• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini

Diskusi Publik PPPI: Mengkritisi Dampak Investasi China untuk Indonesia

by Ave Rosa
3 November 2021 | 21:02 WIB
in Nasional & Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Diskusi Publik PPPI: Mengkritisi Dampak Investasi China untuk Indonesia

Paramadina Public Policy Institute (PPPI) menyelenggarakan diskusi public dengan tema “Dampak Investasi China untuk Indonesia: Produktif atau Korosif?” secara daring, Selasa (2/11/2021). Foto istimewa

Avesiar – Jakarta

Paramadina Public Policy Institute (PPPI) menyelenggarakan diskusi public dengan tema “Dampak Investasi China untuk Indonesia: Produktif atau Korosif?” secara daring, Selasa (2/11/2021).

Dalam diskusi tersebut Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini  membahas bahwa sejak  ditandanganinya CAFTA, maka masuknya produk-produk Cina ke Indonesia terjadi secara masif.  Fenomena baru ekonomi Indonesia dibanjiri produk China secara masif tanpa proteksi memadai.

Didik mengungkapkan bahwa dibanding dengan China, hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang sangat berbeda.

“Memang lebih rumit karena mereka teliti, sehingga negosiasi investasi dan kerja sama lebih lama. Tetapi setelah berjalan menjadi mudah dan lancar. Dengan China kerja sama ekonomi bisa terjadi dengan mudah, tetapi ketika berjalan banyak masalah dan bahkan sulit untuk keluar,” ujar Didik dalam siaran pers yang dikirim ke avesiar.com.

Didik menyatakan bahwa hasil hubungan ekonomi Indonesia dan Cina adalah perdagangan dengan defisit besar dan  perekonomian Indonesia begitu berat.

“Hubungan perekonomian yang terjadi berhubungan dengan ekonomi-politik yang mempunyai dampak menggerus politik bebas aktif Indonesia. Bahkan Indonesia seolah telah menjadi sub-ordinasi China. Kapal China yang masuk perairan Indonesia dihalau dengan sekenanya saja,” beber Didik.

Masih menurut Didik bahwa kecenderungan politik ekonomi yang miring ke China menjadi pertanyaan besar. Singapura saja, lanjutnya, telah mengkaji pengaruh kekuatan dua kutub ekonomi antara China dan Amerika Serikat yang hasilnya lebih terpelihara dan safe hubungan dengan Amerika Serikat yang dominan ketimbang dengan China.  

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Direktur Eksekutif CORE Indonesia M. Faisal mengatakan bahwa defisit perdagangan China-Indonesia semakin lebar dalam 7 tahun terakhir, di mana pertumbuhan impor Indonesia dari China jauh melebihi pertumbuhan ekspor Indonesia ke China.

Peningkatan drastis investasi China terjadi sejak tahun 2016 dengan lonjakan investasi menjadi 4,8 Miliar USD atau terbesar kedua setelah Singapura. Hubungan ekonomi menjadi lebih masif sejak adanya progam Belt and Road Initiative (BRI) China tahun 2013, di mana Indonesia masuk sejak tahun 2015.  

“Di antaranya adalah proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung kerja sama China Railways International co.Ltd. dan PT Pilar Sinergo BUMN. Namun kemudian cost menjadi bengkak dari  86,5 triliun menjadi Rp 114,24 triliun. Pemerintah menyuntik dana segar 286,7 juta USD (Rp 4 triliun pada APBN 2022) untuk menanggung pembengkakan biaya, “ katanya.

M. Faisal juga menyatakan perlunya Indonesia mengkritisi kembali kerja sama investasi dengan China karena dari segi tata niaga terdapat indikasi kerugian yang ditanggung negara dari sisi penerimaan pajak dan non pajak/royalty.

Faisal Basri,  Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan bahwa dalam ranking dunia negara tujuan investasi, Indonesia berada pada urutan ke-26 dari seluruh investasi China di seluruh dunia (data economist intelligent unit).

“Nomor 1 FDI adalah di Singapura. Dari negara tersebut pada 2016 perusahaan-perusahaan China secara drastis menanamkan investasi di Indonesia ketika semua fasilitas dan kemudahan diberikan.“ katanya.  

Faisal mengatakan perlunya mengevaluasi kembali ihwal pekerja dari China yang selalu dibawa oleh investor China tanpa memperhatikan kepentingan banyak warga lokal Indonesia yang membutuhkan pekerjaan.

“Indonesia harus menegosiasi ulang soal pekerja dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional rakyat Indonesia. Amat berbahaya jika suatu negara dikuasai secara total oleh oligarki, bahkan dikabarkan perusahaan China di luar negeri sampai mendesign kudeta suatu negara bekerja sama dengan aktor-aktor local,” ujar Faisal.  

“Meskipun demikian, sebenarnya China akan patuh jika suatu negara menegakkan rule of law secara konsisten. Karenanya, amat disayangkan jika Indonesia malah mengumbar segala fasilitas kepada investor luar negeri dengan tidak proporsional,” lanjut dia.

