• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Bintang Cilik Shirley Temple, Legenda Film Amerika dengan Berbagai Prestasi Hingga Usia 85 Tahun

by Ave Rosa
29 Juli 2022 | 21:20 WIB
in World
Reading Time: 8 mins read
A A
Bintang Cilik Shirley Temple, Legenda Film Amerika dengan Berbagai Prestasi Hingga Usia 85 Tahun

Bintang Film Cilik terkenal dunia Shirley Temple. Foto via id.wikipedia.org

Avesiar – Jakarta

Film-film terkenal yang memerankan anak-anak kecil bertalenta selalu menjadi nostalgia tersendiri. Salah satu bintang film cilik Amerika yang terkenal hingga dewasa ini, mewarnai masa kecil orang-orang tempo dulu.

Imut, lincah, dan pandai menari, Shirley Jane Temple (23 April 1928 – 10 Februari 2014), adalah pemeran cilik Amerika Serikat yang membintangi lebih dari 40 judul film sepanjang dekade 1930-an. Setelah mengundurkan diri dari layar perak, ia menjadi diplomat dan lainnya.

Temple mulai mengikuti kelas tari sejak berusia 3 tahun di Meglin’s Dance School, Hollywood. Temple ditemukan sutradara casting dari Educational Pictures yang datang berkunjung ke kelas tarinya. Walaupun berusaha menyembunyikan diri di belakang sebuah piano, Temple dipilih untuk mengikuti audisi, dan akhirnya menandatangani kontrak dengan studio Educational.

Dari tahun 1932 hingga 1933, Temple tampil dalam dua judul film seri produksi studio Educational. Film seri Baby Burlesks yang mengawali kariernya di bidang akting adalah sebuah satir tentang keadaan politik dan industri film pada waktu itu. Dalam film, Temple digambarkan masih mengenakan popok, namun berganti kostum dengan pakaian orang dewasa. Film seri Baby Burlesks dianggap kontroversial bagi sebagian pemirsa, karena memperlihatkan anak kecil berperan sebagai orang dewasa. Pemirsa lebih bisa menerima Temple memerankan anak perempuan bandel dalam film seri keduanya, Frolics of Youth.

Sewaktu dikontrak studio Educational, Temple sering menjadi figuran dan memainkan peran-peran kecil dalam berbagai film produksi studio lain. Ia dikabarkan pernah mengikuti audisi untuk peran utama film komedi Our Gang karya Hal Roach, yang kemudianya dikenal dengan The Little Rascals, tetapi Temple akhirnya tidak jadi dikontrak. Sutradara sekaligus produser Robert F. McGowan mengatakan bahwa studionya ingin memakai Temple, tetapi ibunya meminta honor yang besarnya sama dengan honor seorang bintang. Temple dalam otobiografinya yang berjudul Child Star membantah dirinya pernah ikut audisi film Our Gang.

Setelah tampil bersama James Dunn dalam film Stand Up and Cheers!, Temple dikontrak studio bernama Fox Film Corporation pada akhir tahun 1933. Studio tersebut nantinya merger dengan 20th century Pictures menjadi 20th Century Fox. Dunn merupakan pasangan mainnya dalam beberapa film, termasuk film larisnya, Bright Eyes produksi Sol M. Wurtzel. Berkat Temple dan film laris yang dibintanginya, studio Fox selamat dari kebangkrutan di puncak depresi ekonomi tahun 1934.

Shirley Temple, saat dewasa. Foto via id.wikipedia.org

Dalam film Bright Eyes, Temple untuk pertama kalinya membawakan lagu “On the Good Ship Lollipop” yang menjadi salah satu penampilannya yang terus dikenang. Lagu “Animal Crackers in My Soup” yang dibawakan dalam film berikutnya, Curly Top mencuatkan nama Shirley Temple. Pada tahun 1936, Temple menerima honor yang sangat besar, 15 ribu dolar AS per minggu untuk film Poor Little Rich Girl.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Film-film Temple merupakan hiburan yang membawa optimisme dan harapan pada masa depresi. Presiden Franklin Delano Roosevelt bahkan pernah berkata, “selama negara kita masih memiliki Shirley Temple, kita bakal selamat.”

