• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ave Menulis

Berbaik Sangka Pada Kiriman “Semacam” Tausyiah dari Teman

by Ave Rosa
16 Agustus 2021 | 13:25 WIB
in Ave Menulis
Reading Time: 6 mins read
A A
Berbaik Sangka Pada Kiriman “Semacam” Tausyiah dari Teman

ILUSTRASI . Foto : Ave Rosa

Avesiar.com

Di kehidupan sehari-hari pada jaman moderen ini, setiap orang tidak lepas dari penggunaan smartphone. Dari smartphone ini, kita banyak tahu beragam informasi, baik itu informasi yang benar, maupun yang tidak benar. Informasi yang kita sukai, maupun yang tidak kita sukai sesuai dengan orientasi hidup kita masing-masing, Walllahua’lam.

Jika kita sesama Muslim sering atau sesekali mendapat kiriman semacam tausyiah (Ayat Al Qur’an, Hadits, ceramah Ustadz, etc) dari teman atau orang lain yang mungkin kita tidak kenal, mungkin kita akan berpikir macam-macam.

Mulai dengan berpikir orang yang berpikir tersebut sok suci, seakan dia saja yang hidupnya benar, seakan amalannya saja yang paling lengkap dan baik, seakan kita sedang dinasehati, seakan kita orang yang tidak paham Al Qur’an dan Hadist atau bahkan dianggap tidak membaca Al Qur’an atau mendengarkan hadits, dan lain sebagainya yang sadar atau tidak kita sadari, kita merasa tidak suka atau sebal.

Atau bahkan, ada sebagian dari kita yang karena tidak sukanya, memblokir nomor orang tersebut. Biar selesai, nggak bakal terima kiriman semacam tausyiah dari orang itu lagi. Sebagian yang lain, mereka bisa menerima segala hal-hal positif yang masuk ke kehidupan mereka.

Respon positif mereka pun bermacam-macam, ada yang dengan semangatnya memberi tanggapan “suka” dengan berbagai emoticon hangat dan men-share kembali pesan tersebut agar menjadi kebaikan kolektif (baca, pahala kolektif), ada yang cukup silent dengan tidak merespon apapun namun mendoakan kebaikan bagi si pengirim pesan semacam tausyiah tersebut juga men-share kembali, atau cukup membacanya (silent) dan tidak memikirkan apa-apa terhadap pesan yang diterimanya tersebut.

Dari sisi pengirim pesan semacam tausyiah, bagi yang berpikiran buruk sangka atau semacamnya. Hal ini semacam judgement yang tidak beralasan sama sekali jika yang dibagikan orang tersebut adalah ayat-ayat Al Qur’an atau Hadits Rasulullah. Karena sesungguhnya, siapapun yang mengirimkan pesan berisi ayat-ayat Al Qur’an atau Hadits Shohih, maka yang dikirimkannya adalah perkataan Allah dan Rasul-Nya.

Jika itu ayat Al Qur’an, maka itu adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan jika itu Hadits, maka itu adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang juga berasal dari pemahaman yang Allah berikan kepada Baginda Shallallahu Alaihi Wasallam. Siapakah yang perkataannya lebih benar dari Allah dan Rasul-Nya?

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Pertama, isi tausyiah itu benar, positif, dan baik bagi sesama Muslim.

Kedua, bagi yang berpikiran negatif atau tidak suka dan lain-lain seperti disebutkan di awal, mungkin tidak memikirkan hal-hal yang sering kita berburuk sangka tanpa berusaha berbaik sangka. Ok, coba kita setting untuk berbaik sangka saja terhadap pola komunikasi “kirim-kirim” semacam tausyiah ini.

Mungkin saja :

  • Si Pengirim pesan berusaha mencari/menambah kebaikan atau pahala bagi dirinya dan keluarganya yang mungkin merasa dosanya banyak, lalu dengan berbagi ayat Al Qur’an dan Hadits, dia berharap Allah ampuni dosanya dan menjadikannya hamba yang lebih baik.
  • Si Pengirim pesan dalam ujian kesulitan, sedang sakit dan lainnya. Dengan mengirimkan Ayat Al Qur’an dan Hadits tersebut, dia berharap menjadi salah satu amalannya yang dengan itu Allah permudah dan sembuhkan sakitnya atau keluarganya.
  • Si Pengirim pesan mungkin orang yang mencoba menjaga silaturrahmi kepada kita teman-temannya yang begitu banyak. Yang dia bisa saat itu mungkin cuma melakukan itu. Yang berharap berbuah pahala juga.
  • Si Pengirim pesan mungkin berniat sedekah. Mungkin dia dalam keadaan tidak memiliki harta atau uang atau keluangan untuk bersedekah materi. Maka dia niatkan sedekahnya pada hari itu dan hari-hari lainnya dalam bentuk membagikan Ayat Al Qur’an, Hadits, atau ceramah agama dari alim ulama. Orang ini tentu mengharap kepada Allah bahwa Allah mengganjar niat dan apa yang dilakukannya tersebut dengan pahala. Orang ini, bisa jadi, tidak memerlukan penilaian manusia.
  • Si Pengirim pesan mungkin berniat agar dia pun akan mendapatkan kehidupannya dihiasi kiriman-kiriman dan pesan-pesan yang baik saja dengan mengirimkan pesan semacam tausyiah seperti itu. Orang semacam ini mungkin berharap bahwa dengan dia membagikan hal-hal semacam tausyiah, akan menjadi amalan yang membuat dia dan keluarganya mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Si Pengirim pesan dengan mengirimkan semacam tausyiah itu bisa jadi senantiasa mengharapkan kebaikan hidup dan mendoakan kebaikan bagi Si Penerima pesan. Dengan demikian, semua mendapatkan kebaikan dan pahala kolektif.
  • Dan banyak alasan kebaikan lainnya bagi Si Pengirim kepada kita. Dan juga untuk melapangkan hati kita tentunya.

