Avesiar – Manado
Kelakuan para anggota DPRD Bitung bersama staf sekretariat bikin geleng-geleng kepala. Pasalnya meski di tengah hantaman pandemi gelombang kedua, para legislator Bitung bersama jajaran staf sekretariat, justru memilih studi banding keluar daerah pada pekan lalu.
Mereka mengunjungi Surabaya, Jakarta dan Gorontalo sebagai lokasi studi banding berjamaah. Hasilnya bukan membawa dampak positif ke daerah, mereka justru bawa pulang virus Covid-19.
Dari informasi yang dihimpun Kamis (24/6) sedikitnya ada 5 staf DPRD yang terpapar Covid-19. Mereka diketahui merupakan staf yang turut pelesiran bersama para legislator.
Saat dikonfirmasi Jubir Satgas Covid-19 Bitung, dr Rini Tinangon membenarkan adanya 5 staf sekretariat DPRD Bitung yang positif Covid-19.
Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan rapid antigen ada 1 anggota DPRD dan 7 staf sekretariat yang reaktif.
“Namun setelah melakukan swab tes, hanya 5 staf yang dinyatakan positif Covid-19, sementara 1 anggota DPRD negatif dalam swab tes yang dilakukan,” ujarnya.
“Ini akibat dari tidak mematuhi protokol kesehatan dan pergi ke zona merah padahal sudah ada peringatan untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah sementara karena hantaman gelombang ke 2 pandemi Covid-19,” ujarnya.
Ia pun menyarankan agar pemerintah dapat menutup sementara Kantor DPRD Bitung, untuk melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
“Karena berkaca dari kejadian sebelumnya setiap ada klaster baru penyebaran Covid-19 maka tempat tersebut harus ditutup kemudian disterilkan hingga bersih baru kemudian dibuka, sebab kantor DPRD Bitung merupakan fasilitas umum yang sering didatangi masyarakat,” tandasnya. (ros/manadopost.jawapos.com)













Discussion about this post