Avesiar – Jakarta
Setelah selama satu setengah abad memproduksi batubara, pembangkit listrik tenaga batu bara Inggris, Senin (30/9/2024), dilansir Engadget, mengakhiri operasionalnya sebelum ditutup untuk selamanya di negara itu.
Pembangkit listrik Ratcliffe-on-Soar di Nottinghamshire adalah yang terakhir dari jenisnya setelah Inggris berkomitmen pada tahun 2015 untuk menutup semua pembangkit listrik tenaga batu bara pada tahun 2025. Ratcliffe awalnya dijadwalkan untuk ditutup pada tahun 2022 tetapi tetap dibuka setelah Rusia menginvasi Ukraina dan Eropa mengalami krisis gas.
Produsen listrik tersebut pernah memiliki 3.000 teknisi, namun sekarang hanya mempekerjakan 170 staf. Kelompok itu akan berkumpul untuk menonton siaran langsung penutupan pembangkit listrik, dan lebih dari 100 dari mereka akan bekerja untuk menonaktifkan pembangkit listrik tersebut selama dua tahun ke depan. Banyak karyawan lainnya akan memasuki pekerjaan baru di berbagai pembangkit listrik milik Uniper, pemilik Raticliffe dari Jerman, sementara yang lain akan mengikuti program pelatihan untuk bekerja pada aspek lain dari industri tersebut.
Disebutkan, Inggris membuka pembangkit listrik tenaga batu bara pertama di dunia pada tahun 1882, Holborn Viaduct di London, dengan bantuan Edison Electric Light Company milik Thomas Edison. Batubara telah memainkan peran utama di Inggris hingga baru-baru ini.
Menurut laporan dari lembaga pemikir energi Ember, batu bara bertanggung jawab atas 39 persen pasokan energi Inggris pada tahun 2012 tetapi menyusut menjadi hanya dua persen pada tahun 2019. Penurunan produksi batu bara dilaporkan sama dengan dua kali lipat jumlah semua gas rumah kaca yang digunakan di Inggris pada tahun 2023.
Antara tahun 2012 dan 2023, pembangkitan tenaga angin dan surya juga meningkat dari enam persen menjadi 34 persen dari pangsa energi Inggris. Inggris masih memiliki jalan panjang, tetapi langkah ini telah menjadikannya negara G7 pertama yang menghapus semua produksi tenaga batu bara. (ard)













Discussion about this post