Avesiar.com
Berikut artikel bagian ke-2 dari beberapa permainan dan mainan anak-anak tradisonal yang menyenangkan itu.
Permainan Ular-ularan atau Ular Naga
Tempat bermainnya biasanya di tanah yang lapang atau di depan rumah yang halamannya luas.
Permainan ini sangat ceria karena selama permainan berlangsung, para pemainnya diharuskan untuk terus menyanyikan lagu.
Berikut ini adalah penjelasan dari aturan permainan ular-ularan yang bisa kamu ikuti dan praktekkan. Yuk, simak lebih lanjut.
Jumlah Pemain
Jumlah pemain dalam permainan ini sebanyak kurang lebih 20 orang.
Masing-masing regu atau kelompok terdiri dari 10 orang, atau bisa juga disesuaikan dengan jumlah orang yang ada.
Lagu yang dinyanyikan sepanjang permainan
Ular naga panjangnya bukan kepalang
Menjalar-jalar selalu kian kemari
Umpan yang lezat, itu yang dicari
Kini dianya yang terbelakang
Aturan Permainan
Sebelum dimulai, pemain dibagi menjadi dua regu atau kelompok, yang masing-masingnya terdiri dari 10 orang.
- Para Pemain menentukan dua orang untuk menjadi kepala ular.
- Biasanya yang dipilih menjadi kepala ular adalah anak yang memiliki badan lebih besar. Kepala ular kemudian memilih siapa saja yang menjadi anggota.
- Selanjutnya, dipilih dua anak yang memiliki badan cukup besar untuk menjadi gerbang.
- Gerbang ini akan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala, mereka bertugas untuk menangkap ekor ketika lagu yang dinyanyikan habis.
- Setelah terbentuk dua kelompok, lalu para pemain berbaris secara berderet ke belakang.
- Masing-masing baris berderet menyerupai ular. Sedangkan, pemain yang paling belakang menjadi ekor ular dan memegang pinggang pemain di depannya.
- Begitu seterusnya sampai ke pemain yang menjadi kepala ular.
- Jika ada dua baris atau deretan, yaitu A dan B, maka kepala ular A mengejar ekor ular B, ataupun sebaliknya.Hal tersebut bergantung pada hasil undian keduanya.
- Ekor yang tertangkap oleh kepala ular ketika lagunya habis harus pindah kelompok menjadi ekor ular kelompok yang menangkapnya.
- Perpindahan ini akan terjadi secara bergiliran, namun kelompok atau deretan kelompok yang memiliki ekor paling panjang yang akan keluar sebagai pemenang, sedangkan yang ekornya habis akan dinyatakan kalah permainan.
- Selama permainan berlangsung, lagu terus melantun dengan ceria. Sehingga, permainan ini sangat ramai ditambah lagi jumlah pemainnya yang biasanya memang banyak.

Cas Jadi Patung
Permainan ini hanya dimainkan oleh dua orang. Para pemain saling berhadapan dengan mengadu telapak tangan yang sering disebut “cas”. Telapak tangan kanan akan bertemu dengan telapak tangan kiri lawan.
Sebaliknya, telapak tangan kiri beradu dengan telapak tangan kanan lawan. Berikutnya, cas dilakukan bersilang. Telapak tangan kanan bertemu dengan telapak tangan kanan lawan dan telapak tangan kiri beradu dengan telapak tangan kiri lawan.
Para pemain biasanya melakukannya sambil bernyanyi: “Potong-potong roti, roti dari mentega. Belanda sudah mati, Indonesia pun merdeka. Paman dari mana? Paman dari Betawi, membawa oleh-oleh sebuah lemari. Lemari minta kunci, kunci sama tukang. Tukang minta uang, uang sama raja. Raja minta istri, istri minta anak. Anak minta susu, susu dari sapi. Sapi minta rumput, rumput minta hujan. Hujan rintik-rintik, lama-lama jadi patung”. Nyanyian ini terus diucapkan sambil cas tangan.
Setelah selesai bernyanyi, kedua pemain harus jadi patung. Tidak boleh bergerak atau pun berkedip. Siapa yang tahan paling lama, dialah pemenangnya.

