Keduabelas, KPAI mendorong PTM digunakan untuk memberdayakan guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melayani konseling anak-anak yang mengalami teknaan psikologis selama pandemi.

Ketigabelas, KPAI mendorong peningkatan pengawasan PTM pada Juli mendatang, dengan mengoptimalkan fungsi pengawas sekolah dan komite sekolah. Terakhir, KPAI mendorong keterlibatan dan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan terkait anak, khususnya dalam proses PTM.

“Serta melakukan edukasi kepada sesama siswa di antaranya melalui organisasi intra sekolah seperti OSIS dan Pramuka,” kata Jasra tentang 14 rekomendasi KPAI terhadap rencana Pembelajaran Tatap Muka pada Juli nanti. (ave/tempo.co)

ShareTweetSendShare
Previous Post

PERGEMI Menyarankan Penundaan Vaksinasi COVID-19 Pada Lansia Renta

Next Post

Ganjaran Menghormati dan Memuliakan Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Mungkin Anda Juga Suka :

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

...

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

...

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

...

Wilayah Udara Spanyol Ditutup untuk Pesawat AS yang Terlibat dalam Serangan di Iran

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

...

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

...

Load More
Next Post
Ganjaran Menghormati dan Memuliakan Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Ganjaran Menghormati dan Memuliakan Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Yuk!  Jaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba

Yuk! Jaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video