Avesiar – Jakarta
Pembantaian yang dilakukan tentara zionis Israel di Gaza, dikutip dari The New Arab, Ahad (30/6/2024), menyebabkan sekitar 10.000 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung tersebut menderita berbagai kecacatan. Pernyataan tersebut diumumkan sebuah LSM pada hari Sabtu.
Sedangkan kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa Sektor Rehabilitasi Jaringan LSM Palestina (PNGO) telah memperingatkan terhadap serangan Israel dan konsekuensi buruknya terhadap orang-orang di Gaza.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jaringan tersebut mengatakan ratusan penyandang disabilitas telah terbunuh, sementara ribuan lainnya terluka dalam perang sejak 7 Oktober.
Disebutkan, LSM tersebut menambahkan bahwa penghancuran infrastruktur utama oleh pasukan Israel, termasuk jalan dan pusat rehabilitasi telah sangat membatasi pergerakan dan akses terhadap layanan bagi para penyandang disabilitas.
“Hal ini secara signifikan mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan mobilisasi, mengungsi dengan aman, dan mengakibatkan hilangnya alat bantu penting, yang ditinggalkan saat menghadapi pemboman,” lapor Wafa, mengutip temuan dari LSM tersebut.
Penyandang disabilitas, seperti disoroti kelompok itu, semakin mengalami kesulitan di kamp pengungsian, karena kurangnya layanan dasar dan kepadatan yang berlebihan.
Pemblokiran bantuan oleh Israel, ditambah dengan kondisi beberapa wilayah Gaza yang berada di ambang kelaparan akibat perang, juga membuat akses terhadap makanan dan obat-obatan semakin sulit bagi para penyandang disabilitas.
LSM tersebut menegaskan kembali bahwa penyandang disabilitas sangat rentan terhadap malnutrisi dan penyakit kronis, yang secara signifikan meningkatkan risiko kematian mereka.
Ribuan anak kehilangan anggota tubuh sejak dimulainya perang di Gaza. Menurut perkiraan Al Jazeera pada bulan Februari, angka menunjukkan bahwa sekitar 10 anak kehilangan anggota tubuh setiap hari di Jalur Gaza sejak dimulainya perang.
Menurut Relief Web, sebelum 7 Oktober, 21 persen rumah tangga di Gaza memiliki setidaknya satu anggota keluarga penyandang disabilitas. Biro Pusat Statistik Palestina mengatakan jumlah ini berarti sekitar 58.000 orang penyandang disabilitas.
Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 37.834 warga Palestina di Gaza sejak Oktober dan melukai sedikitnya 86.858 lainnya dalam jangka waktu yang sama. (ard)













Discussion about this post