Avesiar.com
Salah satu akhlak ahlussunnah adalah menghormati dan memuliakan keturunan (dzurriyah) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Mereka yang mencintai dan memuliakan anak keturunan Nabi akan mendapat ganjaran dan balasan dari Allah dan Rasul-Nya.
Sebaliknya, mereka yang menyakiti dzuriyyah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam akan mendapat hukuman dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Para ulama mengatakan, menyakiti ahlul bait Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sama dengan menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi peringatan keras melalui firman-Nya:
اِنَّ الَّذِيۡنَ يُؤۡذُوۡنَ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ وَاَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا مُّهِيۡنًا
“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.” (QS Al-Ahzab: 57)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻧﻲ ﺗﺮﻛﺖ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺇﻥ ﺃﺧﺬﺗﻢ ﺑﻪ ﻟﻦ ﺗﻀﻠﻮا: ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻪ، ﻭﻋﺘﺮﺗﻲ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ
“Wahai manusia, aku tinggalkan pusaka yg jika kalian pegang tidak akan tersesat, yaitu kitabullah dan keturunan ahli baitku.” (HR. At Tirmidzi)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam juga berpesan: “Sesungguhnya Allah melarang masuk surga terhadap orang yang menganiaya ahlu baitku , atau orang yang memerangi mereka, atau orang yang membantu orang yang memerangi mereka, atau orang yang memaki-maki mereka.” (HR Imam Ahmad)
Apabila seorang dzuriyyah RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wa sallam memiliki kesalahan atau sesuatu yang tidak menyenangkan kita, bukan hak kita untuk menyakitinya apalahi memusuhinya. Sebab, semua manusia punya salah, siapa pun itu.
Para Dzuriyyah Rasulullah adalah orang-orang mulia karena di dalam jasad mereka mengalir darah mulia baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang wajib kita hormati. Kaum muslimin tidak hanya diperintahkan mencintai para dzurriyah Rasul, tetapi juga membantu mereka dalam urusan kebaikan.
Ganjaran Memuliakan Keturunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam:
1. Mendapat Balasan Langsung dari Rasulullah
Orang-orang yang memuliakan anak keturunan Nabi akan mendapat balasan langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini kita mengenal zurriyah Nabi ini dengan julukan Al-Habib, As-Sayyid, As-Syarif.
Orang yang berbuat baik kapada keturunan Rasulullah namun maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kelak akan membalas secara langsung kebaikan orang itu pada hari Kiamat. Hal ini dikatakan Rasulullah dalam Hadits yang diriwayatkan Imam at-Thabrani.
من إصطنع لأحد من ولد عبد المطلب يدا فلم يكافئه بها في الدنيا فعلي مكافئته غدا يوم القيامة إذا لقيني
“Barangsiapa yang memberi bantuan (kebaikan) kepada keturunan Abdul Muthollib akan tetapi dia (keturunan Abdul Muthollib) tidak bisa membalasnya di dunia, maka saya yang akan membalasnya di hari kiamat ketika orang itu bertemu denganku”. (HR At-Thabrani)
2. Mendapat Syafa’at Khusus dari Nabi
Siapa saja kaum muslimin yang memenuhi kebutuhan dan membantu urusan para dzurriyah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam maka kelak akan mendapat syafa’at khusus dari Baginda Rasulullah.
أربعة أنا لهم شفيع يوم القيامة: المكرم لذريتي، والقاضي لهم حوائجهم، والساعي لهم في أمورهم عند اضطرارهم إليه، والمحب لهم بقلبه ولسانه
“Aku akan memberi syafaat khusus di hari kiamat kepada empat golongan, yaitu orang yang memuliakan keturunanku, memenuhi hajat-hajat mereka, membantu urusan-urusan mereka saat mereka butuh dan orang yang mencintai mereka dengan hati dan lisannya” (HR Ad-Dailami)
Di tengah banyaknya fitnah terhadap ulama dan Habaib saat ini, hendaknya kaum muslimin menjaga sikap agar tidak sampai menyakiti para dzurriyah Rasul. Sebagaiman dijelaskan di atas ancaman menyakiti ahlul bait sangat berat. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mencintai Dzuriyyah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan memuliakannya.
Wallahu A’lam
(ard/sindonews)













Discussion about this post