• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Youth

Permainan Tradisional yang Kerap Mewarnai Masa Bermain Anak (Bagian 2 – Habis)

by Ave Rosa
10 Oktober 2021 | 06:15 WIB
in Youth
Reading Time: 7 mins read
A A
Permainan Tradisional yang Kerap Mewarnai Masa Bermain Anak (Bagian 2 – Habis)

Permainan tradisional anak Indonesia. anggunpaud.kemdikbud.go.id

Avesiar.com

Berikut artikel bagian ke-2 dari beberapa permainan dan mainan anak-anak tradisonal yang menyenangkan itu.

Permainan Ular-ularan atau Ular Naga

Tempat bermainnya biasanya di tanah yang lapang atau di depan rumah yang halamannya luas.

Permainan ini sangat ceria karena selama permainan berlangsung, para pemainnya diharuskan untuk terus menyanyikan lagu.

Berikut ini adalah penjelasan dari aturan permainan ular-ularan yang bisa kamu ikuti dan praktekkan. Yuk, simak lebih lanjut.

Jumlah Pemain

Jumlah pemain dalam permainan ini sebanyak kurang lebih 20 orang.

Bacaan Terkait :

Permainan Tradisional yang Kerap Mewarnai Masa Bermain Anak (Bagian 1)

Load More

Masing-masing regu atau kelompok terdiri dari 10 orang, atau bisa juga disesuaikan dengan jumlah orang yang ada.

Lagu yang dinyanyikan sepanjang permainan

Ular naga panjangnya bukan kepalang

Menjalar-jalar selalu kian kemari

Umpan yang lezat, itu yang dicari

Kini dianya yang terbelakang

Aturan Permainan

Sebelum dimulai, pemain dibagi menjadi dua regu atau kelompok, yang masing-masingnya terdiri dari 10 orang.

  • Para Pemain menentukan dua orang untuk menjadi kepala ular.
  • Biasanya yang dipilih menjadi kepala ular adalah anak yang memiliki badan lebih besar. Kepala ular kemudian memilih siapa saja yang menjadi anggota.
  • Selanjutnya, dipilih dua anak yang memiliki badan cukup besar untuk menjadi gerbang.
  • Gerbang ini akan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala, mereka bertugas untuk menangkap ekor ketika lagu yang dinyanyikan habis.
  • Setelah terbentuk dua kelompok, lalu para pemain berbaris secara berderet ke belakang.
  • Masing-masing baris berderet menyerupai ular. Sedangkan, pemain yang paling belakang menjadi ekor ular dan memegang pinggang pemain di depannya.
  • Begitu seterusnya sampai ke pemain yang menjadi kepala ular.
  • Jika ada dua baris atau deretan, yaitu A dan B, maka kepala ular A mengejar ekor ular B, ataupun sebaliknya.Hal tersebut bergantung pada hasil undian keduanya.
  • Ekor yang tertangkap oleh kepala ular ketika lagunya habis harus pindah kelompok menjadi ekor ular kelompok yang menangkapnya.
  • Perpindahan ini akan terjadi secara bergiliran, namun kelompok atau deretan kelompok yang memiliki ekor paling panjang yang akan keluar sebagai pemenang, sedangkan yang ekornya habis akan dinyatakan kalah permainan.
  • Selama permainan berlangsung, lagu terus melantun dengan ceria. Sehingga, permainan ini sangat ramai ditambah lagi jumlah pemainnya yang biasanya memang banyak.
Permainan Ular Naga atau Ular-ularan. (budaya-indonesia org)

Cas Jadi Patung

Permainan ini hanya dimainkan oleh dua orang. Para pemain saling berhadapan dengan mengadu telapak tangan yang sering disebut “cas”. Telapak tangan kanan akan bertemu dengan telapak tangan kiri lawan.

Sebaliknya, telapak tangan kiri beradu dengan telapak tangan kanan lawan. Berikutnya, cas dilakukan bersilang. Telapak tangan kanan bertemu dengan telapak tangan kanan lawan dan telapak tangan kiri beradu dengan telapak tangan kiri lawan.

