• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Keluar dari Zona Nyaman, Anak-anak Muda Ini Nggak Takut

by Ave Rosa
25 Desember 2024 | 23:12 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Keluar dari Zona Nyaman, Anak-anak Muda Ini Nggak Takut

Ilustrasi. Foto: Freepik

KAMU KUAT – Jakarta

Zona nyaman atau comfort zone adalah istilah populer yang dianggap mewakili perasaan nyaman pada kondisi yang sudah ada. Ketika kita merasakan semua berjalan dengan semestinya, namun tanpa disadari ternyata selama ini belum ada pencapaian yang didapat.

Mungkin zona nyaman terasa seperti tempat terbaik, tapi di balik rasa nyaman itu, ada tantangan dan potensi yang menunggu untuk ditemukan di luar sana. Dan itu tentunya bukan di zona nyaman atau comfort zone.

Dikutip dari Hallo Sehat, (25/12/2024), istilah “zona nyaman” atau dalam bahasa Inggris comfort zone, pertama kali dipopulerkan oleh Alasdair White, seorang pencetus teori manajemen bisnis pada tahun 2009. Menurutnya, zona nyaman adalah keadaan saat segalanya terasa akrab dan mudah sehingga Anda tidak mengalami banyak stres.

Jika dahulu istilah ini hanya dikenal di kalangan dewasa yang bekerja sebagai professional atau karyawan di berbagai bidang, kini “zona nyaman” juga semakin akrab dikenal dalam keseharian kalangan remaja dan anak muda.

Bagaimana mereka menyikapi apa yang disebut zona nyaman atau comfort zone, serta seperti yang dimaksud di sisi generasi ini. Yuk, kita simak komentar teman-teman kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! berikut.

Keisha Farsyah, siswi kelas XI, SMAN 2 Kota Tangerang Selatan

Keisha Farsyah, siswi kelas XI, SMAN 2 Kota Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Pengalaman Keisha Farsyah keluar zona nyaman adalah ketika ia mencoba cari hobi dan pengalaman baru.

Bacaan Terkait :

Gen Z alias iGeneration, Inilah Karakteristik dan Ciri-ciri Generasi Kamu

Optimistis Menjalani Babak Baru, Muamalat Lakukan Right Issue

Load More

“Aku orangnya takut gagal dan malu gagal, makanya dari dulu aku jarang ikut lomba-lomba dan olimpiade. Tapi ketika banyak yang men-support bakat dan potensiku, khususnya ibuku, aku merasa perlu banget sertifikat prestasi untuk masuk ke PTN nanti. Dari situ, aku sadar kalau keluar dari zona nyaman itu penting banget. Karena kalau kita stay di zona nyaman, kita ngga bakal berkembang karena ngga punya pengalaman yang banyak,” ujarnya

Dari sanalah ia mulai ikut Olimpiade Sains Nasional secara online. Dan ia pernah meraih juara 1 olimpiade bahasa Inggris. Sejak itu Keisha merasakan dampak baik yang bisa didapatkan dengan keluar dari zona nyaman. Sebagai contoh, lanjutnya, meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, mengenal potensi diri dan membuka peluang baru seperti di bidang karier.

“Trik dari aku supaya bisa keluar dari zona nyaman itu ubah pola pikir, belajar dari kesalahan atau pengalaman, dan memulai perubahan dari hal yang kecil. Menurut aku kenyamanan tidak akan membawa kita ke tempat baru. Berani melangkah keluar adalah awal dari pertumbuhan dan kesuksesan,” ujarnya.

Selvia Melinda, mahasiswi semester 7, Stikes Banten

Selvia Melinda, mahasiswi semester 7, Stikes Banten. Foto: istimewa

Berbeda halnya dengan Selvia Melinda yang menyebut bahwa zona nyaman bukan hanya tentang prestasi, namun di lingkaran pertemanan ternyata ada juga istilah zona nyaman.

“Aku pernah  berada di lingkungan pertamanan yang menurut aku toxic. Sedangkan aku orangnya sangat-sangat ngga bisa menolak. Aku bener-bener selalu berusaha membantu mereka ketika mereka minta tolong tanpa memikirkan diri sendiri yang sedang capek atau sedang sedih. Yang Ada di pikiranku, aku harus bantu. Karena kalau aku tidak bantu, aku takut di saat aku butuh bantuan, ngga ada yang mau bantu aku,” bebernya.

