• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini Kesehatan

Epidemiolog UGM Katakan Cukup Terlambat Rencana Yogya Siapkan Lockdown

by Avesiar
18 Juni 2021 | 21:59 WIB
in Kesehatan, Nusantara
Reading Time: 3 mins read
A A
Epidemiolog UGM Katakan Cukup Terlambat Rencana Yogya Siapkan Lockdown

Suasana di salah satu kampung Wirobrajan, Yogyakarta, pascakasus penularan Covid-19. Satu RT di kampung tak jauh dari Malioboro ini terpaksa di-lockdown sementara. (Dok. Kampung Tangguh Bencana Wirobrajan) via tempo.co

Avesiar – Yogyakarta

Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Riris Andono Ahmad menilai ancang-ancang Yogyakarta untuk melakukan penutupan wilayah atau lockdown setelah kasus Covid-19 melonjak sebenarnya sudah cukup terlambat. “Seharusnya itu (lockdown) sudah sejak dulu,” kata Riris kepada Tempo, Jumat, 18 Juni 2021.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya mempertimbangkan langkah lockdown menyusul makin tingginya penularan kasus di wilayah itu.

“Jika pembatasan mobilitas lewat RT/RW sudah gagal, terus mau apa lagi ? Satu-satunya cara ya lockdown total untuk menekan kasus,” kata Sultan di Yogyakarta Jumat.

Riris yang juga Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM itu mengatakan langkah lembut sudah tak bisa diterapkan dalam situasi sebaran Covid-19 saat ini.

Langkah lembut yang ia maksud tak lain Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. “PPKM mikro itu hanya memberikan rasa aman semu,” kata dia.

Hanya saja, Riris melanjutkan, sebelum pemerintah melakukan lockdown, juga tidak gegabah alias langsung menutup wilayah tanpa persiapan. “Perlu ada persiapan yang matang karena harus mengidentifikasi, siapa yang bisa kerja di rumah tanpa kendala,” kata dia.

Menurutnya, masyarakat juga perlu dibantu agar bisa bekerja online, siapa yang tidak bisa bekerja dengan cara itu. “Perlu buffer safety net (jaring pengaman penyangga) sosial,” kata dia.

Bacaan Terkait :

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

Atas Instruksi Presiden, Hingga Hari Kelima 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

Meta Digugat dengan Tuduhan Menutupi Penelitian Internal Soal Instagram Bersifat Adiktif dan Berpotensi Bayar 200 Miliar Dolar

Serunya Lomba Mewarnai dan Makan Rendang Saat Rayakan HUT RI ke-81 di Gadang Barubah

Delapan Mahasiswa Ajukan Uji Konstitusionalitas Akreditasi Perguruan Tinggi ke MK, Soal A Menjadi B

Sayembara Iran, 30.000 Hingga 60.000 Dolar Uang Jasa Menangkap atau Membunuh Tentara AS yang Serang Iran

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

Load More

Jika pemerintah gegabah melakukan lockdown tanpa antisipasi, ia khawatir muncul kekacauan di masyarakat. “Selain bisa memunculkan kekacauan, lockdown tanpa persiapan justru meningkatkan mobilitas bagi mereka yang butuh mencari rezeki untuk makan,” katanya.

Sejak Mei 2021 lalu, kepada Tempo, Riris telah menyerukan pemerintah mempersiapkan lockdown paling tidak secara micro. Lockdown ini memang tidak berhubungan dengan apapun varian Covid-19 yang tengah berkembang, karena apapun varian virusnya, intervensi penularannya akan tetap sama. “Lockdown ini lebih mempengaruhi seberapa meluas penularan virus ini pada suatu komunitas,” ujarnya.

Namun dengan makin mengganasnya Covid-19 saat ini, khususnya dengan munculnya varian Delta di sejumlah daerah yang memiliki penularan lebih cepat, lockdown perlu jadi pertimbangan utama.

Ketika penularan kasus semakin tinggi, ujar Riris, maka akan muncul silent transmision di komunitas. Hal ini yang menjadi tantangan pengendalian corona.

