• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i

Hati-hati Ghibah dan Fitnah Dalam Pergaulan yang Dibenci Allah dan Rasul-Nya

by Ave Rosa
16 Desember 2021 | 22:16 WIB
in Syar'i
Reading Time: 7 mins read
A A
Hati-hati Ghibah dan Fitnah Dalam Pergaulan yang Dibenci Allah dan Rasul-Nya

Ilustrasi. Freepik.

Avesiar.com

Pergaulan sehari-hari antara sesama Muslim diharapkan senantiasa memberi manfaat serta saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Tentu hal ini menjadi sebuah nilai positif yang juga bernilai pahala dalam jalinan hablum minannas.

Namun sering dalam komunikasi pergaulan ada yang mengarah pada hal-hal yang negatif, yang terjadi karena terbawa oleh suasana dan jenis pergaulan. Hal yang sering tersamarkan dampak negatifnya bagi diri sendiri dan orang lain adalah pembicaraan ghibah dan atau fitnah.

Ghibah dan fitnah, seperti dikutip dari Dalam Islam, adalah hal yang sering kali dilakukan tanpa sadar oleh semua orang. Ghibah dan fitnah sering kali dilakukan ketika manusia satu berkumpul dengan manusia lainnya dan kurang bisa menjaga pembicaraan untuk sesuatu yang baik.

Padahal, Rasulullah sendiri pernah menyampaikan bahwa lebih baik kita diam ketika tidak mampu membicarakan kebaikan.

Seringkah kita melakukan ghibah dan fitnah? Jangan sampai pahala kebaikan kita rusak karena kita melakukan ghibah dan fitnah. Sama hal nya seperti kita membakar diri kita sendiri. Tentu merugi dan sangat besar dosanya.

Perbedaan Ghibah dan Fitnah

Berikut beberapa pemahaman terkait perbedaan ghibah dan fitnah, di antaranya:

Bacaan Terkait :

Dosa dan Bahaya Fitnah yang Disebutkan dalam Al Qur’an serta Hadits

Kisah Siksa Kubur Orang yang Suka Ghibah dan Adu Domba

Mengejar Takwa: Masih Berbohong dan Ghibah, Allah Tidak Membutuhkan Lapar dan Hausmu

Kisah Orang yang Suka Ghibah dan Adu Domba Menjalani Siksa Kubur

Fitnah, Bahaya serta Dosanya Menurut Al Qur’an dan Hadits

Menghadapi Fitnah? Lakukan Cara Ini Supaya Mendapat Jalan Terbaik

Astaghfirullah! Buruknya Ghibah, Dosanya Bisa Melebihi Dosa Zina

Load More

Pengertian Ghibah

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Di dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang. Ghibah sendiri berarti kita membicarakan dan menyebutkan kejelekan orang lain yang padahal seharusnya tidak perlu dibuka atau yang ia tidak sukai. Tentu tidak ada satu orang pun yang suka dighibahi oleh orang orang yang lain, karena seperti menusuk dari belakang.

Orang yang ghibah sendiri tentu bukan berniat untuk mencari kebenaran atau memecahkan suatu permasalahan, akan tetapi hanya untuk sekedar melampiaskan dan memuaskan hawa nafsu untuk membicarakan kejelekan orang lain. Tentu saja hal ini harus diwaspadai karena walaupun kejelekan tersebut adalah sebagai fakta atau kenyataan, akan tetapi hal ini sangat berpotensi bergeser menjadi fitnah yang lebih besar.

Penyebab Ghibah

Penyebab ghibah biasanya terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah :

  • Adanya kebencian atau sakit hati terhadap orang tertentu.
  • Tidak ada aktivitas yang produktif sehingga membicarakan orang lain.
  • Menjadi kenikmatan tersendiri.
  • Tidak suka mencari kebenaran.
  • Dorongan pergaulan atau pengondisian lingkungan.

Untuk itu, jangan sampai umat islam terjebak oleh masalah gibah. Sebaiknya penyebab tersebut dihindari dan carilah aktivitas produktif yang lebih baik lagi dan bermanfaat untuk diri kita atau orang lain di sekitar.

