Avesiar – Jakarta
Potensi terjadinya gelombang ketiga dari pandemi Covid-19 di Indonesia disikapi dengan serius oleh pemerintah, lembaga-lembaga kesehatan, serta institusi lainnya yang terlibat dalam upaya pencegahannya.
Ikatan Dokter Indonesia memprediksikan gelombang ketiga bisa terjadi pada Februari – Maret 2022, namun tetap harus berhati-hati.
Pemerintah mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 berpotensi terjadi pada akhir tahun 2021, yaitu saat libur Natal, dan Tahun Baru. Berdasarkan pengalaman dari tahun lalu, libur panjang akhir tahun menyebabkan peningkatan mobilitas yang bisa berdampak pada meningkatnya penularan Covid-19.
Dikutip dari instagram lawancovid19_id milik Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (18/10/2021), Pemerintah menyiapkan 6 strategi utama untuk mengantisipasi hal tersebut.
Pertama,
Dengan memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat, agar masyarakat tidak menyikapi penurunan level PPKM dengan euforia yang berlebihan.
Kedua,
Meningkatkan laju vaksinasi untuk kelompok lanjut usia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Ketiga,
Mendorong percepatan vaksinasi anak agar imunitas anak sudah terbentuk ketika musim libur tiba.
Keempat,
Menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, terutama ke Bali.
Kelima,.
Diikuti dengan memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga, terutama tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan.
Keenam,
Dengan kampanye protokol kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat.
Pelonggaran memang melegakan, tapi tetap berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan demi upaya mengatasi pandemi ini ya. (ard)













Discussion about this post