“Ketika sumber penularan tidak bergejala bebas berkeliaran maka paparan itu banyak muncul berbagai tempat dan menyebabkan angka reproduksi Covid-19 makin besar,” ujarnya.

Langkah untuk menghentikan cepatnya transmisi penularan ini hanya dengan menurunkan angka reproduksi itu di bawah 1. Selain vaksinasi dipercepat, juga dengan restriksi mobilitas. “Restriksi mobilitas seperti lockdown menjadi cara paling efektif menghentikan sirkulasi virus di populasi,” ujarnya.

Menurutnya, pembatasan sudah tidak bisa skala mikro seperti pembatasan di wilayah administrasi RT/RW. Pembatasan harus lebih luas ke skala epidemiologi karena penularan sudah terjadi di mana-mana.

Wilayah DIY yang penduduknya hanya 3,7 juta jiwa, sepekan ini berturut-turut menghadapi lonjakan kasus di atas 500 kasus per hari, sehingga menyebabkan ranjang perawatan pasien di rumah sakit rujukan yang hanya 941 unit sudah terpakai 75 persen.

Gugus Tugas Covid-19 DIY pada Jumat mengumumkan kasus harian Yogyakarta masih melesat di atas 500 kasus atau berlipat lima kali lipat sepekan terakhir.

“Penambahan kasus Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 592 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 51.338 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih. Sedangkan jumlah kasus meninggal sebanyak 12 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  1342 kasus. Untuk kasus sembuh total menjadi 45.080 kasus. (ard/tempo.co)

ShareTweetSendShare
Previous Post

BSI dan Perum Peruri Kerja Sama Kuatkan Ekonomi Syariah

Next Post

Cara Meningkatkan Semangat Membaca Al Qur’an

Mungkin Anda Juga Suka :

Hoaks Operasi Pajak Kendaraan Tahun 2026, Korlantas Polri Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya

Hoaks Operasi Pajak Kendaraan Tahun 2026, Korlantas Polri Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya

4 Agustus 2026

...

Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jatim Soroti Tingginya Perceraian dan Krisis Mental Remaja

Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jatim Soroti Tingginya Perceraian dan Krisis Mental Remaja

21 Juni 2026

...

Indonesia Raih Pengakuan di WSIS Prizes 2026 PBB Melalui 3 Inovasi Digital

Indonesia Raih Pengakuan di WSIS Prizes 2026 PBB Melalui 3 Inovasi Digital

10 Juni 2026

...

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

...

Jangan Ketawa, Ini Singkatan-singkatan Pembelajaran Kelas Daring

Jangan Ketawa, Ini Singkatan-singkatan Pembelajaran Kelas Daring

14 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Cara Meningkatkan Semangat Membaca Al Qur’an

Cara Meningkatkan Semangat Membaca Al Qur'an

Simak 8 Cara Bersihkan Mainan Anak agar Terhindar dari Covid-19 yang Mengganas

Simak 8 Cara Bersihkan Mainan Anak agar Terhindar dari Covid-19 yang Mengganas

Discussion about this post

TERKINI

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

21 Agustus 2026

Atas Instruksi Presiden, Hingga Hari Kelima 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

20 Agustus 2026

Meta Digugat dengan Tuduhan Menutupi Penelitian Internal Soal Instagram Bersifat Adiktif dan Berpotensi Bayar 200 Miliar Dolar

19 Agustus 2026

Serunya Lomba Mewarnai dan Makan Rendang Saat Rayakan HUT RI ke-81 di Gadang Barubah

18 Agustus 2026

Delapan Mahasiswa Ajukan Uji Konstitusionalitas Akreditasi Perguruan Tinggi ke MK, Soal A Menjadi B

18 Agustus 2026

Sayembara Iran, 30.000 Hingga 60.000 Dolar Uang Jasa Menangkap atau Membunuh Tentara AS yang Serang Iran

17 Agustus 2026

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026

Lebih dari 1000 Kebakaran Hutan Membara di Eropa, Prancis dan Inggris Alami Rekor Suhu Panas Ekstrem

14 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video