Avesiar – Jakarta
Buah kurma yang identik dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia pada bulan Ramadhan, terutama untuk berbuka puasa atau membatalkan puasa, sejatinya kaya manfaat untuk konsumsi sehari-hari bagi kesehatan tubuh. Sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan banyak dari para sahabat Nabi SAW suka menyantap kurma.
Secara sunnah, dianjurkan berbuka puasa dengan kurma yang mengandung gula alami tumbuhan karena bisa jadi solusi untuk mendongkrak energi secara instan, setelah seharian berpuasa.
Cara mengkonsumsi kurma pun bisa dengan berbagai cara. Mencampur adonan kurma dengan susu, keju, yogurt, atau dengan roti dan mentega untuk menjadikannya lebih nikmat. Adonan kurma bermanfaat bagi orang dewasa dan anak-anak, khususnya pada masa pemulihan dari cedera atau sakit.
Manfaat dari kurma di antaranya bebas dari masalah konstipasi, gangguan pencernaan, masalah jantung, anemia, disfungsi seksual, diare, kanker abdomen, dan kondisi-kondisi lain.
Kurma juga sangatlah baik untuk menaikkan berat badan. Kurma kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Buah kurma yang lezat ini mengandung minyak, kalsium, sulfur, zat besi, potassium, fosfor, mangan, tembaga, dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan.
Beberapa ahli kesehatan berkata bahwa mengkonsumsi satu buah kurma per hari diperlukan untuk pola makan yang seimbang dan sehat.
Manfaat kesehatan dari kurma telah menjadikan buah ini sebagai bahan baku terbaik untuk perkembangan otot.
Beberapa penelitian medis mengungkap bahwa mengonsumsi buah kurma dalam bilangan genap misalnya 2, 4, 6, 8, dan seterusnya akan menghasilkan gula dalam darah dan potassium tanpa memberi banyak energi.
Berbeda halnya ketika kurma dimakan dalam jumlah ganjil. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. menunjukkan bahwa kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan.
Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer.
Penelitian yang dilakukan oleh Wasseem Rock DKK, menyimpulkan kurma memiliki efek menguntungkan pada asam lemak jenuh dan stres oksidatif. Hal ini sering dikaitkan dengan masalah jantung dan berpotensi untuk mencegah atherogenesis yang mengarah ke penyakit kardiovaskular.
Rock menyebutkan bahwa kurma kaya berbagai phytochemical yang juga membantu mencegah penyakit jantung. Selanjutnya, kurma juga merupakan sumber potasium yang kaya. Terbukti kurma dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung.
Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan, mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, maka tubuh bisa mengubahnya menjadi karbohidrat. Manfaatnya yakni menambah energi dalam tubuh dan mengembalikan stamina. Tentu ini bisa menjadi solusi untuk mendongkrak energi secara instan setelah seharian berpuasa.
Di sisi lain, hasil kesimpulan penelitian tahun 2019 bertajuk Effect of Eating Even or Odd Number of Dates, on Blood Glucose Level oleh Al-Robaiaay, dkk., bahwasanya tidak terdapat perbedaan antara konsumsi daging kurma ganjil dan genap jika ditinjau dari glikemik terhadap kadar glukosa pada keadaan puasa dan postprandial.
Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)












Discussion about this post