“Yang diragukan bukan kualitas Kereta Api China, tetapi soal kualitas investasi sekarang, apakah tetap kondusif ataukah telah menjadi korosif. Apalagi dengan bengkaknya biaya dan ketidakjelasan perhitungan investasi kembalinya modal,” kata Faisal menanggapi tentang proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Managing Director PPPI A. Khoirul Umam pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa meskipun investasi China berada di urutan ketiga setelah Singapura dan Hongkong menurut data BKPM, namun besar kemungkinan China berada di posisi pertama. “Sebab, Singapura dan  Hongkong hanyalah transit dan pintu masuk modal-modal dari China untuk masuk ke Indonesia,” terangnya.

Umam juga menyoroti sejumlah investasi China yang cenderung memanfaatkan celah kelemahan tata kelola pemerintahan negara-negara penerima investasi, sehingga sering berimbas pada perubahan master plan, perubahan harga dan alokasi anggaran, hingga perubahan tenggat waktu pengerjaan.

“Hal ini banyak dimanfaatkan oleh kekuatan oligarki yang mencari keuntungan dari ketidakpastian karakter investasi seperti itu,” tambahnya. 

Masih menurut Umam, pemerintah harus benar-benar mengevaluasi transparansi dan akuntabilitas dari setiap pengerjaan proyek investasi bersama China.

“Sebab, jika investasi dijalankan secara serampangan, tidak berdasarkan perencanaan yang matang, terus berubah-ubah, dan memunculkan pembengkakan biaya yang tidak terduga, maka rakyat dan negara akan dirugikan,” jelas dia. (sen)

Tags: Didik J. RachbiniDiskusi Publik PPPIFaisal Basri INDEFMengkritisi Dampak Investasi China untuk Indonesia
ShareTweetSendShare
Previous Post

Terganggu dengan Kecemasan Lingkungan? Ini Terapi yang Bisa Membantu Anda

Next Post

JK dan Megawati Doakan SBY Dapat Perawatan Terbaik untuk Kesembuhannya

Mungkin Anda Juga Suka :

Menyikapi Sound Horeg, Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025

Menyikapi Sound Horeg, Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025

11 September 2026

...

Bandara Alternatif Disiapkan Usai Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Menyikapi Anak Krakatau

Bandara Alternatif Disiapkan Usai Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Menyikapi Anak Krakatau

7 September 2026

...

Isi Surat Edaran Kemkomdigi Sebagai Pedoman Operator Seluler Laksanakan Putusan MK Soal Kuota

Isi Surat Edaran Kemkomdigi Sebagai Pedoman Operator Seluler Laksanakan Putusan MK Soal Kuota

6 September 2026

...

Soal Video Kasus Pejompongan, Tidak Ada Permintaan Takedown dari Kemkomdigi

Soal Video Kasus Pejompongan, Tidak Ada Permintaan Takedown dari Kemkomdigi

2 September 2026

...

Israel Mempersulit Sekolah Kristen, Buntutnya Semua Sekolah Tutup Memprotes Israel yang Menolak Memperbarui Izin Gurunya

Israel Mempersulit Sekolah Kristen, Buntutnya Semua Sekolah Tutup Memprotes Israel yang Menolak Memperbarui Izin Gurunya

1 September 2026

...

Load More
Next Post
JK dan Megawati Doakan SBY Dapat Perawatan Terbaik untuk Kesembuhannya

JK dan Megawati Doakan SBY Dapat Perawatan Terbaik untuk Kesembuhannya

Aqiqah untuk Menebus Tergadainya Bayi, Dalil, Hukum, dan Tata Cara

Aqiqah untuk Menebus Tergadainya Bayi, Dalil, Hukum, dan Tata Cara

Discussion about this post

TERKINI

Serangan Drone di Dekat Mekkah Mendapat Kecaman Pakistan, Houthi Yaman Bantah Menyerang

16 September 2026

Guru Besar USU Mendorong Model Korporasi Petani Sawit untuk Memperkuat Posisi Tawar Petani

15 September 2026

Penjelasan Fiqih Soal Sah dan Tidaknya Kata-kata Ungkapan Cerai atau Talak

15 September 2026

Turki Razia Besar-besaran anti-LGBT dan Menangkap Puluhan Anggota  Demi Kebaikan Negara

14 September 2026

Presiden Prabowo Angkat Spirit Bandung ke KTT BRICS,  Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

13 September 2026

Negara Pecahan Somalia Menawarkan 2.000 Tentara untuk Pasukan Stabilisasi Gaza Sebagai Sekutu Israel

12 September 2026

Menyikapi Sound Horeg, Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025

11 September 2026

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

10 September 2026

Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX, Presiden Prabowo Minta Karir Atlet dan Pelatih Diperhatikan

9 September 2026

Jelang Pemilu November, Diduga Hanya 40 Persen yang Menilai Trump Sedang “Menguras Rawa”

9 September 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video