Sekarang semua kembali kepada kita yang awam ini. Semoga kita sama-sama mampu berusaha berbaik sangka kepada hal-hal yang sebenarnya kita tahu itu baik. Wallahua’lam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa…”

(Al Qur’an, surah Al Baqarah, Ayat 2)

Pengertian hadits :

“Hadits menurut istilah syara’ ialah hal-hal yang datang dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, baik itu ucapan, perbuatan, atau pengakuan (taqrir). Berikut ini adalah penjelasan mengenai ucapan, perbuatan, dan perkataan”.

(https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/1952/pengertian-kedudukan-dan-fungsi-hadits.html)

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)



Apa yang disampaikan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga ditegaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya :

“…dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur’an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)”

(Al Qur’an, Surah An Najm, Ayat 3, 4, 5, 6)

“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”

(Al Qur’an, Surah Al An’am, Ayat 50)

“Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.

(Al Qur’an, Surah An Nisaa, Ayat 113)

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

(Al Qur’an, Surah Ali Imron, Ayat 164)

Dua ayat terakhir menguatkan bukti bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapatkan wahyu dan diajarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa AL Qur’an dan Sunnah.

Walallahua’lam.

Ave Rosa A. Djalil, Hamba yang Mencoba Berbaik Sangka, Senin, 8 Muharram 1443 Hijriyah, 16 Agustus 2021.

Tags: berbaik sangka pada share tausyiah WAberbaik sangka pada teman
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aplikasi “ngeLESin” Ramaikan Platform Edutech Les Privat

Next Post

Kemnaker Berkomitmen Melindungi Calon dan Pekerja Migran Indonesia (CPMI – PMI) Beserta Keluarganya

Mungkin Anda Juga Suka :

Prof Deddy dan Saya, Communication and Mass Media

Prof Deddy dan Saya, Communication and Mass Media

26 Juli 2025

...

Ode untuk Mama, Sepanjang Masa

Ode untuk Mama, Sepanjang Masa

14 Maret 2024

...

‘Menyebalkannya’ Prof Deddy, Kenapa “Absurditas Komunikasi” untuk Pendekatan Kasus Baru Terbit

‘Menyebalkannya’ Prof Deddy, Kenapa “Absurditas Komunikasi” untuk Pendekatan Kasus Baru Terbit

27 Februari 2023

...

Cara Mudah Membuat Media Massa yang Tepat dan Bikin Untung

Cara Mudah Membuat Media Massa yang Tepat dan Bikin Untung

21 Juli 2022

...

Sembilanbelas Hari ‘Bersama’ Eril dan Seuntai Kisah Uwais al-Qarni

Sembilanbelas Hari ‘Bersama’ Eril dan Seuntai Kisah Uwais al-Qarni

15 Juni 2022

...

Load More
Next Post
Kemnaker Berkomitmen Melindungi Calon dan Pekerja Migran Indonesia (CPMI – PMI) Beserta Keluarganya

Kemnaker Berkomitmen Melindungi Calon dan Pekerja Migran Indonesia (CPMI - PMI) Beserta Keluarganya

Diterbitkan, Aturan Hubungan Kerja Pengusaha – Pekerja di Masa Pandemi

Diterbitkan, Aturan Hubungan Kerja Pengusaha - Pekerja di Masa Pandemi

Discussion about this post

TERKINI

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026

Lebih dari 1000 Kebakaran Hutan Membara di Eropa, Prancis dan Inggris Alami Rekor Suhu Panas Ekstrem

14 Agustus 2026

Puji Kolaborasi Kemandirian Teknologi dan Industri Nasional, Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional

13 Agustus 2026

Gelar Lomba Makan Rendang Terbanyak dan Tercepat di 17 Agustus, Gadang Barubah Kasih Hadiah Rp 1 Juta

13 Agustus 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Ikut Program Magang Nasional 2026, Tersedia 150 Ribu Kursi

13 Agustus 2026

Paket Cobek Lengkap Plus Minum Cuma 45 Ribuan Jadi Cara Tekko Meriahkan HUT RI

13 Agustus 2026

Jangan Meremehkan 5 Dosa yang Berat Pertanggungjawabannya di Dunia dan Akhirat Ini

12 Agustus 2026

Perjalanan “Cinta dan Cita” Tofan Mahdi, Menggapai Kecintaan Jadi Wartawan & Sukses Jadi Humas Sawit

12 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video