ABC 5 Dasar
Mengasah kecerdasan anak dapat dikemas dalam permainan yang menarik. Salah satunya, permainan “ABC 5 Dasar”. Permainan ABC 5 Dasar merupakan permainan tradisional yang sangat populer di era 1990-an. Ini salah satu permainan edukasi yang menyenangkan dan mudah dimainkanm karena tidak membutuhkan alat atau benda khusus untuk memainkannya.
Cara bermain :
Pertama, anak-anak duduk melingkar saling berhadapan;
Kedua, buatlah aturan permainannya: benda kategori apa yang disebutkan dalam permainan ABC 5 Dasar tersebut. Misal, nama hewan; dan berapa jari yang boleh diacungkan oleh masing-masing anak. Biasanya jari 1 sampai 5 untuk tingkatan dasar, 1 sampai 10 untuk tingkatan tinggi, dan boleh juga 1 hingga 20 termasuk jari kaki untuk menambah keseruan permainan.
Ketiga, semua anak mengucapkan kalimat, “ABC 5 Dasar” sambil mengacungkan jarinya sesuai yang diinginkan; Keempat, salah satu anak mengurutkan jumlah jari sesuai dengan urutan alfabet untuk menentukan huruf apa yang akan menjadi dasar ditebaknya kata pada jari terakhir.
Misal pada jari terakhir didapatkan huruf “K”, maka setiap anak menyebutkan satu kata yang didasari huruf “K” sesuai aturan kategori yang ditentukan. Misal, kategori nama-nama hewan, seperti kucing, kerbau, kadal, dan lain-lain. Permainan bisa dimainkan berulang-ulang. Anak yang tidak bisa menyebutkan kosakata yang benar, maka akan mendapat konsekuensi sesuai kesepakatan.
Selain seru dan menyenangkan, permainan ABC 5 Dasar juga memiliki beberapa manfaat untuk mengasah kecerdasan bahasa anak, antara lain:
Pertama, sebagai media menghapal huruf yang menyenangkan. Permainan ABC 5 Dasar salah satu media untuk menghapal huruf dengan cepat dan menyenangkan. Anak akan cepat hapal, karena dalam permainan tersebut secara bersama anak-anak menyebutkan huruf sesuai jari yang diacungkan secara berulang-ulang. Semakin banyak permainan diulangi akan semakin cepat anak hapal huruf secara urut.
Kedua, mengenalkan anak pada kosakata baru. Dalam permainan ini, anak harus menyebutkan kosakata yang berbeda dengan temannya. Misalkan jari yang dihitung jatuh pada huruf “K”, anak-anak harus menyebutkan kosakata yang berawalan huruf “K”.
Misal kursi. Kata “kursi” tidak boleh disebutkan kembali oleh anak yang belum menyebutkan, mereka harus mencari kosakata berbeda. Melalui kosakata yang bervariasi ini, anak akan semakin banyak mengenal kosakata baru yang belum diketahui, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan bahasa anak.
Ketiga, mengenalkan berbagai kelompok nama-nama benda, hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Benda dapat ditentukan kelompok jenisnya. Misal permainan ABC 5 Dasar dengan menyebutkan nama buah, menyebutkan nama transpotasi, menyebutkan nama benda yang ada di dalam rumah atau kelas, dan lain-lain. Oleh karena itu, permainan ini juga dapat menjadi sebuah strategi pembelajaran untuk mengenalkan suatu tema tertentu, misal “subtema tubuhku”.
Keempat, mengasah kecerdasan bahasa serta konsentrasi anak. Dalam permainan ini anak berlomba menyebutkan kata yang tepat secara cepat dan berbeda. Hal ini dapat melatih kecerdasan bahasa serta konsentrasi kecepatan berpikir anak untuk menemukan kosakata yang dimaksud dengan benar. Anak akan semakin kaya pembendaharaan kosakata, sebagai suatu peningkatan kecerdasan bahasa pada anak.
Melalui bermain ABC 5 Dasar yang menyenangkan dan menantang, tanpa terasa mereka telah meningkatkan kecerdasan bahasda anak. Permainan ini bisa juga dimainkan oleh orang tua dan anak sebagai sarana edukasi dan membangun kedekatan emosional.

Injit-injit Semut
“Injit-injit semut, siapa sakit naik di atas.” Bait di atas adalah sepenggal lirik dari lagu permainan injit-injit semut.
Cara bermain :
Pada permainan ini, tangan setiap pemain disusun ke atas. Kemudian, tangan yang berada di atas mencubit tangan yang ada di bawahnya. Saat lagu selesai, tangan yang berada di paling bawah akan naik ke paling atas. Di saat tersebut, ia akhirnya lepas dari cubitan dan berkesempatan untuk mencubit tangan lain.

Tidak ada pemenang dalam permainan ini dan permainan bisa berlangsung selama apapun.
Dari permainan sederhana ini, terdapat nilai yang sangat penting yaitu tentang emotional quotient. Emotional quotient adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, dan mengelola emosi dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.
Saat bermain injit-injit semut, biasanya seseorang akan merasa senang ketika berada di posisi paling bawah karena tidak lama lagi ia akan pindah ke posisi paling atas. Saat berada di atas, ia akan mengerahkan tenaganya untuk mencubit pemain lainnya. Turun ke posisi kedua dari atas, ia akan mencubit dan juga menerima cubitan.
Begitu seterusnya sampai ia kembali berada di bawah. Melalui permainan ini seseorang akan belajar bahwa saat kita menyakiti orang lain, sebenarnya yang sakit adalah diri kita sendiri. (ave/dari berbagai sumber)













Discussion about this post