Dalam 16 judul film dari keseluruhan 20 judul film yang diproduksi Fox, Temple selalu memerankan tokoh yatim piatu yang ditinggal mati salah satu atau kedua orang tuanya. Temple yang selalu digambarkan yatim piatu merupakan resep ampuh kelarisan film-filmnya. Dalam kegelapan gedung bioskop, penonton seolah-olah diminta berperan sebagai orang tua Shirley Temple.

Temple bertahan dengan studio Fox hingga tahun 1940, dan merupakan bintang yang paling menghasilkan uang bagi Fox. Kontraknya diperbarui beberapa kali antara tahun 1933 dan 1935. Temple juga sempat dipinjamkan ke studio Paramount untuk membuat dua judul film pada tahun 1934, dan kedua judul film tersebut juga laris.

Selama 4 tahun berturut-turut, film yang dibintangi Temple selalu menjadi film laris. Tahun lahir di akta kelahirannya bahkan dimajukan setahun menjadi tahun 1929, supaya menjadi setahun lebih muda. Temple bahkan tidak diberi tahu umurnya yang benar hingga ulang tahunnya yang ke-12 (ulang tahun ke-13 menurut tanggal lahir yang sebenarnya).

Popularitas Temple tidak hanya menjadikannya sebagai pujaan publik, tetapi hasil pekerjaannya juga diakui sesama bintang film. Bahkan sewaktu masih berusia 5 tahun, Temple sudah sangat profesional. Semua skenario dihafalnya luar kepala, dan gerakan tari sudah dikuasainya saat pengambilan gambar dimulai.

Temple juga pernah tampil bersama bintang terkenal seperti Carole Lombard, Gary Cooper, Adolphe Menjou, dan lain-lain. Aktor Arthur Treacher sering diturunkan sebagai butler yang baik hati dalam sejumlah film Shirley Temple.

Kemampuan dan bakat Temple sebagai penari (khususnya tap dance) banyak dikagumi orang. Dalam film-film awalnya, Temple sudah bisa menguasai koreografi tap dance yang rumit. Pada waktu itu, ia baru berusia 5 tahun. Temple dipasangkan dengan penari terkenal Bill “Bojangles” Robinson dalam film The Little Colonel, The Littlest Rebel, Rebecca of Sunnybrook Farm, dan Just Around the Corner.

Robinson juga menjadi pelatih tari bagi Temple, dan menulis koreografi untuk film-film Temple yang lain. Adegan Temple berpegangan tangan dengan Robinson yang orang Afrika-Amerika harus digunting sebelum diputar di banyak kota di bagian selatan Amerika Serikat.

Temple merupakan penerima Piala Oscar kategori pemeran Anak-anak Terbaik tahun 1935. Rekor Shirley Temple sebagai pemeran cilik termuda yang pernah menerima Oscar bahkan belum terpecahkan hingga sekarang. Temple juga menjadi aktris termuda yang pernah mengabadikan cap tangan dan kakinya di Grauman’s Chinese Theatre, Hollywood, California.

Peran Dorothy dalam The Wizard of Oz sebetulnya memang dibuat untuk Judy Garland. Namun, pimpinan MGM sempat kuatir filmnya bakal tidak laku kalau dibintangi Garland. Studio MGM sebagai gantinya memilih Temple sebagai pemeran utama, tetapi akhirnya tidak jadi dipasang karena negosiasi antara Fox and MGM putus di tengah jalan. Walaupun demikian, “Rags”, anjing kesayangannya dalam film Bright Eyes dipasang dalam film The Wizard of Oz sebagai anjing bernama “Toto”. Pada tahun 1940, Temple membintangi film dongeng The Blue Bird dengan plot yang mirip dengan The Wizard of Oz, tetapi ternyata tidak laku.

Film The Little Princess merupakan film berwarna berwarna Technicolor yang pertama bagi Temple. Film tersebut diproduksi tahun 1939 menjelang berakhirnya kontrak Temple dengan studio Fox.

