Avesiar – Jakarta
Manusia senantiasa melakukan ikhtiar untuk menjaga kesehatan dan mengobati diri dari berbagai penyakit. Bagi seorang Muslim, ikhtiar tersebut tentu saja berpedoman juga pada tuntunan Al Qur’an dan hadist Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Madu dan segala manfaat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan padanya, adalah satu obat yang dianjurkan dalam Islam. sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Qur’an, surah An Nahl, ayat 69 :
“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
(QS. Surah An Nahl, ayat 69)
Sebuah hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut”.
Hadits ini menjadi gambaran akan pentingnya dalam berikhtiar untuk mencari kesembuhan. Sementara pada hadits lainnya disebutkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah ‘azza wajalla”. (HR. Muslim)
Untuk penyembuhan dengan madu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“Madu adalah penyembuh bagi segala penyakit dan Al-Qur’an adalah penyembuh terhadap apa yang ada di dalam dada. Maka bagi kalian terdapat dua penyembuhan; Al-Qur’an dan madu“.
(HR. Ibnu Majah, 3452 dari hadist Ibnu Mas’ud).
Manfaat madu untuk kesehatan didapat dari kandungan nutrisinya yang beragam. Di samping gula yang membuatnya terasa manis, madu mengandung banyak sekali senyawa aktif, seperti vitamin A (retinol), vitamin E (tocopherol), vitamin K, vitamin B kompleks, vitamin C, flavonoid, asam fenolik, dan karotenoid. Kandungan tersebut juga terdapat pada produk lain yang dihasilkan lebah, seperti propolis.
Berikut adalah beberapa manfaat dari madu yang bisa diketahui sebagai suplemen atau obat :
1. Pencegahan Penyakit Berbahaya
Telah dijelaskan di dlaam islam, bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya bukan? Begitu juga dengan madu. Madu ini bisa menjadi pengobat dari beragam penyakit dan bahkan saking ampuhnya madu jiga dijuluki rajanya obat. Di mana ada banyak sekali manfaat madu yang tidak pernah diduga dan bahkan terlihat sangat sempurna.
Bahkan madu juga dijelaskan dalam salah satu hadis yaitu:
“Kesembuhan dari penyakit itu dengan melakukan tiga hal : berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”.
(HR Al-Bukhari).
Beberapa hal yang bisa dicegah dari mengkonsumsi madu secara rutin adalah penyakit kanker dan juga penyakit jantung. Karena banyaknya zat-zat berbahaya yang sering menginfeksi sel tubuh dan memicu terjadinya beragam penyakit berbahaya, mengkonsumi madu adalah hal yang baik dari sisi kesehatan.
2. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengobatan madu dapat membantu gangguan seperti bisul dan bakteri gastroenteritis. Hal ini mungkin terkait dengan manfaat madu yang sangat banyak tersebut. Karena beragam manfaat ini maka sangat dianjurkan untuk mempelajari cara makan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menganjururkan kita untuk lebih menyukai dan membiasakan mengkonsumsi madu setiap hari dalam jumlah yang pas.
3. Anti-bakteri, anti iritasi dan anti jamur
Semua madu bersifat antibakteri karena lebah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida. Dan minuman bermanfaat serta berkhasiat ini juga merupakan minuman yang diyakini anti iritasi dan juga anti jamur. Inilah mengapa madu sangat dianjurkan dalam mengobati banyak permasalahan di dalam tubuh.
4. Meningkatkan Stamina
Tahukah Anda bahwa para Atlet Olimpiade kuno akan makan madu dan buah ara kering untuk meningkatkan penampilan mereka. Hal ini sekarang telah diverifikasi dengan studi modern. Menunjukkan bahwa madu lebih unggul dalam mempertahankan kadar glikogen dan memperbaiki waktu pemulihan dari pada pemanis lainnya. Dan madu memang mengandung beberapa zat penting untuk meningkatkan stamina tubuh.
5. Mengurangi Batuk dan Iritasi Tenggorokan
Madu membantu mengatasi masalah batuk, terutama madu soba. Dalam sebuah penelitian terhadap 105 anak-anak, satu dosis madu soba sama efektifnya dengan dosis dekstrometorfan tunggal dalam mengurangi batuk malam hari dan membiarkan tidur yang nyenyak. Bahkan anti iritasi dan anti bakteri yang dimiliki madu bisa mengatasi masalah iritasi tenggorokan yang kerap kali melanda anak-anak dan orang dewasa.
6. Elemen Madu
Madu telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic di India setidaknya 4000 tahun dan dianggap mempengaruhi ketiganya dari ketidakaktifan materi primitif secara positif. Juga dikatakan bermanfaat dalam memperbaiki penglihatan, penurunan berat badan, penyembuhan impotensi dan ejakulasi dini, gangguan saluran kemih, asma bronkial, diare, serta mual.
Madu disebut “Yogavahi” karena memiliki kualitas penetrasi jaringan terdalam tubuh. Saat madu digunakan dengan sediaan herbal lainnya, madu ini meningkatkan kualitas obat dari sediaan tersebut, dan juga membantu mereka mencapai jaringan yang lebih dalam. Dalam Islam pengobatan menggunakan madu sudah dikenal dan dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
7. Kontrol Gula Darah
Meskipun mengandung gula sederhana, namun kandungan madu tidaklah sama dengan gula putih atau pemanis buatan. Kombinasi pasti fruktosa dan glukosa benar-benar membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Beberapa jenis madu memiliki indeks hipoglikemik rendah, sehingga tidak mempengaruhi kadar gula darah Anda. Bahkan madu adalah alternatif bagi penderita diabetes untuk memenuhi kebutuhan gula mereka.
8. Penyembuhan Luka
Mengoleskan madu secara eksternal terbukti seefektif pengobatan konvensional dengan sulfadiazin perak. Diperkirakan bahwa efek pengeringan gula sederhana dan sifat antibakteri madu bergabung untuk menciptakan efek ini. Studi telah menunjukkan bahwa hal itu sangat berhasil dalam penyembuhan luka. Bahkan madu juga efektif dalam penyembuhan luka bakar.
Beberapa varietas memiliki sejumlah besar kandungan bakteri ramah. Ini mencakup sampai 6 spesies lactobacilli dan 4 spesies bifidobacteria. Ini bisa menjelaskan tentang sifat terapeutik madu yang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun walaupun madu adalah salah satu makanan halal, namun sebaiknya jangan diberikan kepada bayi kurang dari usia 6 bulan.
Karena kandungan dari Spora Clostridium botulinum telah ditemukan dalam persentase kecil madu. Hal ini tidak berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua, namun bayi dapat memiliki reaksi penyakit yang serius di tahun pertama. Jangan menambahkan madu ke makanan bayi atau gunakan sebagai alternatif untuk menenangkan bayi yang rewel atau kolik.
Demikian tuntunan mengenai manfaat madu dari sisi kesehatan sesuai dengan Al Qur’an dan hadist Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Wallahua’lam.
(ave/dari berbagai sumber)













Discussion about this post