Avesiar – Douala, Kamerun
Junta militer yang menggulingkan pemerintah di Burkina Faso awal bulan ini menunjuk pemimpinnya sebagai presiden baru negara itu, hingga pembentukan otoritas transisi, kata sumber militer pada Senin.
Seorang anggota junta, dilansir Anadolu Agency Selasa (1/2/2022), yang menamakan dirinya Gerakan Patriotik untuk Pengamanan dan Pemulihan (MPSR), mengumumkan di TV nasional bahwa menurut undang-undang, seorang presiden, dua wakil presiden, dan seorang koordinator akan ditunjuk, bersumpah untuk menjamin kelangsungan operasi negara dan urusan-urusannya sampai badan-badan peralihan dapat dibentuk.
Di bawah undang-undang tersebut, jabatan presiden akan diambil alih Letnan Kolonel Paul-Henri Damiba, yang dikatakan para putschist (orang yang mengambil alih kekuasaan) akan menjabat sebagai kepala negara, kepala tertinggi Angkatan Bersenjata Nasional, penjamin peradilan dan kemerdekaan nasional.
Damiba juga akan menjamin keutuhan wilayah negara, kelangsungan negara, dan kepatuhannya terhadap perjanjian internasional.
Dia akan memiliki kekuatan regulasi dan akan mengakreditasi duta besar untuk negara-negara asing.
Junta militer mengatakan mereka juga memecat Kepala Staf Militer saat ini dan menggantinya dengan wakilnya.
Damiba memimpin kudeta pada Senin pekan lalu, menggulingkan Presiden yang terpilih secara demokratis Roch Marc Christian Kabore, yang menjalani masa jabatan kedua di negara Afrika Barat itu.
Komunitas internasional dan beberapa pemimpin Afrika telah mengutuk kudeta dan menyerukan pengembalian tatanan konstitusional. (ard)













Discussion about this post