• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
  • KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Gadget

TikTok Diminta Uni Eropa Mengubah ‘Desain yang Adiktif’, Snapchat selanjutnya yang akan dipantau

by Ave Rosa
6 Februari 2026 | 23:54 WIB
in Gadget
Reading Time: 3 mins read
A A
TikTok Diminta Uni Eropa Mengubah ‘Desain yang Adiktif’, Snapchat selanjutnya yang akan dipantau

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

TikTok sebagaimana dinyatakan Komisi Eropa, telah melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA) Uni Eropa karena desainnya yang adiktif, serta memperingatkan bahwa fitur-fitur seperti pengguliran tak terbatas, pemutaran otomatis, pemberitahuan push, dan sistem rekomendasi yang sangat personal menimbulkan risiko serius, terutama bagi anak di bawah umur.

Dilansir TRT World, Jum’at (6/2/2026), investigasi awal komisi menunjukkan bahwa TikTok tidak cukup menilai dampak fitur-fitur ini terhadap kesejahteraan fisik dan mental pengguna, termasuk orang dewasa yang rentan, menurut pernyataan pada hari Jumat.

Elemen desain tertentu, kata Komisi Eropa, mendorong perilaku kompulsif dengan terus-menerus “memberi hadiah” kepada pengguna dengan konten baru, menggeser penggunaan mereka ke apa yang disebut “mode autopilot.”

Uni Eropa meminta TikTok untuk mengubah desain dasar layanannya, termasuk menonaktifkan fitur-fitur adiktif seperti pengguliran tak terbatas, menerapkan jeda waktu layar yang efektif, dan menyesuaikan sistem rekomendasinya, pada tahap tersebut.

Kepada wartawan di Brussels, juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier, mengatakan bahwa data menunjukkan TikTok adalah platform yang paling banyak digunakan setelah tengah malam di kalangan anak-anak berusia 13 hingga 18 tahun di blok tersebut, dengan 7 persen anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun menghabiskan empat hingga lima jam setiap hari di aplikasi tersebut.

“Fitur-fitur (TikTok) ini menyebabkan penggunaan aplikasi secara kompulsif, terutama bagi anak-anak kita, dan ini menimbulkan risiko besar bagi kesehatan mental dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Menanggapi hal itu, TikTok berhak untuk menanggapi temuan awal tersebut, dan Dewan Eropa untuk Layanan Digital juga akan dimintai pendapat. Jika ketidakpatuhan dikonfirmasi, denda hingga 6 persen dari total omset tahunan global TikTok dapat dikenakan.

Bacaan Terkait :

Astaghfirullah, TikTok Menyewa Mantan Tentara Wanita Israel Sebagai Manajer Pengawas Ujaran Kebencian                                                     

Kendali Operasi TikTok di AS Rencananya Akan Diambilalih Oracle dan Menjadi Fokus Gedung Putih, Sumber Menyebutkan

Snapchat, TikTok, dan Meta Digugat Dewan Sekolah Kanada dan Lusinan Negara Bagian AS, Pengacara Singgung Candu Algoritma

Uni Eropa Mulai Menyelidiki TikTok atas Konten Online dan Perlindungan Anak

Takut ‘Israel Kalah dalam Perang TikTok’, Senator AS Menuduh TikTok Bias Dukungan

TikTok Kena Denda Sekitar 5,6 Triliun Rupiah Diduga Melanggar UU Data Akun Anak-anak

Studi Terbaru: Media Sosial Sangat Merusak Kesehatan Mental Gen Z

Load More

TikTok berjanji untuk menantang apa yang disebutnya sebagai temuan “palsu” oleh Komisi Eropa. “Temuan awal komisi tersebut menyajikan gambaran yang sepenuhnya salah dan sama sekali tidak berdasar tentang platform kami,” kata juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menantang temuan ini melalui segala cara yang tersedia bagi kami,” kata mereka.

Sedangkan Snapchat disebut masih dalam pantauan. Ketika ditanya tentang video yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai “monyet”, yang dibagikan pada hari Jumat oleh Presiden Donald Trump di akun Truth Social miliknya, Regnier mengatakan, “Rasanya menyenangkan untuk merasa aman di rumah di Eropa. Justru karena itulah kami memiliki peraturan yang berlaku. Jadi rasisme, ujaran kebencian, dan konten ilegal tidak memiliki tempat di internet.”

“Tetapi sekali lagi, izinkan saya menambahkan satu poin tentang ini, karena ini sangat penting. Kami tidak melihat konten individual dari sudut pandang DSA. Ini dapat dilakukan oleh investigasi kriminal, bukan dalam wewenang kami,” tambahnya.

