Avesiar – Jakarta
Perempuan transgender akan dilarang berkompetisi di kategori perempuan di semua cabang olahraga Olimpiade oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Dikutip dari TRT World, Selasa (11/11/2025), hal itu menyusul “tinjauan ilmiah” mengenai keunggulan fisik yang terkait dengan pubertas laki-laki, lapor The Times.
Kebijakan baru itu, menurut harian Inggris tersebut pada Senin, diperkirakan akan diumumkan awal tahun depan di bawah Presiden IOC Kirsty Coventry, menindaklanjuti temuan bahwa manfaat fisik dari terlahir sebagai laki-laki “tetap ada bahkan setelah mengalami supresi testosteron.”
Seorang dokter kedokteran olahraga asal Kanada, direktur medis dan ilmiah IOC, dan mantan atlet dayung Olimpiade, Dr. Jane Thornton, mempresentasikan tinjauan dimaksud pekan lalu di Lausanne, Swiss.
“Presentasi itu sangat ilmiah, faktual, dan tanpa emosi yang dengan jelas memaparkan bukti-buktinya,” ujar seorang sumber yang mengetahui pertemuan tersebut kepada The Times, menambahkan bahwa umpan balik dari anggota IOC “sangat positif.”
Aturan yang akan datang akan menggantikan pedoman IOC sebelumnya yang mengizinkan atlet transgender untuk berkompetisi dengan kadar testosteron yang rendah, sebuah kerangka kerja yang menyerahkan keputusan kelayakan kepada masing-masing cabang olahraga.
Mantan perenang Olimpiade dari Zimbabwe, Coventry, yang menjabat tahun ini, mengatakan pendekatan komite tersebut bertujuan untuk “menekankan perlindungan kategori wanita” sambil mempertahankan “pendekatan ilmiah” dalam koordinasi dengan federasi internasional.
Perdebatan mengenai kelayakan transgender telah terlihat jelas dalam kompetisi Olimpiade baru-baru ini.
Perdebatan serupa telah terjadi di cabang olahraga lain seperti pada World Aquatics dan World Athletics yang telah melarang perempuan transgender dari kompetisi perempuan.
Pengumuman kemungkinan akan dilakukan paling cepat pada bulan Februari, dalam sesi IOC sebelum Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina, sambil menunggu tinjauan hukum akhir atas aturan baru tersebut. (ard)













Discussion about this post