• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Culture

Ukraina, Sejarah Serta Kesultanan Utsmaniyah yang Pernah Punya Kepentingan di Sini

by Ave Rosa
27 Februari 2022 | 22:11 WIB
in Culture
Reading Time: 5 mins read
A A
Ukraina, Sejarah Serta Kesultanan Utsmaniyah yang Pernah Punya Kepentingan di Sini

Orang Ukraina dalam sebuah kegiatan. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Kaum Varangians pada abad ke-9 mendirikan sebuah negara yang diberi nama Kievan Rus atau Kyivan Rus. Negara tersebut adalah salah satu negara terkuat pada abad pertengahan. Sayangnya negara Kievan Rus tak bertahan lama. Pada abad ke-12, Kievan Rus akhirnya bubar akibat disintegrasi.

Pada pertengahan abad ke-14, wilayah Ukraina dikuasai oleh tiga penguasa besar. Penguasa-penguasa tersebut adalah, Golden Horde yang beranggotakan orang-orang Mongol, Grand Duchy of Lithuania (cikal-bakal negara Lithuania yang terbentuk pada abad ke-12 hingga berakhir pada tahun 1569), dan Kerajaan Polandia.

Namun, setelah terjadi Perang Besar di Timur (Great Northern War, 1700-1721), Ukraina dibagi menjadi beberapa wilayah. Kekaisaran Tsar Rusia yang berhasil mengalahkan dominasi Kekaisaran Swedia pada saat itu menguasai wilayah dengan porsi paling luas. Sedangkan wilayah lainnya berdiri di bawah otoritas penguasa Austro-Hungaria.

Perjalanan Lepas dari Uni Soviet

Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang akhirnya Ukraina kembali mengalami gejolak dan kali ini menuntun pada sebuah perubahan yang cukup mempengaruhi perkembangan negara-negara tersebut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1917 hingga 1921, Ukraina mengalami sebuah pemberontakan untuk memerdekakan diri. Usaha tersebut ikut terpengaruh akibat meletusnya Perang Dunia Kedua dan Perang Sipil Rusia.

Pada tahun 1922, Ukraina menjalani sebuah perubahan besar. Pada tanggal 30 Desember di tahun yang sama, Republik Sosialis Ukraina Soviet menjadi salah satu pencetus penting dalam terbentuknya Negara Uni Soviet. Namun 46 tahun kemudian, Negara Uni Soviet runtuh. Ukraina kembali berdiri sendiri hingga saat ini.

Masyarakat di Ukraina juga dikenal dengan nasionalismenya yang tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh sebuah peristiwa penyerahan kota Kyiv yang kontroversial. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1754, saat Hetman Bohdan Khmelnytsky menyerahkan kota yang saat ini menjadi ibukota Ukraina, kepada pihak negara Rusia. Akibatnya, peristiwa tersebut menjadi salah satu momen yang paling tidak disukai oleh masyarakat Ukraina. Jadi, jangan pernah membahas peristiwa ini dengan warga negara Ukraina.

Bacaan Terkait :

Sekitar 1.500 Demonstran Berkumpul Memprotes Zelenskyy, Buntut RUU Diduga Melemahkan Dua Lembaga Antikorupsi

Trump Kesal dan Cabut Bantuan Militer, Tanpa Gencatan Senjata Zelensky Tidak Akan Berkuasa Lama

Ukraina Mati Listrik Imbas Serangan 188 Drone Rusia

Zelenskyy Mencemaskan Kedatangan Pasukan Korea Utara, Minta Sekutunya Jangan Diam Saja

Intelijen Korsel Isukan 1.500 Pasukan Korea Utara Tiba di Rusia Bantu Perangi Ukraina, Rusia Membantah

Desakan Agar Ukraina Dilindungi dari Tindakan Hukum Atas Gagal Bayar Utang Swasta

Putin Tegaskan kepada Barat, Rusia Tidak Bisa Dikalahkan di Ukraina

Load More

Ukraina adalah sebuah negara di Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia di timur dan timur-laut; Belarus di barat-laut; Polandia dan Slowakia di barat; Hongaria, Rumania, dan Moldova di barat-daya; Laut Hitam di selatan; dan Laut Azov di tenggara. Ukraina dan Rusia sekarang ini sama-sama memperebutkan Semenanjung Krimea yang dicaplok oleh Rusia pada tahun 2014.

