Avesiar – Jakarta
Rapat Koordinasi Nasional terkait hasil pengawasan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan program vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Di mana untuk PPKM level 1 sampai 3, sekolah dapat melaksanakan tatap muka.
Ketua KPAI Susanto menyampaikan, Rakornas ini merupakan komitmen pihaknya agar satuan pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Khususnya agar anak-anak tetap aman selama PTM terbatas.
“KPAI tahun ini melakukan pengawasan terhadap 46 sekolah di 12 kabupaten di 7 provinsi. Agar benar-benar anak-anak kita tidak rentan terhadap Covid-19 dan memastikan anak-anak kita mendapatkan pelajaran terbaik, karena kalau tidak dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” ungkap dia dalam Rakornas KPAI 2021 secara daring, Senin (30/8), dikutip dari jawapos.com.
Kata dia, Indonesia merupakan salah satu negara di antara negara lain di dunia yang masih terdampak Covid-19. Beberapa negara juga masih belum menyiapkan, bahkan juga masih belum terlaksana tatap muka.
“Indonesia melihat data terkini, ada daftar baik, tapi juga ada beberapa daerah kasusnya tinggi, data Satgas dan Kemenkes, sejak 23 sampai 28 Agustus, alhamdulillah untuk 20 provinsi kasusnya turun, ini keberhasilan gotong-royong dalam situasi PPKM, karena menghadapi situasi ini tidak hanya diserahkan kepada negara, tapi juga partisiapsi masyarakat, ini sangat berarti,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan PTM hari ini, peran satuan pendidikan dan pemerintah daerah sangat besar. Pasalnya, untuk melaksanakan PTM menurut WHO idealnya adalah positivity rate itu dibawah 5 persen, sementara di Indonesia masih belum tercapai.
“Ini tentu menjadi pertimbangan, mudah-mudahan rakornas hari ini merumuskan hasil jitu untuk penyiapan PTM dan memberikan manfaat untuk satuan pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak lebih baik. Maka dengan ini, Rakornas saya buka,” ucap Susanto. (ard)













Discussion about this post