Hingga akhirnya Selvia mengakui ia merasa lelah dengan sifat “nggak enakan” itu. Akhirnya, imbuhnya, perlahan-lahan mulai mencoba keluar dari zona nyaman dari pertemanan toxic tersebut. Ia mengakui lumayan sulit dan butuh waktu beberapa tahun untuk bisa keluar dari zona itu.

“Efeknya, aku merasa lega lebih tenang, lebih fokus ke diri sendiri, kepercayaan diri aku mulai tumbuh, aku sudah bisa berkata “tidak” dan mengikuti kata hati. Menurut aku, berani keluar dari zona nyaman itu bisa menjadi langkah pertama menuju kebebasan dan kebahagiaan sejati. Kamu layak mendapatkan yang lebih baik untuk diri kamu sendiri,” ucapnya mantap.

Nadia Rezki Putri Wulandari ,siswi kelas 12, SMA BOASH Bogor

Nadia Rezki Putri Wulandari ,siswi kelas 12, SMA BOASH Bogor. Foto: istimewa

Berubah dari zona nyaman juga dirasakan oleh Nadia Rezki. Namun, pengalaman ini cukup mengharukan.

“Aku anak bungsu yang hidupnya enak banget. Ada kakak cewek yang selalu jagain aku,  jadi tempat aku ngadu. Apa-apa dia yang ngalah, dia yang bantuin aku kalau ada masalah. Rasanya nggak ada yang perlu aku takutin selama ada dia.”

Semua itu, lanjutnya, berubah ketika kakak yang disayanginya meninggal karena sakit. Akhirnya ia cuma tinggal dengan Mamanya. Sedangkan Papanya kerja di luar kota sehingga jarang ada di rumah.

“Rasanya kayak aku kehilangan semuanya sekaligus. Jujur awalnya terasa berat, pengen curhat kesedihanku kepada Mama. Tapi kehilangan Mama pun lebih berat dari pada aku. Pelan-pelan, aku mulai sadar, kalau aku nggak bisa terus kayak gini. Aku ngga bisa maratapi kehilanganku,” ucapnya.

Nadia mengatakan ia merasa harus keluar dari zona nyaman anak bungsu yang selalu manja dan dimanja. Zona nyaman tersebut sudah harus diakhiri karena ia yakin Mama membutuhkannya juga. Apalagi sekarang cuma ada dirinya bersama Sang Ibunda di rumah. Jadi, ia mulai belajar agar mandiri.

“Aku bantuin Mama masak, beberes rumah, ngurus hal-hal kecil yang dulu aku nggak pernah pikirin. Hal-hal yang biasa jadi tugas kakak, akhirnya aku coba ambil alih. Sekarang aku memang sedang keluar dari zona nyamanku yang lama dan mulai mencari zona nyamanku yang baru. Tidak mudah dan tidak nyaman, tapi aku harus mencoba dan harus bisa,” tegasnya.

Wuihh, guys. Berani melangkah keluar dari zona nyaman adalah awal dari perjalanan luar biasa mungkin Tidak mudah dan lancar, namun semua butuh proses, tekad. dan kepercayaan diri. Jangan takut menghadapi tantangan, karena setiap langkah yang diambil akan membawamu lebih dekat ke versi terbaik dirimu.

Kamu harus percaya bahwa kamu lebih kuat dari yang kamu bayangkan. Yuk, mulai dari sekarang! Karena keberanianmu adalah kunci perubahan. Jangan lupa berdoa dan minta restu serta ridho orang tuamu. (Resty)

Tags: Berani BerubahLingkungan ToxicMenjauhkan ToxicOptimistisPengalaman BaruPengalaman PositifRemaja Zaman NowSuasana PositifZona Nyaman
ShareTweetSendShare
Previous Post

Suramnya Natal di Betlehem Akibat Genosida yang Dilakukan Israel di Gaza

Next Post

Media Streaming atau Media Pengaliran Sebagai Metode Pengiriman Konten

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Media Streaming atau Media Pengaliran Sebagai Metode Pengiriman Konten

Media Streaming atau Media Pengaliran Sebagai Metode Pengiriman Konten

Ransomware Menyerang Bank Terbesar Cina yang Mengganggu Pasar Treasury AS

Microsoft Ingin Menambahkan Lebih Banyak Model ke Copilot 365 yang Tidak Dibuat OpenAI

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video