Ia mencatat bahwa Uni Eropa tidak akan ragu untuk menegakkan undang-undangnya, termasuk terhadap platform yang berbasis di AS. “Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap platform Amerika, jika perlu,” kata Regnier.

Mengenai hal “Snapchat berada dalam pantauan, ” Regnier juga mengkonfirmasi isu tersebut.

“Kami telah mengirimkan permintaan informasi kepada mereka. Itu lebih terkait dengan penjualan produk ilegal kepada anak-anak kita, misalnya rokok elektrik, alkohol, dan lain-lain,” dan, menambahkan bahwa komisi tersebut memantau beberapa platform di bawah DSA. (ard)

Tags: 'Desain yang Adiktif' TiktokTikTokUni Eropa
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puasa 1 Ramadan Jatuh 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026, Bagi Warga Muhammadiyah

Next Post

Mengejar Keberkahan Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Disiapkan dan Diikhtiarkan Sebelum Puasa

Mungkin Anda Juga Suka :

Game Roblox Diblokir di Mesir Mengikuti Negara Lainnya, Pemerintah Khawatir Keselamatan Anak-anak

Game Roblox Diblokir di Mesir Mengikuti Negara Lainnya, Pemerintah Khawatir Keselamatan Anak-anak

5 Februari 2026

...

Anak-anak di Bawah Usia 15 Tahun Tidak Punya Hobi dan Malas Gerak, PM Finlandia Dukung Larangan Media Sosial

Anak-anak di Bawah Usia 15 Tahun Tidak Punya Hobi dan Malas Gerak, PM Finlandia Dukung Larangan Media Sosial

16 Januari 2026

...

Merek-merek Ponsel dengan Penjualan Terlaris di Dunia

Merek-merek Ponsel dengan Penjualan Terlaris di Dunia

8 November 2025

...

Dibanderol Mulai Rp15 Jutaan, Laptop Diklaim Berperforma Tinggi untuk Kreator Konten dan Streamer Muda

Dibanderol Mulai Rp15 Jutaan, Laptop Diklaim Berperforma Tinggi untuk Kreator Konten dan Streamer Muda

24 Oktober 2025

...

Media Sosial Akan Dilarang untuk Anak di Bawah 15 Tahun di Denmark Akibat Melonjaknya Anak serta Remaja yang Cemas dan Depresi

Media Sosial Akan Dilarang untuk Anak di Bawah 15 Tahun di Denmark Akibat Melonjaknya Anak serta Remaja yang Cemas dan Depresi

10 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Mengejar Keberkahan Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Disiapkan dan Diikhtiarkan Sebelum Puasa

Mengejar Keberkahan Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Disiapkan dan Diikhtiarkan Sebelum Puasa

Hamas Tidak Akan Menyerahkan Senjata atau Menerima Intervensi Asing di Gaza, Tegas Pemimpin Tertinggi Hamas

Hamas Tidak Akan Menyerahkan Senjata atau Menerima Intervensi Asing di Gaza, Tegas Pemimpin Tertinggi Hamas

Discussion about this post

TERKINI

Presiden Prancis Emmanuel Macron Desak Eropa untuk Reformasi dan Bersiap Hadapi Lebih Banyak Bentrokan dengan AS

10 Februari 2026

Jangan Pusing, Berikut Menu Sahur dan Buka Puasa untuk Sebulan

10 Februari 2026

Negara-negara yang Menggunakan Bahasa Prancis di Eropa, Amerika, dan Afrika

10 Februari 2026

Pemilu Akan Digelar Bangladesh Pekan Ini Paska Penggulingan dan Pengasingan PM Hasina Agustus 2024

9 Februari 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Akan Mundur Setapak Pun Demi Menegakkan Keadilan dan Makmurkan Rakyat

9 Februari 2026

Hamas Tidak Akan Menyerahkan Senjata atau Menerima Intervensi Asing di Gaza, Tegas Pemimpin Tertinggi Hamas

8 Februari 2026

Mengejar Keberkahan Ramadhan, Hal-hal yang Perlu Disiapkan dan Diikhtiarkan Sebelum Puasa

7 Februari 2026

TikTok Diminta Uni Eropa Mengubah ‘Desain yang Adiktif’, Snapchat selanjutnya yang akan dipantau

6 Februari 2026

Puasa 1 Ramadan Jatuh 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026, Bagi Warga Muhammadiyah

6 Februari 2026

Game Roblox Diblokir di Mesir Mengikuti Negara Lainnya, Pemerintah Khawatir Keselamatan Anak-anak

5 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
  • KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video