Para pemain biasanya melakukannya sambil bernyanyi: “Potong-potong roti, roti dari mentega. Belanda sudah mati, Indonesia pun merdeka. Paman dari mana? Paman dari Betawi, membawa oleh-oleh sebuah lemari. Lemari minta kunci, kunci sama tukang. Tukang minta uang, uang sama raja. Raja minta istri, istri minta anak. Anak minta susu, susu dari sapi. Sapi minta rumput, rumput minta hujan. Hujan rintik-rintik, lama-lama jadi patung”. Nyanyian ini terus diucapkan sambil cas tangan.

Setelah selesai bernyanyi, kedua pemain harus jadi patung. Tidak boleh bergerak atau pun berkedip. Siapa yang tahan paling lama, dialah pemenangnya.

Permainan Cas Jadi Patung. (encyclopedia.jakarta-tourism.go.id)

ABC 5 Dasar

Mengasah kecerdasan anak dapat dikemas dalam permainan yang menarik. Salah satunya, permainan “ABC 5 Dasar”. Permainan ABC 5 Dasar merupakan permainan tradisional yang sangat populer di era 1990-an. Ini salah satu permainan edukasi yang menyenangkan dan mudah dimainkanm karena tidak membutuhkan alat atau benda khusus untuk memainkannya.

Cara bermain :

Pertama, anak-anak duduk melingkar saling berhadapan; 

Kedua, buatlah aturan permainannya: benda kategori apa yang disebutkan dalam permainan ABC 5 Dasar tersebut. Misal, nama hewan; dan berapa jari yang boleh diacungkan oleh masing-masing anak. Biasanya jari 1 sampai 5 untuk tingkatan dasar, 1 sampai 10 untuk tingkatan tinggi, dan boleh juga 1 hingga 20 termasuk jari kaki untuk menambah keseruan permainan.

Ketiga, semua anak mengucapkan kalimat, “ABC 5 Dasar” sambil mengacungkan jarinya sesuai yang diinginkan; Keempat, salah satu anak mengurutkan jumlah jari sesuai dengan urutan alfabet untuk menentukan huruf apa yang akan menjadi dasar ditebaknya kata pada jari terakhir.

Misal pada jari terakhir didapatkan huruf “K”, maka setiap anak menyebutkan satu kata yang didasari huruf “K” sesuai aturan kategori yang ditentukan. Misal, kategori nama-nama hewan, seperti kucing, kerbau, kadal, dan lain-lain. Permainan bisa dimainkan berulang-ulang. Anak yang tidak bisa menyebutkan kosakata yang benar, maka akan mendapat konsekuensi sesuai kesepakatan.

Selain seru dan menyenangkan, permainan ABC 5 Dasar juga memiliki beberapa manfaat untuk mengasah kecerdasan bahasa anak, antara lain:

Pertama, sebagai media menghapal huruf yang menyenangkan. Permainan ABC 5 Dasar salah satu media untuk menghapal huruf dengan cepat dan menyenangkan. Anak akan cepat hapal, karena dalam permainan tersebut secara bersama anak-anak menyebutkan huruf sesuai jari yang diacungkan secara berulang-ulang. Semakin banyak permainan diulangi akan semakin cepat anak hapal huruf secara urut.

Kedua, mengenalkan anak pada kosakata baru. Dalam permainan ini, anak harus menyebutkan kosakata yang berbeda dengan temannya. Misalkan jari yang dihitung jatuh pada huruf “K”, anak-anak harus menyebutkan kosakata yang berawalan huruf “K”.

Misal kursi. Kata “kursi” tidak boleh disebutkan kembali oleh anak yang belum menyebutkan, mereka harus mencari kosakata berbeda. Melalui kosakata yang bervariasi ini, anak akan semakin banyak mengenal kosakata baru yang belum diketahui, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan bahasa anak.

Ketiga, mengenalkan berbagai kelompok nama-nama benda, hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Benda dapat ditentukan kelompok jenisnya. Misal permainan ABC 5 Dasar dengan menyebutkan nama buah, menyebutkan nama transpotasi, menyebutkan nama benda yang ada di dalam rumah atau kelas, dan lain-lain. Oleh karena itu, permainan ini juga dapat menjadi sebuah strategi pembelajaran untuk mengenalkan suatu tema tertentu, misal “subtema tubuhku”.