Dosa Ghibah

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah menyatakan bahwa dosa ghibah berat dari dosa zina,

“Ghibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan, ‘Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya.” (HR At-Thabrani).

Pengertian Fitnah

Fitnah berbeda dengan ghibah. Fitnah sendiri dalam islam seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Artinya, berita yang disampaikan dari fitnah adalah berita yang palsu atau salah, tidak sesuai dengan kebenarannya. Untuk itu, berita fitnah tidak bisa dibenarkan dan memberikan pengaruh yang buruk bagi nama baik seseorang.

Fitnah sendiri, tentu saja menyebabkan konflik dan perpecahan pada satu orang dengan orang yang lain. Bahkan, fitnah sendiri sangat sulit untuk dibenahi. Persepsi seseorang bisa berubah akan sebuat berita yang sudah tersebar dan diyakini terlebih dahulu. Untuk itu, jangan sampai membuat persepsi tersebut terus tumbuh semakin banyak orang dengan berita yang tidak benar.

Penyebab fitnah biasanya terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Tidak melakukan koreksi dan analisa data.
  • Terlalu cepat menyimpulkan.
  • Adanya kebencian.
  • Tidak bisa membedakan benar dan salah.
  • Subjektifitas.
  • Kurangnya ilmu atau kebenaran.

Larangan membawa berita bohong

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an,

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Dalam surat Al-Baqarah ayat 191, Allah dengan tegas menyebutkan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Maka kita harus memerangi fitnah dan kebohongan, serta jangan pernah memalingkan diri kita dari kebenaran.

“Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 191)

“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bertanya pada sahabatnya,

“Siapakah orang yang bangkrut?” lalu mereka berkata, “Orang yang tidak memiliki kekayaan”. Kemudian Rasulullah SAW berkata “Bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai amal ibadah.” Lalu sahabat bertanya kembali, “Bahkan ketika orang tersebut mengerjakan shalat dan puasa?” Dan Rasulullah menjawab, “Bahkan ketika dia salat dan puasa karena perbuatan baiknya akan diberikan kepada orang yang terzalimi, dia ghibah dan juga fitnah bahkan perbuatan buruk orang yang di fitnah dan di tindas akan diberikan kepada orang yang memfitnah.”

Pada dasarnya antara ghibah dan fitnah memiliki perbedaan pada informasi dan kualitas data yang disampaikan. Ghibah belum tentu salah beritanya, karena ghibah bisa jadi adalah kebenaran. Akan tetapi fitnah sudah pasti jelas-jelas salah karena ia adalah data yang keliru dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

Cara Menghindari Ghibah dan Fitnah

Karena perbuatan ghibah dan fitnah adalah sesuatu yang berdosa, maka hal tersebut harus dihilangkan dan jangan sampai ada pada diri umat islam. Untuk itu, sesuatu yang dosa maka harus ditinggalkan dan jangan sampai terulang kembali. Berikut adalah cara agar terhindar dari pembicaraan yang ghibah dan fitnah.

Menghindari Membicarakan Orang Lain

Ketika membicarakan seseorang, maka saat itu berhati-hatilah. Membicarkaan kebaikannya akan membawakan hikmah dan inspirasi yang banyak. Akan tetapi, jika membicarakan kejelekan-kejelekannya biasanya manusia cenderung tidak akan pernah berhenti dan asik untuk mengungkapkan berbagai hal tersebut.

Ketika sudah ada pembicaraan tentang orang lain, maka kita harus waspada jangan sampai masuk kepada membicarakan juga kejelekannya dan segala aib-aibnya. Tidak ada manusia yang sempurna dan terbebebas dari dosa. Manusia manapun akan mendapatkan dosa dan kesahalah walau berbeda-beda.

Untuk itu, tutupilah aib saudara, karena kita pun memiliki aib yang sama. Bagaimanapun persaudaraan islam harus dijaga karena ini sesuai dengan ukhuwah Islamiyah, insaniyah, dan wathaniyah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Tidak Ikut-Ikutan dalam Pergaulan yang Sering Berghibah

Agar terhindari dari ghibah dan fitnah, maka carilah pergaulan yang juga luas dan menghindari ghibah itu sendiri. Ikutilah lingkungan yang baik dan menghindari untuk membicarakan segala aib atau berita yang keliru. Pergaulan yang baik akan membicarakan kebaikan diiringi dengan saling menyemangati untuk berbuat kebaikan, bukan berbuat kerusakan.

