• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Melampaui Keterbatasan, Hellen Keller Membuat Dunia Mendengar dan Melihatnya

by Ave Rosa
27 Juli 2022 | 23:26 WIB
in World
Reading Time: 4 mins read
A A
Melampaui Keterbatasan, Hellen Keller Membuat Dunia Mendengar dan Melihatnya

Ilustrasi. Hellen Keller. Foto via id.wikipedia.org

Avesiar – Jakarta

Kegigihan mampu melampaui keterbatasan yang dialami oleh Hellen Adams Keller (27 Juni 1880 – 1 Juni 1968). Meskipun menyandang tuli dan buta sejak usianya berangkat 2 tahun, ia kemudian menjadi seorang penulis, aktivis politik, dan dosen Amerika terkenal di dunia. Ia menjadi pemenang dari Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award, bahkan kisah hidupnya meraih 2 piala Oscar. 

Hellen menulis artikel serta buku-buku terkenal, di antaranya The World I Live In dan The Story of My Life (diketik dengan huruf biasa dan Braille), yang menjadi literatur klasik di Amerika dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Aktivis perempuan ini berkeliling ke 39 negara untuk berbicara dengan para presiden, mengumpulkan dana untuk orang-orang buta dan tuli. Ia mendirikan American Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind.

Hellen Keller memiliki dua saudara kandung dan dua saudara tiri. Ayahnya Arthur Keller pernah bekerja untuk Tuscumbia North Alabamian sebagai editor. Salah satu nenek moyangnya adalah guru tunarungu pertama di Swiss.

Saat lahir, Hellen bisa melihat dan mendengar, tetapi dia terjangkit penyakit ketika dia berusia 19 bulan, dan itu membuatnya tuli dan buta. Pada saat itu penyakit itu diidentifikasi sebagai “kongsti akut pada perut dan otak”.

Pada usia tujuh tahun, dia telah belajar hidup dengan disabilitasnya sejak dia bisa berkomunikasi dengan keluarganya menggunakan lebih dari enam puluh tanda rumah.

Keluarga Hellen menghubungi Perkins School for the Blind , dan direkturnya meminta mantan siswa tunanetra di sekolah tersebut, Anne Sullivan, untuk menjadi instruktur Hellen.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Pada tahun 1887, Sullivan mulai mengajari Hellen cara mengeja dengan tangannya.

Anne memegang tangan Hellen di bawah air dan dengan bahasa isyarat, ia mengucapkan “W-A-T-E-R” pada tangan yang lain. Saat Hellen memegang tanah, Anne mengucapkan “L-A-N-D” dan ini dilakukan sebanyak 30 kata per hari.

Hellen diajar membaca lewat fingerspelling sampai mengerti apa maksudnya.

Ia menulis, “Saya ingat hari yang terpenting di dalam seluruh hidup saya adalah saat guru saya, Anne Mansfield Sullivan, datang pada saya.”

Dengan tekun, Anne mengajar Hellen untuk berbicara lewat gerakan mulut, sehingga Hellen berkata, “Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati.”

Ia belajar Bahasa Prancis, Jerman, Yunani, dan Latin lewat huruf Braille.

Pada tahun 1888, Hellen mulai bersekolah di Perkins School for the Blind. Kemudian, pada tahun 1894, ia masuk di Wright-Humason School for the Deaf di New York. Ia juga memperdalam kemampuan berbicara lewat bimbingan Sarah Fuller dari Horace Mann School for the Deaf.

Kemudian, Hellen melanjutkan pendidikannya di Cambridge School for Young Ladies sebagai persiapan untuk masuk ke Radcliffe College pada tahun 1900. Dia lulus pada usia 24 dari institusi tersebut sebagai orang buta dan tuli pertama yang memperoleh gelar Bachelor of Arts.

Hellen belajar dan menjadi pembicara yang ulung dan bisa mendengar dengan membaca bibir orang dengan tangannya. Dia memulai karir menulisnya saat di Radcliffe. Pada tahun 1903, ia menerbitkan otobiografinya, “Story of My Life,” “World I Live In,” dan seri sosialisme “Out Of Dark” yang diterbitkan pada tahun 1913.

Pada usia 20 tahun, ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard khusus wanita. Anne menemani Hellen untuk membacakan buku pelajaran, huruf demi huruf lewat tangan Hellen dalam huruf Braille. Hanya 4 tahun, Hellen lulus dengan predikat magna cum laude. Dia adalah orang tuna rungu dan tuna netra pertama yang lulus dari universitas.

Pada tahun 1914, Hellen Keller berkeliling Amerika untuk menjadi aktivis, konselor, maupun dosen terutama untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan seperti dirinya. Dengan didampingin Anne Sullivan, dia juga mengunjungi para tentara di sekeliling Eropa yang terlibat Perang Dunia I.

Untuk penyandang disabilitas, Hellen disebut sebagai advokat mereka. Dia adalah seorang sosialis dan juga mendukung pengendalian kelahiran. Dia adalah salah satu pendiri Hellen Keller International, sebuah organisasi yang meneliti nutrisi, penglihatan, dan kesehatan.

Dia juga membantu dalam pendirian American Civil Liberties Union. Dari tahun 1909 hingga 1921 dia menulis untuk mendukung dan berkampanye untuk kelas pekerja sejak dia menjadi anggota partai sosialis.

Dia melakukan perjalanan ke lebih dari 40 negara memberikan pidato motivasi kepada tunarungu. Dia bertemu dengan beberapa presiden AS antara Brover Cleveland dan Lyndon Johnson, dan dia berteman dekat dengan tokoh-tokoh terkemuka seperti Charlie Chaplin, Mark Twain, dan Alexander Graham Bell, dan lain-lain. (ard/wikipedia)

Tags: Biografi TokohDisabilitasHellen KellerKeterbatasanTokoh Dunia
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mahaguru Ulama Madzhab Syafi’i Asal dari Al Azhar Mesir Kunjungi PBNU

Next Post

Kapolri Minta Semuanya Mengawasi Pengusutan Kasus Penembakan Brigadir J

Mungkin Anda Juga Suka :

Kematian Capai 5120 Jiwa di Jerman Akibat Gelombang Panas Selama Juni, di Antaranya 2.950 Lansia

Kematian Capai 5120 Jiwa di Jerman Akibat Gelombang Panas Selama Juni, di Antaranya 2.950 Lansia

9 Juli 2026

...

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

7 Juli 2026

...

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

...

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

...

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026

...

Load More
Next Post
Kapolri Minta Semuanya Mengawasi Pengusutan Kasus Penembakan Brigadir J

Kapolri Minta Semuanya Mengawasi Pengusutan Kasus Penembakan Brigadir J

Tradisi Berubah, Kiswah Ka’bah Kini Diganti Tepat Malam Tahun Baru Islam Sabtu 30 Juli

Tradisi Berubah, Kiswah Ka’bah Kini Diganti Tepat Malam Tahun Baru Islam Sabtu 30 Juli

Discussion about this post

TERKINI

Kematian Capai 5120 Jiwa di Jerman Akibat Gelombang Panas Selama Juni, di Antaranya 2.950 Lansia

9 Juli 2026

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

8 Juli 2026

Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Resmi Jadi Tempat Muktamar ke-35 NU, Siap Tampung Ribuan Peserta

8 Juli 2026

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

7 Juli 2026

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video