Avesiar – Jakarta
Trump mengatakan dia ingin “mengambil minyak di Iran” dan dapat merebut pusat ekspor Pulau Kharg. Hal itu dungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times yang diterbitkan pada hari Minggu, dikutip dari The New Arab, Rabu (1/4/2026).
Ia juga membandingkan potensi langkah tersebut dengan Venezuela, di mana AS bermaksud untuk mengendalikan industri minyak “tanpa batas waktu” setelah penangkapan pemimpin Nicolas Maduro pada Januari lalu.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil alih minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan: ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tetapi mereka adalah orang-orang bodoh,” kata Presiden AS kepada surat kabar tersebut.
Sementara itu, Iran terus mempertahankan diri dan terus melakukan serangan balasan ke Israel dan pangkalan serta basis-basis militer AS di Timur Tengah. Iran juga melancarkan serangan baru terhadap Israel, Kuwait, dan Arab Saudi setelah fasilitas listriknya diserang selama akhir pekan, memutus aliran listrik ke sebagian Teheran dan daerah sekitarnya. (ard)













Discussion about this post