Meskipun demikian, Ukraina dan banyak komunitas internasional mengakuinya sebagai bagian dari Ukraina. Beserta Krimea, Ukraina memiliki wilayah seluas 603.628 km², yang membuatnya sebagai negara terluas di Eropa dan terluas ke-46 di dunia. Sedangkan populasi sejumlah 44,5 juta jiwa menjadikan Ukraina sebagai negara berpenduduk terbanyak ke-32 di dunia.

Pernah Menyatakan Sebagai Negara Netral & Revolusi Ukraina 2014

Wilayah modern Ukraina telah dihuni sejak 32.000 SM. Pada zaman Pertengahan, wilayah ini merupakan pusat terpenting bagi kebudayaan Slavia Timur, dengan negara Rus Kiev yang kuat membentuk alas jati diri bangsa Ukraina.

Setelah keterpecahannya pada abad ke-13, wilayah ini diperlombakan, dikuasai, dan dipecah-belah oleh beberapa kuasa, misalnya Lithuania, Polandia, Kesultanan Utsmaniyah, Austria-Hongaria, dan Rusia. Sebuah republic Kazaki muncul dan makmur pada abad ke-17 dan 18, tetapi wilayahnya terbagi antara Polandia dan Imperium Rusia, yang kemudian sepenuhnya menjadi milik Rusia.

Dua periode kemerdekaan yang singkat terjadi pada abad ke-20, yang pertama menjelang akhir Perang Dunia I dan yang kedua adalah pada masa Perang Dunia II. Tetapi dua periode ini berujung pada takluk dan menyatunya wilayah-wilayah Ukraina ke dalam sebuah republik Soviet, situasi yang berlaku sampai tahun 1991, ketika Ukraina meraih kemerdekaannya dari Uni Soviet, segera setelah pembubarannya pada penghujung Perang Dingin.

Setelah kemerdekaan, Ukraina menyatakan diri sebagai negara netral, tetapi masih mempertahankan kemitraan militer terbatas dengan Federasi Rusia, negara-negara CIS lainnya dan kemitraan dengan NATO sejak tahun 1994.

Pada dasawarsa 2000-an, pemerintahnya mulai condong kepada NATO, dan kerja sama yang mendalam dengan aliansi yang telah disusun oleh Rencana Kerja NATO-Ukraina yang ditandatangani pada tahun 2002. Kemudian disepakati bahwa kehendak bergabung ke dalam NATO hendaklah didahului dengan sebuah jajak pendapat nasional pada masa yang akan datang.

Mantan Presiden Viktor Yanukovych memandang cukupnya taraf kerja sama terkini antara Ukraina dan NATO, tanpa perlu menjadi anggota NATO. Pada tahun 2013, protes melawan pemerintah Presiden Yanukovych pecah di tengah kota Kiev setelah pemerintah membuat keputusan untuk menghentikan Perjanjian Asosiasi Ukraina-Uni Eropa dan menjalin hubungan ekonomi yang lebih akrab dengan Rusia.

Keputusan ini memicu gelombang demonstrasi dan protes selama berbulan-bulan yang disebut Euromaidan, yang memuncak menjadi revolusi Ukraina 2014 yang berujung pada tergulingnya Yanukovych dan pembentukan pemerintah baru.

Peristiwa ini menimbulkan pencaplokan Krimea oleh Rusia pada bulan Maret 2014, dan Perang di Donbas pada bulan yang sama; kedua-duanya masih berlangsung hingga Mei 2016. Pada tanggal 1 Januari 2016, Ukraina bergabung dengan Kawasan Perdagangan Bebas Menyeluruh dan Mendalam dengan Uni Eropa.

Sektor Industri, Bentuk Negara, dan Etnis yang Ada

Ukraina telah sejak lama menjadi pusat cadangan pangan dunia karena lahan pertaniannya yang luas dan subur, dan Ukraina masih menjadi salah satu pengekspor terbesar biji-bijian di dunia. Ekonomi Ukraina yang bermacam ragam, termasuklah sektor industri berat yang besar, khususnya di bidang penerbangan dan peralatan industri.

Ukraina adalah negara kesatuan yang berbentuk republik yang menganut system semipresidensial dengan trias politica: legilatif, eksekutif, dan yudikatif. Pusat negara dan kota terbesarnya adalah Kiev. Ukraina memelihara militer terbesar kedua di Eropa, setelah Rusia, jika personel cadangan dan paramiliter turut dihitung. 

