Avesiar – Jakarta
Usai pembatalan pertandingan Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv, yang dijadwalkan berlangsung di Birmingham pada hari Kamis, atas desakan lebih dari 26.000 orang di Inggris, konser orkestra Israel Philharmonic di Paris tidak luput dari unjuk rasa yang ditujukan atas genosida Israel pada perang di Gaza.
Dilansir The New Arab, Jum’at (7/11/2025), para pengunjuk rasa melemparkan suar yang sempat menyebabkan kepanikan di antara penonton dan membuat para musisi meninggalkan panggung. Hal itu terjadi di tengah kemarahan publik yang berkepanjangan atas perang Israel di Gaza. Meskipun polisi di sana kemudian menangkap empat orang terkait protes tersebut.
Aktivis pro-Palestina juga berdemonstrasi di luar pertunjukan Kamis malam di gedung konser Paris Philharmonic. Seorang pengunjuk rasa terdengar meneriakkan “Israel Pembunuh” sebelum suar merah diledakkan dua kali.
Disebutkan juga bahwa beberapa penonton menerjang para pengunjuk rasa, bahkan ada yang memukul mereka, sebagaimana ditunjukkan dalam rekaman video dari acara tersebut. Akhirnya para musisi kembali ke panggung untuk menyelesaikan konser.
Empat orang ditahan, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez dalam sebuah unggahan di X dan mengecam gangguan tersebut, dengan mengatakan “tidak ada yang bisa membenarkannya”.
Seruan untuk memboikot Israel, termasuk di bidang seni dan budaya, telah meningkat sejak Israel melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza pada Oktober 2023. Serangan tersebut semakin diakui sebagai genosida, termasuk oleh para ahli PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia terkemuka, termasuk Amnesty International.
Para pendukung boikot mengatakan bahwa Israel telah berusaha menutupi citranya melalui seni, budaya, dan olahraga sementara terus menduduki wilayah Palestina dan membunuh puluhan ribu warga Palestina. Mereka juga menyoroti bahwa Israel telah membunuh dan menahan warga Palestina dari berbagai bidang, termasuk seni, olahraga, dan media. (ard)












Discussion about this post