Avesiar – Depok
DUA PULUH TAHUN atau 2 dekade bukanlah hal yang sebentar dan mudah tentunya demi menciptakan kemanfaatan sebuah organisasi untuk masyarakat, bangsa, dan negara.
Belum lagi menjaga soliditas di dalam organisasi yang tentu semakin tumbuh, semakin beragam pikiran yang berkembang, dan harus diwadahi.
Salah dalam berpikir dan bertindak, malah akan berbuah perpecahan. Pola kepemimpinan menjadi hal utama yang menentukan bagaimana perjalanan sebuah organisasi untuk tumbuh, berkembang, dan maju.
Perjalanan ini juga yang terus ditempuh oleh Partai Demokrat, sebuah partai politik yang sukses dibangun oleh Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab dipanggil SBY bersama para kadernya. Partai ini pun kemudian menjadi partai yang berpengaruh dan mengantarkan SBY menjadi Presiden Republik Indonesia selama 2 periode di 2004 hingga 2014.
Partai berlambang mercy ini sukses mengikuti partai-partai yang telah lebih dahulu lahir dan berpengaruh seperti Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Tentu bukan hal yang mudah mengingat ada banyak partai baru juga di masa-masa awal reformasi yang didirikan, namun tidak berhasil merebut pengaruh masyarakat secara besar dan kemudian tidak terdengar lagi.
Bila diikuti perjalanannya, Susilo Bambang Yudhoyono telah sukses membangun pola kepemimpinan di partai yang identik dengan warna biru dongker ini. Profilnya yang sederhana dan lembut namun tegas sebagai seorang pensiunan jenderal TNI, membuat semua pihak bisa menerimanya dengan baik.

Hal ini bukan isapan jempol belaka. Terbukti dengan berbagai pemberitaan di media massa yang menunjukkan profil SBY dapat diterima banyak pihak.
Misalnya pernah diberitakan oleh detik.com pada 28 Maret 2009 (https://news.detik.com/pemilu/d-1106419/belasan-ibu-ibu-pingsan-di-kampanye-sby) dan liputan foto tribunnews.com pada 5 April 2014 (https://m.tribunnews.com/ampstory/images/1107961/sby-ibu-any-dan-ibas-jurkam-kampanye-partai-demokrat), bahwa saking antusiasnya, selain para bapak dan anak muda, para Ibu-ibu tidak ingin ketinggalan menghadiri kampanye SBY di masa-masa kepemimpinannya sebagai ketua umum partai Demokrat.
Pola kepemimpinan inilah yang kemudian menular ke seluruh kader partai tersebut, dari pusat ke daerah. Sehingga tidak heran jika di masa kepemimpinan SBY tersebut, partai Demokrat menjadi partai yang bisa dikatakan idola semua lapisan masyarakat.
Sepertinya, pola kepemimpinan ini menurun kepada putra sulungnya yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Beda jaman, namun naluri kepeduliannya pada seluruh lapisan masyarakat, bisa jadi hampir sama.
Sebagai bentuk dukungan keseriusannya mengedepankan kepentingan rakyat, AHY mengumumkan dan menegaskan dalam pernyataannya di berbagai media massa, bahwa dia mewajibkan seluruh kader partai berlogo mercy tersebut untuk membantu semaksimal mungkin dalam bentuk bantuan apapun di segala lini kepada masyarakat dalam membantu pemerintah meringankan beban pandemi Covid-19 di masyarakat.
Hal ini bisa jadi sebuah motivasi kuat yang menyentuh seluruh kader dan simpatisan partai tersebut, terutama pada pengurus dan anggota legislatif pusat dan daerah. Terbukti semua kader dan simpatisan bergerak dan membantu sebisa mungkin di semua daerah. Senada dengan pendahulunya SBY, AHY tampak ingin terus dekat dengan rakyat.
“Saya instruksikan pada seluruh jajaran partai, khususnya pada para anggota Dewan Demokrat di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, untuk pertama, memanfaatkan waktu dan anggaran reses untuk semaksimal mungkin membantu konstituen masing-masing, sesuai kebutuhan mereka. Kedua, menggerakkan struktur partai, relawan dan simpatisan yang dimiliki untuk semaksimal mungkin membantu rakyat dengan bergerak dari pintu ke pintu. Ketiga, jaga kesehatan diri, keluarga, pengurus, kader, simpatisan dan relawan yang terlibat,” ujar AHY dalam keterangan persnya, Jumat (13/8/2021).
Di Jawa Barat, salah satu Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat yang berada di kota Depok, melakukan banyak aktifitas bersama masyarakat. Seperti disampaikan Sekretaris Umum DPC Demokrat Depok Endah Winarti yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah. Ia mengikuti semua instruksi Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