Negara ini adalah rumah bagi 45,4 juta manusia (termasuk Krimea), 77,8 persen di antaranya adalah bangsa Ukraina berdasar etnisitas, diikuti oleh bangsa Rusia yang menjadi minoritas dominan (17,3 persen) juga bangsa Rumania/Moldova, Belarus, Tatar Krimea, dan bangsa Hongaria. Bahasa Ukraina adalah bahasa resmi Ukraina; abjadnya adalah aksara Kiril. Agama utama di negara ini adalah Katolik Ortodoks, yang sangat memengaruhi arsitektur, sastra, dan musik Ukraina.

Profil Negara Ukraina

Jumlah populasi Ukraina per 1 Januari 2022 adalah 41.167.336 penduduk atau kurang lebih 0,5 persen dari total warga dunia. Angka estimasi ini dikutip dari laman resmi State Statistics Service of Ukraine.


Sementara, menurut sumber data sama, tahun sebelumnya penduduk Ukraina mencapai 41.588.354. Artinya populasi Ukraina mengalami penurunan.

Mengutip dari ensiklopedia Britannica, Ukraina adalah negara di Eropa Timur. Luas wilayahnya kedua terbesar setelah Rusia.

1. Ibu kota: Kyiv (Kiev)

2. Batas negara:

Utara: Belarus
Timur: Rusia
Selatan: Laut Azov dan Laut Hitam
Barat daya: Moldova dan Rumania
Barat: Hongaria, Slovakia, Polandia


3. Iklim: hangat dan basah (dipengaruhi Samudra Atlantik)

4. Etnis (per 2001): Ukraina, Rusia, Belarusia, Moldova, Krimea, lainnya

5. Bahasa: Ukraina (terbanyak)

6. Agama:

Ortodoksi Timur: 46%
Tidak beragama: 42,5%
Katolik Ukraina: 6%
Protestan: 2%
Katolik Latin: 2%
Muslim: 1%
Yahudi: 0,5%


7. Hasil pertanian:

  • Biji-bijian dan kentang (salah satu produsen tertinggi di Eropa)-
  • Minyak bunga matahari dan bit gula (salah satu tertinggi di dunia)
  • Tomat
  • Melon, dan sebagainya.

8. Manufaktur: perlengkapan transportasi, alat berat, bahan kimia, bahan makanan, dan lainnya. (ave/dari berbagai sumber)

Tags: Kesultanan Utsmaniyah yang Pernah ke UkrainaKonflik Rusia - Ukrainaperang rusia dan ukrainaSejarahSejarah UkrainaUkraina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Evakuasi Berhasil, 25 WNI dari Ukraina Kini Berada di Rumania

Next Post

Tidak Pakai Ngomel dan Jengkel, Ini Cara Supaya Anak Makan Sayur

Mungkin Anda Juga Suka :

Dijadikan Lelucon ‘Janda yang Sedang Hamil’, Melania Trump Minta ABC Pecat Jimmy Kimmel

Dijadikan Lelucon ‘Janda yang Sedang Hamil’, Melania Trump Minta ABC Pecat Jimmy Kimmel

27 April 2026

...

Trump Sebarkan Video Rasis Obama dan Istri Sebagai Kera, Obama Balas Perilaku MAGA Sangat Meresahkan

Trump Sebarkan Video Rasis Obama dan Istri Sebagai Kera, Obama Balas Perilaku MAGA Sangat Meresahkan

15 Februari 2026

...

Agen-agen ICE Dianggap Meneror dan Membunuh, Demokrat Ancam Blokir RUU Berhubungan dengan Dana Pemerintah AS

Agen-agen ICE Dianggap Meneror dan Membunuh, Demokrat Ancam Blokir RUU Berhubungan dengan Dana Pemerintah AS

29 Januari 2026

...

Prancis Larang Anak-anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial, Macron Puji Parlemen yang Sahkan RUU

Prancis Larang Anak-anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial, Macron Puji Parlemen yang Sahkan RUU

27 Januari 2026

...

Catatan untuk Ekspatriat, Negara-negara Terbaik Soal Fasilitas Layanan Kesehatan

Catatan untuk Ekspatriat, Negara-negara Terbaik Soal Fasilitas Layanan Kesehatan

24 Januari 2026

...

Load More
Next Post
Tidak Pakai Ngomel dan Jengkel, Ini Cara Supaya Anak Makan Sayur

Tidak Pakai Ngomel dan Jengkel, Ini Cara Supaya Anak Makan Sayur

Bersiap Mengadang dengan Bom-bom Molotov dan Survei Didukung 90 Persen Warga

Bersiap Mengadang dengan Bom-bom Molotov dan Survei Didukung 90 Persen Warga

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video