• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Harmoni Keluarga

Menstimulasi Anak Sesuai Usia Agar Tumbuh Cerdas

by Avesiar
23 Juni 2021 | 22:40 WIB
in Harmoni Keluarga
Reading Time: 3 mins read
A A
Menstimulasi Anak Sesuai Usia Agar Tumbuh Cerdas

Menstimulasi anak sesuai usia agar tumbuh cerdas. Ilustrasi. Foto istimewa

Avesiar – Jakarta

Sejak 1000 hari pertama kelahiran sang buah hati, masa tumbuh kembang anak telah dimulai. Usia di bawah lima tahun atau balita disebut sebagai Golden Age Period. Sekitar 95 persen perkembangan otak anak terbentuk pada usia tersebut, setelahnya akan mengalami perlambatan, sehingga perlu distimulasi dan dioptimalkan. 

Dokter Martha Fitri Alextina mengatakan, prinsip optimalisasi tumbuh kembang anak sebaiknya dilakukan berdasarkan jenjang usia anak agar dapat disesuaikan dengan perkembangan yang sudah terjadi pada tubuh anak.

Agar para orang tua bisa membantu si kecil melewati fase tumbuh kembangnya, berikut perkembangan dan cara menstimulasi anak menurut Martha, seperti yang disampaikan dalam Kulwap Kalcare bersama Morinaga yang berjudul “Waktu Tak Bisa Kembali, Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil dengan Nutrisi dan Simulasi”, Selasa 31 Maret 2020. 

1. Fase golden period 1000 hari pertama sampai 2 tahun
Cara menstimulasi-nya bisa dengan mainan khusus untuk anak kurang dari 2 tahun dan pilihan bermainnya sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan pengembangan 8 kecerdasan anak agar di usia dini pun anak sudah mulai terlatih dan memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan ke fase berikutnya.

Delapan kecerdasan itu antara lain kecerdasan linguistik (word smart), kecerdasan logika-matematika (number smart), kecerdasan visual spasial (picture smart), dan kecerdasan kinestetik (body smart). Lalu ada kecerdasan interpersonal (people smart), kecerdasan intrapersonal (self smart) dan kecerdasan naturalis (nature smart).

2. Fase kanak-kanak awal (2-6 tahun)
Untuk stimulasi kecerdasan bahasa, harus banyak memberi kesempatan bercerita dan berkomunikasi, berdiskusi tentang sebab akibat, memberi kesempatan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri

“Stimulasi kecerdasan logika bisa mengenalkan berhitung, mengajarkan aturan, diskusi dan penjelasan sebab akibat,” kata Martha. 

Bacaan Terkait :

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

Load More

Adapun untuk stimulasi kecerdasan visual spasial, orang tua bisa mengajak anak, menggunting, membuat prakarya, berjalan-jalan, mengenalkan anak pada peran dan batasan peran dari orang-orang di sekitarnya.

Kemudian stimulasi kecerdasan kinestetik bisa dilakukan dengan olahraga, menari, mengajak anak untuk membiasakan antre, menunggu, bersabar. Serta stimulasi kecerdasan musik dengan memperdengarkan lagu, mengajak bernyanyi dan mengajarkan bermain alat musik.

Untuk stimulasi kecerdasan intrapersonal dan interpersonal mengajarkan kemandirian, mengajarkan mengontrol emosi, mengajak anak berinteraksi dengan orang lain, merangsang dengan permainan peran.

Terakhir untuk kecerdasan naturalis, mengajak bermain di lingkungan terbuka, ke kebun binatang, pegunungan atau pantai, dan melatih anak menjaga kebersihan lingkungan.

3. Fase kanak-kanak menengah (6 – 9 tahun)
Pertama kali anak dididik di luar lingkungan keluarga untuk melatih kemampuan membedakan yang baik dan buruk. Anak yang sudah masuk ke dalam usia sekolah akan mendapatkan pendidikan dari sekolah maupun pendidikan dari keluarga di usia sebelumnya.

Selanjutnya mempersiapkan anak untuk menerima ilmu dan informasi yang baru yang didapatkan dari lingkungan luar seperti sekolah lebih baik lagi. Sehingga peran utama orang tua adalah mengawasi perkembangan anak dan informasi yang didapatkan anak dari luar dan selalu mengarahkan anak untuk membedakan yang baik dan yang buruk untuknya.

4. Fase kanak-kanak akhir (9-12 tahun)
Masa perkembangan kecerdasan yang diiringi keinginan memahami fenomena alam, kemampuan koreksi dan memperhatikan perbedaan individu, kemampuan konsentrasi yang meningkat, kesiapan mempelajari konsep belajar, dan kecenderungan untuk mencapai kedewasaan dengan bantuan orang-orang di sekitarnya. (ave/tempo.co)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Masa Pensiun yang Indah dan Produktif, Why Not?

Next Post

5 Staf DPRD Bawa Pulang Virus ke Bitung Usai Pelesiran

Mungkin Anda Juga Suka :

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

...

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

...

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

31 Maret 2026

...

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

12 Februari 2026

...

Jenis-jenis Perkawinan yang Bejat di Masa Jahiliyah dan Diganti dengan Pernikahan Suci Islami

Jenis-jenis Perkawinan yang Bejat di Masa Jahiliyah dan Diganti dengan Pernikahan Suci Islami

27 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
5 Staf DPRD Bawa Pulang Virus ke Bitung Usai Pelesiran

5 Staf DPRD Bawa Pulang Virus ke Bitung Usai Pelesiran

Dewas KPK Luncurkan Aplikasi E-Ladumas, Permudah Masyarakat Mengadu

Dewas KPK Luncurkan Aplikasi E-Ladumas, Permudah Masyarakat Mengadu

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video