Avesiar.com
Orang tua tidak perlu khawatir anaknya akan sulit tidur di malam hari bila sudah tidur siang. Ada banyak manfaat tidur siang bagi anak. Bahkan, tidur siang disebut-sebut bisa meningkatkan kecerdasan anak.
Pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akan menguras banyak energi. Oleh karena itu, selain mencukupkan asupan dan kebutuhan nutrisinya, anak juga butuh tidur lebih banyak daripada orang dewasa. Nah, salah satu cara nya adalah dengan tidur siang.
Manfaat Tidur Siang untuk Anak
Selain mencukupi kebutuhan tidur harian anak, membiasakan anak untuk tidur siang juga akan memberikan beragam manfaat, yaitu:
1. Mengembalikan energi anak
Sama seperti orang dewasa, tidur siang juga bisa membantu mengisi ulang energi anak. Terlebih lagi, anak kerap merasa kelelahan karena aktivitas fisik, termasuk anak bermain di luar rumah, dan proses belajar yang ia lakukan.
Dengan tidur siang, anak menjadi lebih rileks dan segar, sehingga bisa kembali melanjutkan aktivitasnya.
2. Mempermudah anak tidur di malam hari
Tidur siang dapat membantu mengurangi rasa lelah akibat seharian bermain dan beraktivitas. Kelelahan adalah salah satu faktor yang dapat memicu anak lebih sulit tidur di malam hari. Itulah sebabnya, tidur siang justru akan membuat anak lebih mudah tidur di malam hari.
3. Mendukung proses belajar anak
Tidur siang dapat membantu anak mengingat hal-hal yang sudah mereka pelajari. Tak hanya itu, mereka pun akan lebih mampu untuk fokus.
Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur siang lebih unggul dalam permainan yang mengandalkan ingatan. Manfaat ini akan semakin optimal bila tidur siang dilakukan secara rutin.
4. Menjaga berat badan anak tetap sehat
Penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak cukup tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur akan lebih mudah mengalami obesitas. Hal ini dikaitkan dengan munculnya kecenderungan anak untuk makan lebih banyak saat ia lelah.
Ketika anak mengalami peningkatan nafsu makan, mereka juga cenderung memilih makanan dengan kandungan nutrisi yang kurang baik. Selain itu, kelelahan juga akan membuat anak kurang aktif, sehingga berat badan pun lebih mudah naik.
5. Memperbaiki suasana hati anak
Anak-anak yang tidur siang dinilai memiliki suasana hati lebih baik daripada anak-anak yang tidak tidur siang. Penelitian pun menyatakan bahwa anak usia di bawah lima tahun (balita) yang tidak tidur siang, lebih sering gelisah dan memberikan reaksi yang lebih buruk terhadap peristiwa kurang menyenangkan.
6. Tidur siang bisa mencegah anak mudah marah.
Dilansir dari laman St. Louis Children’s Hospital, anak yang tidur siang setiap hari cenderung tidak mudah tersinggung dibandingkan dengan yang tidak tidur siang.
Berapa Lama Sebaiknya Anak Tidur Siang?
Durasi tidur siang yang disarankan adalah sekitar 90 menit. Bila dirasa kurang, Bunda bisa menjadwalkan 2 kali waktu tidur siang. Hal ini tergantung kebutuhan tidur yang diperlukan oleh anak.
Misalnya, anak usia 1-2 tahun membutuhkan tidur 14 jam. Nah, Bunda bisa membagi waktu tidurnya menjadi 11 jam untuk tidur malam dan 3 jam tidur siang. Tidur siang pertama bisa dilakukan di pagi hari setelah sarapan, kemudian yang kedua dilakukan siang hari setelah makan siang.
Durasi tidur siang yang dibutuhkan anak akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Anak berusia 6 tahun ke atas biasanya hanya membutuhkan waktu tidur siang sekitar 30 menit.
Cara Mudah Membantu Anak Tidur Siang
Ketika sedang bermain atau melakukan aktivitas, tak jarang anak-anak menolak tidur siang. Bila hal ini terjadi, ada beberapa trik bisa Bunda lakukan, yaitu:
1. Menjadikan tidur siang sebagai rutinitas
Bunda bisa mengatur jadwal tidur siang pada waktu dan tempat yang sama setiap hari. Mengatur jadwal yang sama setiap harinya akan menjadikan tidur siang sebagai rutinitas, sehingga anak akan lebih mudah mengikutinya.
2. Memberlakukan “waktu diam”
Bunda bisa memberi “waktu diam” sebelum tidur sebagai masa transisi dari bermain ke waktu tidur. Misalnya, Bunda bisa membawa anak ke tempat tidur saat waktu tidur siang tiba dan membiarkan Si Kecil tertidur dengan sendirinya.
Sebisa mungkin jangan memaksa anak untuk tidur, karena akan memicu perlawanan dari anak dan mempersulit mereka untuk tidur.
3. Memperbanyak aktivitas di pagi hari
Bunda juga bisa meperbanyak aktivitas Si Kecil di pagi hari, misalnya mengajaknya jalan ke pasar, lari pagi, atau memasukkannya ke playgroup. Anak yang banyak beraktivitas di pagi hari biasanya akan merasa lebih lelah di siang hari dan lebih mudah diajak tidur siang.
4. Membuat suasana ruang tidur yang nyaman
Ruangan dan suasana yang nyaman dan sejuk juga dapat membuat anak lebih mudah tertidur. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya mengatur agar kamar tidur Si Kecil dalam keadaan bersih, sejuk, dan dengan pencahayaan yang redup atau gelap.
Penelitian Menyatakan Anak yang Tidur Siang Lebih Bahagia
Penelitian terbaru dari Universitas Pennsylvania dan Universitas California mencoba mempelajari dampak tidur siang bagi anak yang beranjak remaja. Hal ini dilakukan di Cina, di mana warganya memiliki kebiasaan tidur siang yang dilanjutkan pada sekolah menengah, bahkan hingga dewasa.
Hasilnya didapatkan bahwa anak yang sering tidur siang akan lebih bahagia, memiliki performa akademik yang lebih baik, dan lebih sedikit mengalami gangguan tingkah laku.
Sekitar 3000 anak sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 di Cina dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan berupa frekuensi dan durasi tidur siang, tolak ukur psikologis seperti tingkat kebahagiaan, serta pengukuran fisik berupa indeks massa tubuh dan kadar gula darah.
Para guru juga dilibatkan dalam mencari data mengenai tingkah laku dan performa anak di sekolah.Setelah data tersebut diolah, ditemukan adanya hubungan kuat antara tidur siang selama 30-60 menit setidaknya 3 kali dalam seminggu dengan hasil positif pada area tertentu.
Anak yang tidur siang akan lebih bahagia, memiliki kontrol diri yang baik, dan lebih sedikit memiliki masalah tingkah laku. Selain itu, rata-rata anak memiliki nilai IQ yang lebih tinggi.
Hubungan tidur siang yang paling kuat tampak pada performa akademis anak. Anak yang tidur siang sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu mengalami peningkatan performa akademis sebesar 7,6 persen.
Peningkatan ini cenderung mencolok pada anak yang duduk di kelas 6 sekolah dasar.Dengan kata lain, semakin banyak tidur di siang hari, semakin banyak keuntungan yang diperoleh anak. Hal ini mudah untuk diterapkan pada anak dan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.
Keuntungan lainnya, tidur siang akan mengurangi paparan anak terhadap layar televisi yang juga berpengaruh pada kesehatan dan psikologis anak. (ard/dari berbagai sumber)













Discussion about this post