Avesiar – Jakarta
Solidaritas pro-Palestina seakan menjadi sebuah kengerian untuk disuarakan di Berlin, Jerman, di tengah berkecamuknya pertumpahan darah di Gaza oleh Israel.
Dalam pemberitaan yang diterbitkan TRT World, baru-baru ini, dikutip bahwa Dalam empat bulan terakhir sejak Israel terlibat dalam pertumpahan darah di Gaza, polisi Jerman terus mencari mangsa, siap menerkam setiap protes solidaritas pro-Palestina di kota tersebut.
Disebutkan, Berlin adalah rumah bagi diaspora Palestina terbesar di luar Timur Tengah, dengan perkiraan jumlah melebihi 30.000 orang.
Terletak di sisi tenggara pusat kota Berlin, distrik Neukolln dihuni oleh sebagian besar penduduk Arab di Berlin, termasuk warga Palestina.
Wilayah itu dahulu merupakan wilayah yang ramai, dengan restoran falafel dan pembeli timur tengah di jalan Sonnenallee, yang juga dikenal sebagai jalan Arab di Berlin, distrik ini tidak lagi ramai. Sebaliknya, ketakutan akan kekerasan polisi dan kesedihan akibat perang Gaza terlihat jelas di sini.
Suasana sosial menjadi begitu tidak bersahabat sehingga para guru memanggil polisi untuk menangani anak-anak.
Seorang sosiolog dan aktivis hak asasi manusia di Neukolln, May Zeidani, sangat memperhatikan taktik keras negara Jerman terhadap aktivisme solidaritas untuk Palestina.
Para orang tua di Neukolln mengkhawatirkan anak-anak mereka, kata Zeidani, dikutip dari TRT World, “Anak-anak dilarang mengatakan apa pun di sekolah. Mereka diberitahu untuk tidak mengatakan bahwa mereka adalah orang Palestina atau menulis atau mengatakan Merdekakan Palestina”.
Ibu Zeidani adalah seorang Yahudi, dan ayahnya adalah seorang Muslim Palestina. Meskipun ia telah tinggal di Berlin selama lebih dari 20 tahun, ia memberikan gambaran kelam tentang masa depan Jerman dan mengungkapkan kurangnya harapan bagi negara tersebut.
“Saya tidak pernah mengharapkan apa pun, baik dari Israel maupun dari Jerman. Saya benar-benar tidak yakin keduanya memiliki tulang punggung moral atau semacamnya,” kata Zeidani kepada TRT World. (ard)













Discussion about this post