Bahkan di saat pandemi Covid-19 ini, sama halnya dengan yang dilakukan hampir seluruh perwakilan Partai Demokrat di seluruh Indonesia, DPC Partai Demokrat Depok menyalurkan bantuan berupa sembako untuk masyarakat yang terdampak pandemi, penyemprotan disinfektan, serta membantu pemerintah menyalurkan vaksin untuk masyarakat
“Kami menyalurkan vaksin, melakukan penyemprotan disinfektan serta pembagian sembako untuk kader dan masyarakat kurang mampu. Untuk vaksin per Pimpinan Anak Cabang dikasih kuota 11 kecamatan,” ujar wanita yang disapa Wiwin itu, Jum’at (27/8/2021)
Menurut Wiwin, kegiatan untuk membangun kepercayaan masyarakat dan generasi muda selalu dimaksimalkan oleh DPC Partai Demokrat Depok. DPC Depok selalu mendukung kegiatan positif kemasyarakatan yang dilakukan segenap lapisan. Misalnya, lanjut Wiwin, pengembangan UMKM, kegiatan para Ibu-ibu PKK dan majelis taklim, dan kegiatan anak muda di karang taruna.
Posisinya di Komisi B yang membidangi Ekonomi dan Keuangan sejak 2009 membuat Wiwin menjadi “Ibunya” UMKM. “Komisi B mengurusi keuangan daerah, pajak daerah, retribusi daerah, aset daerah, dan segala yang berhubungan dengan keuangan daerah. Pokoknya, yang menghasilkan pendapatan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ya dari komisi B tersebut,” tegasnya.
Mewakili DPC Demokrat Depok, Wiwin mengatakan bahwa kedekatan dengan generasi muda juga dilakukan dengan baik dengan terlibat memotivasi dan membantu kegiatan-kegiatan mereka yang positif seperti wirausaha dan olah raga.
“Tadinya, generasi muda banyak yang malas karena stigma bahwa Partai Politik sarang korupsi, tempat gontok-gontokan. Itu yang diperlihatkan oleh kita. Tapi anak-anak muda yang bertemu dan berkegiatan dengan saya fine-fine saja. Seperti kegiatan yang saya dan DPC Demokrat Depok lakukan bersama anak-anak karang taruna. Mereka mengatakan ternyata politik itu fine ya,” ujarnya.
Selain itu, sebagai anggota dewan yang mewakili Partai Demokrat, Wiwin seperti halnya semua kader dan anggota DPR bagi di pusat dan daerah, harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Misalnya, jika ada masyarakat terdekat yang membutuhkan bantuan ke rumah sakit dan darurat, ya harus kita bantu. Kalau anggota dewan tidak kenal direktur-direktur rumah sakit, misalnya seperti saya di Depok, lalu bagaimana bisa membantu masyarakat?” kata Wiwin.
Hal-hal semacam ini yang menurut Endah Winarti dilakukan oleh seluruh anggota Partai Demokrat untuk terus bersinergi dan membantu masyarakat. Seperti yang selalu menjadi pesan dari SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat AHY serta sebagai wujud bahwa dengan rakyat, “Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit”. (ave rosa dwi putra)













Discussion about this post