Avesiar –Jakarta
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk imam masjid se-Jabodetabek yang berlangsung di Kota Bekasi resmi dibuka Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Jum’at (20/12/2024).
Pada kesempatan itu, Menag mengatakan bahwa MTQ untuk para imam sendiri baru pertama kali ada di Indonesia. “Kita berharap tahun-tahun berikutnya itu bisa meningkat ke tingkat nasional. Ini masih di Jabodetabek, tahun berikutnya insya Allah tingkat nasional,” terangnya dikutip dari laman Kemenag.
MTQ untuk imam masjid ini, menurut Nasaruddin Umar, adalah bagian dari upaya memberdayakan imam-imam di masyarakat. Ia menyebut, jika umat Islam ingin maju, maka harus mulai dari memberdayakan imam masjidnya.
Program tersebut, imbuhnya, selain untuk memperkenalkan dan menyiarkan Al-Qur’an, juga untuk mengkader imam supaya nanti tampil sebagai imam yang percaya diri dan punya keterampilan-keterampilan dalam bidang Al-Qur’an.
“Sekarang ada sekitar 850.000 masjid, belum termasuk musala dan langgar. Semua itu membutuhkan imam, dan ini adalah satu wadah untuk melahirkan imam-imam yang berkualitas,” ucapnya.
Menteri Agama juga mengatakan, banyak negara sangat berminat untuk dikirimkan imam masjid dari Indonesia untuk memimpin salat dan kegiatan keagamaan mereka. Negara-negara tersebut, lanjutnya, seperti Amerika, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Kebanggaan itu, kata Menag, juga diakui dengan menonjolnya kualitas peserta Indonesia setiap kali ada MTQ Internasional di negara-negara Arab. “Semoga ini menjadi awal yang baik dan terus berkembang menjadi ajang yang memperkuat ikatan umat serta memajukan kualitas imam di Indonesia,” tutup Menag. (adm)













Discussion about this post