Keempat, mengasah kecerdasan bahasa serta konsentrasi anak. Dalam permainan ini anak berlomba menyebutkan kata yang tepat secara cepat dan berbeda. Hal ini dapat melatih kecerdasan bahasa serta konsentrasi kecepatan berpikir anak untuk menemukan kosakata yang dimaksud dengan benar. Anak akan semakin kaya pembendaharaan kosakata, sebagai suatu peningkatan kecerdasan bahasa pada anak.

Melalui bermain ABC 5 Dasar yang menyenangkan dan menantang, tanpa terasa mereka telah meningkatkan kecerdasan bahasda anak. Permainan ini bisa juga dimainkan oleh orang tua dan anak sebagai sarana edukasi dan membangun kedekatan emosional. 

Permainan ABC 5 Dasar. (anggunpaud.kemdikbud.go.id)

Injit-injit Semut

“Injit-injit semut, siapa sakit naik di atas.” Bait di atas adalah sepenggal lirik dari lagu permainan injit-injit semut.

Cara bermain :

Pada permainan ini, tangan setiap pemain disusun ke atas. Kemudian, tangan yang berada di atas mencubit tangan yang ada di bawahnya. Saat lagu selesai, tangan yang berada di paling bawah akan naik ke paling atas. Di saat tersebut, ia akhirnya lepas dari cubitan dan berkesempatan untuk mencubit tangan lain.

Permainan Injit-injit Semut. (top10.thebestthings.blogspot.com via ruang guru.com)

Tidak ada pemenang dalam permainan ini dan permainan bisa berlangsung selama apapun.

Dari permainan sederhana ini, terdapat nilai yang sangat penting yaitu tentang emotional quotient. Emotional quotient adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, dan mengelola emosi dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.

Saat bermain injit-injit semut, biasanya seseorang akan merasa senang ketika berada di posisi paling bawah karena tidak lama lagi ia akan pindah ke posisi paling atas. Saat berada di atas, ia akan mengerahkan tenaganya untuk mencubit pemain lainnya. Turun ke posisi kedua dari atas, ia akan mencubit dan juga menerima cubitan.

Begitu seterusnya sampai ia kembali berada di bawah. Melalui permainan ini seseorang akan belajar bahwa saat kita menyakiti orang lain, sebenarnya yang sakit adalah diri kita sendiri. (ave/dari berbagai sumber)

Tags: permainan anak yang melatih gerakpermainan jaman duluPermainan Tradisional Anakpermainan tradisional Indonesiapermainan tradisonal masa kecil
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gerakan-gerakan yang Bisa Membatalkan Shalat Menurut Para Imam

Next Post

Bursa Ketua Umum PBNU Diikuti 5 Tokoh Ini

Mungkin Anda Juga Suka :

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

...

Pubertas, Segala yang Perlu Dipahami oleh Remaja, Orang Tua, dan Guru

Pubertas, Segala yang Perlu Dipahami oleh Remaja, Orang Tua, dan Guru

5 April 2026

...

Masuk Sekolah Setelah Libur Panjang, Orang Tua Bisa Lakukan Ini Agar Anak Siap Adaptasi

Masuk Sekolah Setelah Libur Panjang, Orang Tua Bisa Lakukan Ini Agar Anak Siap Adaptasi

29 Maret 2026

...

Kuliah Umum Dies Natalies ke-15 Tanri Abeng University Menghadirkan Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia

Kuliah Umum Dies Natalies ke-15 Tanri Abeng University Menghadirkan Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia

5 Maret 2026

...

Negara-negara yang Menggunakan Bahasa Prancis di Eropa, Amerika, dan Afrika

Negara-negara yang Menggunakan Bahasa Prancis di Eropa, Amerika, dan Afrika

10 Februari 2026

...

Load More
Next Post
Bursa Ketua Umum PBNU Diikuti 5 Tokoh Ini

Bursa Ketua Umum PBNU Diikuti 5 Tokoh Ini

Bareng Hari Pahlawan, Acara Mlaku-mlaku Tunjungan Akan Digelar

Bareng Hari Pahlawan, Acara Mlaku-mlaku Tunjungan Akan Digelar

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video