Avesiar – Moskow
Dolar dan euro akan menjadi mata uang yang dihindari Rusi dalam hubungan komersial, ekonomi, dan investasi dengan mitra. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Pankin dalam sebuah wawancara dengan TASS, bahwa mata uang tersebut telah menjadi “beracun” di tengah meningkatnya tekanan dari Barat.
“Melawan tekanan geopolitik yang berkembang dari ‘kolektif Barat’, satu-satunya cara untuk menjamin hubungan perdagangan, ekonomi, dan investasi yang stabil antara Rusia dan mitranya adalah dengan menghindari penggunaan mata uang yang telah menjadi ‘beracun’, terutama dolar AS dan euro, dan beralih ke penyelesaian dalam alternatif yang dapat diterima, terutama dalam mata uang nasional,” kata Pankin, dilansir kantor berita Rusia TASS, Sabtu (20/8/2022).
Diplomat itu mencatat bahwa sistem keuangan global saat ini yang dibangun oleh Washington telah terbukti tidak sesuai dengan kondisi tatanan dunia multipolar dan pada dasarnya telah menjadi instrumen untuk mencapai tujuan politik satu kelompok negara.
“Sangat jelas bahwa dalam kondisi saat ini Barat bermaksud untuk terus menyalahgunakan posisi istimewanya. Sangat menggembirakan untuk melihat bahwa banyak negara, melihat sanksi yang luar biasa dan tidak sah terhadap Rusia, berpikir tentang perlunya de-dolarisasi kegiatan ekonomi asing untuk memastikan kedaulatan mereka. Ternyata, jika ada kemauan politik, masalahnya cukup besar. bisa dipecahkan,” tambah Pankin. (dwi)













Discussion about this post