• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Youth Campuss Story

Mahasiswa Fikom Mercu Buana Menelusuri Sejarah dan Budaya di Pecinan Glodok dalam Konteks Komunikasi Antar Budaya

by Avesiar
24 November 2024 | 11:53 WIB
in Campuss Story
Reading Time: 4 mins read
A A
Mahasiswa Fikom Mercu Buana Menelusuri Sejarah dan Budaya di Pecinan Glodok dalam Konteks Komunikasi Antar Budaya

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana melakukan kunjungan edukasi ke kawasan bersejarah Pecinan Glodok Jakarta Barat, Senin (18/11/2024). Foto: istimewa

Avesiar – Jakarta

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana melakukan kunjungan edukasi ke kawasan bersejarah Pecinan Glodok Jakarta Barat, Senin (18/11/2024). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.30 tersebut bertujuan memahami komunikasi antar budaya melalui jejak sejarah dan keberagaman budaya di kawasan tersebut.

Kunjungan edukasi dan penelusuran sejarah yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana ke beberapa situs bersejarah di kawasan Pecinan Glodok.

Rombongan Mahasiswa gabungan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana itu dibimbing oleh dosen mata kuliah Komunikasi Antar budaya Rosmawaty Hilderiah P., Dr., S.Sos., M.T., di mana di dalamnya termasuk kelompok 11 yang beranggotakan Glory Tambajong, Tasha Korompis, dan Balqis Zahra.

Tim mahasiswa yang mengunjungi kawasan bersejarah Pecinan Glodok Jakarta Barat. Foto: istimewa

Mereka mengunjungi Bangunan Candra Naya, Vihara Dharma Bakti, Gereja Khatolik Santa Maria de Fatima, Klenteng Toasebio, Pantjoran Tea House, dan kawasan Petak Enam Glodok yang terkenal.

Kunjungan bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang komunikasi antar budaya, melalui pengamatan langsung terhadap keberagaman budaya dan sejarah yang ada di kawasan Pecinan Glodok. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan dipandu oleh pemandu wisata lokal yang memahami sejarah kawasan tersebut. Setiap kelompok melakukan observasi, dokumentasi di lokasi setempat.

Sejarah Singkat Lokasi Kunjungan

Bangunan Candra Naya

Bacaan Terkait :

Peduli Bahaya Pelecehan Seksual, Mahasiswa FIKOM Mercu Buana Gelar Talkshow Educhation untuk Generasi Muda

Load More

Bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1807 ini merupakan kediaman Mayor Khouw Kim An, pemimpin komunitas Tionghoa terakhir di Batavia. Arsitektur bangunan mencerminkan perpaduan gaya Tionghoa Selatan dengan sentuhan kolonial Belanda. Saat ini, bangunan tersebut menjadi saksi bisu kejayaan komunitas Tionghoa di Jakarta.

Vihara Dharma Bakti

Didirikan pada tahun 1650 dengan nama awal Kwan Im Teng, vihara ini merupakan tempat ibadah tertua di Jakarta. Vihara ini pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 2015, namun berhasil direnovasi dan tetap mempertahankan nilai sejarahnya. Arsitektur vihara menunjukkan ciri khas bangunan Tionghoa klasik.

Gereja Katolik Santa Maria de Fatima

Gereja yang didirikan pada tahun 1954 ini memiliki keunikan tersendiri karena mengadopsi arsitektur Tionghoa. Awalnya merupakan sebuah kelenteng yang kemudian dialihfungsikan menjadi gereja Katolik. Bangunan ini menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Katolik di Jakarta.

Klenteng Toasebio

Klenteng Toasebio didirikan pada tahun 1650 oleh komunitas Tionghoa di Batavia (sekarang Jakarta). Tujuan utama pendirian klenteng ini adalah sebagai tempat peribadatan dan pusat kegiatan sosial bagi masyarakat Tionghoa. Klenteng ini memiliki arsitektur yang khas dengan nuansa Tionghoa, termasuk atap yang melengkung dan ornamen-ornamen yang kaya. Desainnya mencerminkan tradisi budaya Tionghoa yang kuat.

Selain sebagai tempat ibadah, Toasebio juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya bagi komunitas Tionghoa. Klenteng ini sering mengadakan berbagai perayaan, seperti Imlek, yang menarik banyak pengunjung. Warisan Budaya Klenteng Toasebio diakui sebagai situs warisan budaya yang penting, tidak hanya bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Pantjoran Tea House 

Terletak tepat di pertigaan antara Jalan Pancoran dan Jalan Hayam Wuruk, minuman teh di tempat ini ternyata pernah menjadi minuman penyelamat nyawa warga Tionghoa di Glodok. Dikutip dari situs Pantjoran Tea House pada tahun 1629, dalam serangan kedua pasukan Mataramke Batavia menyebabkan Sungai Ciliwung sebagai satu-satunya sumber air bersih tercemar. Banyak warga Batavia yang meninggal akibat wabah disentri dan kolera. Tetapi, jumlah korban dari warga Tionghoa justru sedikit. Dipercaya tradisi warga Tionghoa menyeduh teh dengan air panas telah menyelamatkan nyawa mereka.

