Avesiar – Surakarta
Sebuah tantangan bagi guru dalam mengajar anak-anak kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Hal ini terutama soal pengkondisian kelas dan memahamkan konsep-konsep dasar kepada murid. Tentu guru harus senantiasa melakukan inovasi, memperkaya media, serta teknik pembelajaran.
Dikutip dari Suara Muhammadiyah, Sabtu (20/8/2022), Esti Ambarwati, guru kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, melakukan inovasi pembelajaran Matematika untuk memahamkan konsep lambang dan nama bilangan kepada para muridnya.
Menghadapi 63 murid kelas IA, IB, dan IC, dengan berbagai karakter yang beraneka ragam, Ambar berinovasi menggunakan media pembelajaran kantong lambang dan nama bilangan dengan teknik permainan “play and pause.”
Konsep pembelajaran adalah membedakan lambang bilangan dan nama bilangan, sedangan tujuan pembelajaran diharapkan murid mampu mengenal lambang bilangan 1 sampai 10,” ungkap Ambar.
Di awal pembelajaran, murid bergandengan tangan membuat lingkaran besar. Selanjutnya guru menunjukkan satu spidol sebagai maskot.
Permainan dimulai dengan pemutaran lagu oleh guru. Selama pemutaran lagu, spidol maskot akan ikut diputar dari satu murid ke murid lainnya.
Ketika guru mem-pause atau menghentikan sementara lagu, murid yang memegang maskot tersebut segera mengambil nama atau lambang bilangan sesuai instruksi guru.
“Murid tersebut kemudian berlari dan memasukan ke dalam kantong nama atau lambang bilangan sesuai yang ia peroleh, dan begitu seterusnya” kata Ambar.
Aqueena Clarabella Khayla, murid kelas IB mengaku belajar dengan media kantong bilangan dan teknik bermain play dan pause sangat menyenangkan.
“Aku sangat senang dan tidak membosankan,” ujar Queena. (adm)













Discussion about this post