Boneka Shirley Temple yang diproduksi Ideal Toys merupakan mainan laris sepanjang dekade 1930-an. Pakaian yang dikenakan boneka serupa dengan kostum yang dikenakan sang bintang dalam film-filmnya. Sekarang, boneka Shirley Temple yang asli bisa dihargai ratusan dolar di pasaran barang antik.

Busana dan pita rambut merek Shirley Temple juga merupakan produk yang laris. Lagu-lagu dari film Shirley Temple banyak yang menjadi lagu hit di radio, termasuk di antaranya “On the Good Ship Lollipop” (dari film Bright Eyes), “Animal Crackers in May Soup” (dari film Curly Top), dan “Goodnight My Love” (dari film Stowaway). Kepopuleran Shirley Temple menjadikannya tokoh dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk organisasi Palang Merah.

Pada tahun 1940, Temple yang sudah tidak lagi dikontrak studio Fox menyempatkan diri bersekolah di Sekolah Putri Westlake. Pada waktu itu dirinya sedang sibuk bermain film untuk studio MGM and Paramount. Film-filmnya yang sukses dari periode tersebut, antara lain: Since You Went Away dengan Claudette Colbert, The Bachelor and Bobby-Soxer dengan Cary Grant, dan Fort Apache dengan John Wayne. Pada tahun 1949, Shirley Temple, 21 tahun, mengundurkan diri dari layar perak.

Shirley Temple di masa senja. Foto via anadolu agency tr.

Shirley Temple dengan nama Shirley Temple Black terjun dalam politik sebagai anggota Partai Republik, namun gagal terpilih dalam Pemilihan Anggota Kongres AS tahun 1967. Black waktu itu mendukung keterlibatan AS di Vietnam. Walaupun demikian, Black sukses menduduki sejumlah pos diplomatik, dan menjadi wakil AS dalam berbagai konferensi internasional dan pertemuan tingkat tinggi.

Pada tahun 1969, Black ditunjuk sebagai anggota delegasi AS untuk PBB oleh Presiden Richard M. Nixon. Kariernya berlanjut sebagai Duta Besar AS untuk Ghana (1974–76). Pada tahun 1976, Black ditunjuk wanita pertama yang menjabat Kepala Protokol Amerika Serikat. Tugasnya mengatur semua urusan protokoler Departemen Luar Negeri. Dari tahun 1989 hingga 1992, Shirley Temple Black menjadi Duta Besar AS untuk Cekoslowakia dan menjadi saksi terjadinya Revolusi Beludru.

Black berkomentar tentang jabatannya sebagai Duta Besar, “Itulah pekerjaan terbaik yang pernah saya miliki.” Pada tahun 1987, Menteri Luar Negeri George Shultz mengangkatnya sebagai Honorary Foreign Service Officer yang pertama dalam sejarah Amerika Serikat.

Setelah pensiun sebagai diplomat, Black menjadi anggota dewan direktur beberapa perusahaan besar, di antaranya: The Walt Disney Company (1974–1975), Del Monte, Bancal Tri-State, dan Fireman’s Fund Insurance. Di bidang nonkomersial, Black menjadi anggota dewan Institut Kajian Internasional di Universitas Stanford, Council on Foreign Relations, Council of American Ambassadors, World Affairs Council, Komisi Amerika Serikat untuk UNESCO, Komite Nasional Hubungan AS-RRT, United Nations Association, dan US Citizen’s Space TaskForce.

Shirley Temple Black menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Santa Clara dan Universitas Lehigh. Penghargaan fellowship diterimanya dari College of Notre Dame, dan Chubb Fellowship dari Universitas Yale. Shirley kemudian tinggal di Woodside, California.

