Avesiar – Gaza
Pembantaian dan membabibutanya pasukan zionis Israel ke Palestina hingga saat ini belum dihentikan. Korban terbunuh setiap hari semakin bertambah dan harus segera dihentikan. Para pelajar juga menjadi korban pembantaian pasukan zionis Israel yang juga menyasar wanita dan anak-anak.
Dikutip dari The New Arab, Selasa (16/1/2024), Kementerian Pendidikan Palestina mengumumkan bahwa 4.368 pelajar Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober di seluruh wilayah pendudukan.
Tidak hanya itu, sebanyak 7.817 pelajar lainnya terluka akibat agresi Israel yang sedang berlangsung. Di Tepi Barat yang diduduki, 41 mahasiswa tewas dan 282 terluka- sementara 85 orang juga ditangkap oleh pasukan Israel.
Di Gaza, 231 anggota fakultas tewas dan 756 luka-luka.
UN OCHA Menunjukkan Kondisi di dalam kamp darurat di Rafah
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB telah mengunggah video di akun X-nya yang merekam kondisi kamp darurat bagi warga Palestina yang terpaksa mengungsi akibat perang Israel di Gaza.
“Beberapa orang belum makan selama berhari-hari, anak-anak tidak punya pakaian musim dingin, tidak ada perawatan medis. Kebanyakan produk tidak tersedia di pasaran dan jika tersedia, harganya sangat mahal,” kata Olga Cherevko dari OCHA dari Rafah.
“Tempat berlindung adalah kebutuhan yang sangat besar dan tentu saja makanan, dan yang paling penting adalah perdamaian.”
(ard)













Discussion about this post