Avesiar – Aceh Tamiang
Bantuan berupa bahan pangan, sarung, mukena, pakaian dalam, alat pertukangan dan Al Quran disalurkan Universitas Mercu Buana pada awal Januari 2026 kepada warga masyarakat terdampak di pos-pos pengungsian para korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Kepedulian sosial tersebut, menurut Ketua UMB Peduli Bencana Achmad Jamil di Aceh Tamiang, dikirimkan ke 3 Kabupaten, 4 Kecamatan, dan 11 Desa. Kabupaten Aceh Timur, Kecamatan Julok: Desa Blang Gleum, Desa Tanjong Tok Blang. Kabupaten Aceh Utara, Kecamatan Langkahan: Desa Gampong Geudumbak, Desa Tanjong Dalam, Desa Lueng Angen, Desa Tanjong Selamat. Kabupaten Tamiang: Kecamatan Bandar Pusaka: Desa Serba, Desa Barang Ara, Dusun Melati. Kabupaten Tamiang (Kuala Simpang), Kecamatan Karang Baru: Desa Tanjung Karang, Desa Menang Gini.
Dewan guru Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Ustaz Mulkana, mengucapkan terima kasih atas perhatian Universitas Mercu Buana pondok pesantrennya. Sebagaimana yang telah menjadi viral, pondok pesantren ini menjadi benteng terjangan air saat banjir bandang dan dikelilingi tumpukan kayu yang menggunung.
Kepala dusun Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara, Ustaz Musri, menyampaikan dengan nada haru rasa terima kasih kepada Universitas Mercu Buana dan mendoakan bagi kemajuan Universitas Mercu Buana.
Tokoh desa Blang Gleum, kecamatan Julok, Aceh Timur , Abd Rahman, menyampaikan terima kasih atas perhatian Universitas Mercu Buana yang datang jauh untuk memberikan bantuan dan perhatian pada warga Blang Gleum yang mendapat musibah.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Menara Bhakti Dr Hadri Mulyadi di Jakarta menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Yayasan Menara Bhakti yang menaungi Universitas Mercu Buana memberikan dukungan bagi kegiatan kemanusiaan agar kehadiran Universitas Mercu Buana dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Total bantuan sejumlah 200 juta rupiah.
“Meskipun jumlahnya tidak besar, semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan,” kata Hadri Mulya
Rektor Universitas Mercu Buana di kesempatan yang sama di Jakarta, Prof Dr Andi Adriansyah M.Eng menyampaikan, Universitas Mercu Buana sangat peduli terhadap berbagai musibah yang terjadi di Indonesia.
“Sepanjang Mei dan April 2019 UMB mengirimkan bantuan senilai 900 juta rupiah untuk gempa di Palu, Lombok, Wonosobo, Banten dan Lampung. Pada 17 sd 22 Desember 2021, kami mengirimkan bantuan warga kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru senilai 170 juta. 13 Februari 2022 UMB menyalurkan bantuan kemanusiaan di Sumur, Selat Sunda senilai 90 juta,” ujar Andi.
Menambahkan pernyataan lembaga, Wakil Rektor II, Prof Rizky Briandana, Ph.D, berharap semoga bantuan Universitas Mercu Buana dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir Bandang. Bantuan berupa kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan warga terdampak.
“Bantuan langsung dikirimkan ke titik-titik Posko dan diterima warga. Kami mengutus Dr Achmad Jamil dan Moestanuzul Indrawan, MT ke Medan untuk selanjutnya menuju Aceh 5 – 10 Januari 2026,” terang Rizky. (ave)













Discussion about this post