Avesiar – Jakarta
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia kita memang tidak luput dari salah. Namun, kadang ada-ada saja orang yang mungkin merasa tidak senang terhadap kita. Perasaan tidak senang tersebut seringkali di salahgunakan sehingga muncul niatan buruk untuk menjelek-jelekkan orang lain.
Hal-hal yang mungkin terjadi yaitu seperti membicarakan keburukan yang sebenarnya belum tentu pada diri orang tersebut. Dari sinilah muncul yang namanya fitnah, kemudian tersebar di lingkungan masyarakat, dan menjadi buah bibir banyak orang.
Ketika seseorang difitnah oleh orang lain, tentu akan merasa sedih dan tidak terima. Karena fitnah tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Seringkali fitnah dapat menimbulkan perpecahan, pertengkaran antar umat, jika dihadapi dengan amarah dan tidak diselesaikan dengan cara yang bijaksana.
Adapun beberapa cara terbaik yang bisa dilakukan saat menghadapi fitnah, seperti dikutip dari pecihitam.org, berdasarkan dengan dalil dalam Al-Qur’an dan hadist :
1. Tetap berusaha untuk bersabar
Karena tidak ada jalan lain selain dengan bersabar terhadap fitnah yang menimpanya dan selalu menyerahkan segalanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sesuai dengan perintah-Nya dalam Al-Qur’an pada Surat Ar-Ra’d ayat 22,
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang utulah yang mendapat tempat kesalahan (yang baik.,” (QS. Ar-Ra’d:22)
2. Tidak menanggapinya dengan Emosi atau Amarah
Karena apabila ditanggapi dengan amarah maka akan menimbulkan banyak keributan-keributan lainnya dan amarah tidak akan menyelasaikan setiap masalah.
“…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang laon. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Al-Imran: 134)
Di jelaskan juga oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim sebagai berikut,
“Sesungguhnya kelemahlembutan (keramahtamahan) tidaklah ada di dalam sebuah perkara kecuali menghiasinya dan tidak dicabut (kelemahlembutan) dari sesuatu kecuali memburukkannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
3. Mendoakan yang baik-baik orang yang memfitnah
Doakan orang yang memfitnah agar di ampuni dosanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan segera menyadari kesalahannya. Seperti do’a yang dipanjatkan oleh kaum Muslimin kepada kaum yang kafir, dan tercantum dalam ayat Al-Qur’an Surat Al-Hasyr,
“ Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-ssaudara kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)
4. Memohon Pertolongan Allah
Memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dilindungi dari orang-orang yang dzolim dan di berikan pertolongan oleh-Nya.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu aka masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka di timpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta di guncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah: 214).
5. Jangan Berhenti dzikir kepada Allah
Tidak berhenti berdzikir mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menguatkan iman kita terhadap ketentuan-Nya, sehingga tidak sering mengeluhkan keadaan dan menyalahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas fitnah yang menimpanya.
6. Bermuhassabah
Yaitu menyadari bahwa sebagai manusia adalah tempatnya salah dan lupa sehingga pasti berbuat kesalahan baik itu yang disengaja maupun tidak dan memperbanyak istighfar meminta ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas setiap dosa-dosa yang telah di lakukan.
Demikianlah, beberapa beberapa cara yang bisa di lakukan saat menghadapi fitnah sehingga lebih menerima keadaan dengan sabar dan berserah diri pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar di berikan solusi yang terbaik untuknya. Wallahua’lam bisshawab. (dwi)













Discussion about this post