Avesiar – Jakarta
Pemangkasan sebanyak 7.500 karyawan akan berlangsung di Unilever secara global. Tidak hanya itu, dikutip dari The Guardian, Selasa (19/3/2024), perusahaan tersebut juga akan memisahkan divisi es krimnya sebagai bagian dari perombakan yang bertujuan untuk menghemat sekitar 800 juta euro atau 684 juta poundsterling selama tiga tahun ke depan.
Sebagai informasi, bahwa perusahaan barang konsumen, yang mereknya berkisar dari mayones Marmite dan Hellmann hingga sabun Dove, deodoran Lynx, dan pemutih Domestos, mempekerjakan 128.000 orang di seluruh dunia, termasuk 6.000 orang di Inggris.
Perusahaan itu mengatakan bahwa para staf akan diajak berkonsultasi mengenai pemotongan tersebut. Hein Schumacher yang ditunjuk sebagai CEO pada Januari 2023, dan mengambil alih jabatan Alan Jope pada musim semi lalu, mengatakan akan ada sejumlah PHK di kantor pusat Unilever di London, dan beberapa di unit bisnis di negara lain.
Unilever menyebut program produktivitas tersebut untuk menghasilkan penghematan biaya sekitar 800 juta euro selama tiga tahun ke depan dan mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnis es krimnya.
Divisi ini menghasilkan lima dari 10 merek es krim terlaris di dunia, termasuk Wall’s, Magnum, dan Ben & Jerry’s, termasuk yang memproduksi Cornetto, Viennetta, Carte d’Or dan Breyers, yang terkenal di AS.
Dikatakan, pemisahan divisi tersebut, yang memiliki pendapatan tahunan sebesar 7,9 miliar euro dan menyumbang 16 persen dari penjualan grup, merupakan hasil yang paling mungkin terjadi, meskipun Unilever juga mempertimbangkan opsi lain. Pihaknya memperkirakan spin-off akan selesai pada akhir tahun 2025.
Usai pemisahan, Unilever akan memiliki empat divisi yaitu kecantikan dan kesejahteraan, perawatan pribadi, perawatan rumah, dan nutrisi.
Saham Unilever naik lebih dari 3 persen pada hari Selasa, menjadikannya saham dengan kenaikan tertinggi di FTSE 100. (ard)












Discussion about this post