Melakukan Aktivitas Produktif

Menghindari ghibah dan fitnah bisa kita lakukan dengan melakukan aktivitas produktif. Aktivitas produktif menjauhkan kita dari perilaku membicarakan keburukan orang lain atau hal-hal yang sia-sia.

Dengan melakukan aktivitas produktif, pikiran dan apa yang kita lakukan akan mengarah pada hal yang lebih bermanfaat bukan pada hal yang sia-sia.

Contoh perilaku produktif misalnya saja : menulis, membaca hal yang bermanfaat, melakukan olahraga, mengikuti majelis ilmu, atau bisa juga bersilahturahmi namun dengan niat kebaikan bukan untuk membicarakan orang lain.

Memperbanyak Ilmu dan Wawasan yang Luas

Ilmu dan wawasan yang luas menjauhkan seseorang dari berita jahat atau berita yang tidak benar. Ilmu dan wawasan yang luas membuat pikiran kita tidak sempit dan hanya dalam satu sudut pandang atau frame yang sempit saja. Untuk itu, luaskanlah dan perbanyaklah imu kita agar kita bisa memecahkan banyak persoalan dan menghindari pembicaraan yang sesat.

Tidak asal bicara

Jika memang tidak tahu, maka katakanlah tidak tahu. Jika memang kita tidak memiliki data maka ucapkanlah memang kita tidak memiliki data. Tentu umat islam tidka boleh asal bicara karena setiap apa yang kita bicarakan akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Wallahua’lam.

(ard/dari berbagai sumber)

Tags: dosa fitnahdosa ghibahdosa ghibah bisa melebihi dosa zinaFitnahGhibahPengertian FitnahPengertian ghibah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dibantah Satpam: Klaim PSI Sumur Resapan Bikin Banjir

Next Post

BSI dan Yayasan BSMU Berikan Perahu Karet untuk Antisipasi Banjir

Mungkin Anda Juga Suka :

Integritas serta Profesional dalam Mengemban Amanat dan Pekerjaan Ditegaskan Islam untuk Mencegah Kerusakan

Integritas serta Profesional dalam Mengemban Amanat dan Pekerjaan Ditegaskan Islam untuk Mencegah Kerusakan

25 Februari 2026

...

Uzlah di Tengah Keramaian Wujud Menyendiri yang Menguatkan Hati, Pesan Mustasyar PBNU Gus Mus

Uzlah di Tengah Keramaian Wujud Menyendiri yang Menguatkan Hati, Pesan Mustasyar PBNU Gus Mus

23 Februari 2026

...

Dosa Kepada Manusia Tidak Akan Terhapus Sebelum Meminta Maaf

Dosa Kepada Manusia Tidak Akan Terhapus Sebelum Meminta Maaf

19 Februari 2026

...

Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Sebelum Witir

Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Sebelum Witir

18 Februari 2026

...

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

12 Februari 2026

...

Load More
Next Post
BSI dan Yayasan BSMU Berikan Perahu Karet untuk Antisipasi Banjir

BSI dan Yayasan BSMU Berikan Perahu Karet untuk Antisipasi Banjir

Menjawab Pandemi, Panasonic Tawarkan Inovasi AC Inverter nanoe™X

Menjawab Pandemi, Panasonic Tawarkan Inovasi AC Inverter nanoe™X

Discussion about this post

TERKINI

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

9 Maret 2026

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

Sunyi Sebagai Kitab Terbuka

7 Maret 2026

Prihatin 50 Persen Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual, Komdigi Tunda Akses ke Medsos Sampai Usia 16 Tahun

6 Maret 2026

Pemerintah Berikan 66 Ribu Tiket Gratis dan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Penumpang Lebaran

6 Maret 2026

Jadi Tempat Bukber yang Cozy di Mal, Resto Tekko Kebayoran Park Siapkan Paket 90 Ribuan

6 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Mencoba Ganti Rokok dengan Kurma

6 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video