Pada tahun 1972, Black diketahui menderita kanker payudara dan mengalami mastektomi. Publik mengingatnya sebagai selebritas yang pertama kali mengidap kanker payudara. Dalam wawancara yang diterbitkan situs web American Cancer Society, aktris Barbara Barrrie berkata, “Shirley Temple Black adalah orang pertama yang mengatakan, di depan jaringan televisi nasional, “Saya menderita kanker payudara.” Bukan Betty Ford, melainkan Shirley Temple Black, mantan aktris cilik. Salah satu bintang film terbesar yang pernah dimiliki dunia. Juga, dia mengatakannya dengan begitu berani, karena dulunya, orang tidak pernah mengucapkan kata “kanker” dan “payudara,” tidak di depan umum.

Pada tahun 1999, Black dijadikan sampul majalah People dengan tambahan tulisan “Picture Perfect” untuk dirinya. Masih pada tahun yang sama, Black diliput untuk edisi spesial “Surviving Breast Cancer”, serta menghadiri upacara penyerahan Piala Oscar ke-70, dan menerima penghargaan Kennedy Center Honors.

Ayahnya bernama George Francis Temple (1888 – 1980), seorang usahawan dan bankir di Santa Monica, California. Ibunya bernama Gertrude Amelia Krieger (1893 – 1977). Shirley Temple memiliki dua orang kakak laki-laki, Jack (lahir tahun 1915), dan George Jr. (lahir tahun 1919).

Ibunya yang senang menari mendorongnya untuk menjadi seorang aktris. Ketika berkarier sebagai bintang cilik, Temple terus menerus ditemani Gertrude sang ibu. Skenario dihafalnya dengan bantuan sang ibu, dan begitu pula kostum yang dikenakannya selalu diatur sang ibu. Model rambut Shirley Temple yang terkenal dengan sebutan “Keriting Shirley Temple” juga diatur atas perintah ibunya. Ikal kecil pada rambutnya harus pas berjumlah 52 buah pada setiap kali pengambilan gambar.

Sewaktu berusia 17, Temple menikah dengan prajurit bernama John Agar (1921–2002) yang kemudian beralih profesi menjadi seorang aktor. Bersama Agar, Temple dikaruniai seorang anak perempuan, Linda Susan yang nantinya dikenal sebagai Susan Black (lahir 30 Januari 1948). Temple mengajukan permintaan cerai pada akhir tahun 1949, dan perceraian mereka disahkan pada 5 Desember 1950.

Pada awal tahun 1950, ketika berlibur di Hawaii, Temple bertemu dengan usahawan asal California, Charles Alden Black (1919–2005). Keduanya jatuh cinta dan menikah pada tanggal 16 Desember 1950. Pernikahan mereka hanya dipisahkan kematian Charles, 86 tahun, pada 4 Agustus 2005 akibat penyakit sumsum tulang syndrome myelodyplastic. Mereka dikaruniai dua orang anak, Charles Alden Black Jr. (lahir 29 April 1952) dan Lori Black (lahir 9 April 1954). Shirley Temple memiliki seorang cucu, Theresa Falaschi (lahir tahun 1980), dari Susan Black putri sulungnya.

Shirley Temple meninggal dunia pada 10 Februari 2014 di usia 85 tahun. (ard/diolah dari wikipedia)

Tags: Aktris CilikBintang Film CilikFilm Anak JadulFilm Anak TerkenalFilm Tempo DuluFilm Zaman DuluLegenda Film Anak AmerikaShirley TempleThe Little Rascals
ShareTweetSendShare
Previous Post

Optimis Bancassurance Kian Propektif, Muamalat dan Sun Life Lanjutkan Sinergi

Next Post

Dirilis, Dokumen Baru Soal Pembantaian Israel terhadap 49 Warga Palestina di Kafr Qasem

Mungkin Anda Juga Suka :

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

...

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

...

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

...

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

...

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Dirilis, Dokumen Baru Soal Pembantaian Israel terhadap 49 Warga Palestina di Kafr Qasem

Dirilis, Dokumen Baru Soal Pembantaian Israel terhadap 49 Warga Palestina di Kafr Qasem

Pembebasan 55 WNI Korban Trafficking di Kamboja Berhasil, 5 Lainnya dalam Proses

Pembebasan 55 WNI Korban Trafficking di Kamboja Berhasil, 5 Lainnya dalam Proses

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video