Avesiar – Jakarta
Rezim yang didominasi oleh Partai Baath selama enam puluh satu tahun kekuasaannya di Suriah, dimulai pada tahun 1963 dengan kudeta, telah berakhir saat pasukan oposisi merebut kendali ibu kota Damaskus, Ahad (8/12/2024), dilansir TRT World.
Melalui kudeta pada bulan Maret 1963, Partai Baath Sosialis Arab memulai kekuasaannya. Hafez al-Assad, ayah dari penguasa terakhir Suriah Bashar al-Assad, pada tahun 1970 mengonsolidasikan kekuasaan melalui kudeta internal partai dan memangku jabatan presiden pada tahun 1971.
Setelah ayahnya meninggal pada tahun 2000, Bashar al-Assad menggantikan, dan melanjutkan kekuasaan Partai Baath.
Saat diterbitkannya berita ini, nasib dan keberadaan Bashar al-Assad belum jelas. Meskipun beredar rumor bahwa ia melarikan diri dari Damaskus dengan pesawat ke kota Homs.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, pihak oposisi Suriah mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan Damaskus dan menggulingkan rezim Presiden Bashar al Assad yang berkuasa selama 24 tahun, dan menambahkan bahwa semua tahanan telah dibebaskan.
Para pengunjuk rasa bangkit melawan rezim pada Sabtu malam di lingkungan Damaskus, sementara pasukan rezim menarik diri dari lokasi-lokasi penting seperti kementerian pertahanan, kementerian dalam negeri, dan bandara internasional.
Rezim telah kehilangan sebagian besar kendalinya atas ibu kota setelah para pengunjuk rasa masuk ke area-area penting. Termasuk dibebaskannya para tahanan di Penjara Sednaya di Damaskus, yang dikenal karena hubungannya dengan rezim dan praktik penyiksaan yang terkenal, oleh para demonstran yang menyerbu fasilitas tersebut. (ard)











Discussion about this post