Petak Enam Glodok

Kawasan bersejarah yang sejak abad ke-17 menjadi pusat perdagangan dan permukiman masyarakat Tionghoa di Batavia. Nama Petak Enam berasal dari pembagian lahan pada masa kolonial Belanda. Hingga kini, kawasan ini tetap menjadi pusat perdagangan yang ramai dan menyimpan berbagai warisan kuliner Tionghoa.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana komunikasi antar budaya telah membentuk identitas kawasan Glodok sebagai melting pot berbagai budaya di Jakarta. Para mahasiswa juga berkesempatan mempelajari bagaimana nilai-nilai toleransi dan harmoni antar budaya tetap terjaga hingga saat ini di kawasan tersebut.

“Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi kami mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana komunikasi antar budaya terjadi dalam konteks sejarah dan kehidupan sehari-hari di kawasan Pecinan Glodok,” ujar Tria Maulidia, salah satu Mahasiswa yang mengikuti studi lapangan.

Di akhir kunjungan, mahasiswa diminta untuk menyusun laporan hasil observasi yang mencakup analisis komunikasi antar budaya yang terjadi di kawasan Pecinan Glodok, serta refleksi pribadi mengenai pembelajaran yang didapat dari kunjungan tersebut. (app/pro)

Tags: Budaya di Pecinan GlodokGereja Katolik Santa Maria de FatimaKegiatan MahasiswaKlenteng ToasebioKomunikasi Antar BudayaPantjoran Tea HousePetak Enam GlodokSejarah di Pecinan GlodokVihara Dharma Bakti
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lima Juara MTQ Internasional Menerima Hadiah Rp125 Juta dari Kemenag

Next Post

Kejam Menyerang Rumah Sakit, Israel Telah Membunuh Lebih dari 1.000 Petugas Medis di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka :

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

...

Kuliah Umum Dies Natalies ke-15 Tanri Abeng University Menghadirkan Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia

Kuliah Umum Dies Natalies ke-15 Tanri Abeng University Menghadirkan Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia

5 Maret 2026

...

Biar Mahasiswa Baru Lebih Siap, Inilah 14 Daftar yang Perlu Disiapkan Saat Masuk Kuliah

Biar Mahasiswa Baru Lebih Siap, Inilah 14 Daftar yang Perlu Disiapkan Saat Masuk Kuliah

7 September 2025

...

Gelar Rapat Senat dan Wisuda Sarjana, Tanri Abeng University Membahas Ancaman Pengangguran Diatasi dengan Investasi SDM

Gelar Rapat Senat dan Wisuda Sarjana, Tanri Abeng University Membahas Ancaman Pengangguran Diatasi dengan Investasi SDM

6 September 2025

...

Mahasiswa FIKOM Mercu Buana Ajak Siswa Sekolah Master Indonesia Bersuara Lewat Karya Visual

Mahasiswa FIKOM Mercu Buana Ajak Siswa Sekolah Master Indonesia Bersuara Lewat Karya Visual

8 Juni 2025

...

Load More
Next Post
Sahur Berdarah Ketika Israel Biadab Membom 36 Anggota Keluarga yang Bersiap Makan

Kejam Menyerang Rumah Sakit, Israel Telah Membunuh Lebih dari 1.000 Petugas Medis di Gaza

Viral Transgender Umroh Berhijab, MUI Tegaskan Operasi Kelamin Haram dan Tidak Bisa Mengubah Statusnya

Viral Transgender Umroh Berhijab, MUI Tegaskan Operasi Kelamin Haram dan Tidak Bisa Mengubah Statusnya

Discussion about this post

TERKINI

Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

27 Juli 2026

Mahkamah Konstitusi Putus Uji Materi Biaya Pendidikan yang Diajukan Empat Mahasiswa UT

26 Juli 2026

Ijtima Ulama Indonesia Tegaskan Dukungan Mengawal Pembangunan Nasional di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

25 Juli 2026

Mencengangkan, Taipan SK Hynix Korea Selatan Harus Membayar Uang Cerai ke Mantan Istri Sebesar 644 Juta Dolar

24 Juli 2026

Hana Nabila Bustami, Kejar Cita-cita ke Inggris di Jurusan Mechanical Engineering with Aeronautics

24 Juli 2026

Agusnadi “The Social Trainer”, Eks Supir Angkot yang Kini Chief Learning & Communications Strategist

24 Juli 2026

Ingin Dongkrak Wisatawan Usai Dihantam Iran, Dubai  Tawarkan Hadiah Bagi Warganya yang Membantu

23 Juli 2026

Diwakili 87 Organisasi di Bawah MUI, KUII ke-8 Pada 26-28 Juli Bahas Hukuman Khusus Bagi Koruptor

23 Juli 2026

Dua Pangkalan AS di Yordania Rusak Dihantam Rudal dan Drone Iran, Tentara AS Tewas dan Luka-luka

22 Juli 2026

Indonesian Education Digitalization Accelerated, President Prabowo Reaffirms Government Commitment

21 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video