Avesiar – Jakarta
Oleh: Indah Hanifah Hanif, Pengurus Muslimat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (MDDII) Jawa Timur
Islam sebagai agama rahmatan lil’aalamiin yang sangat menjunjung tinggi kedudukan perempuan dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap Muslim. Maka sebagai perempuan tentunya patut meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita, dengan datangnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Salah satu yang diperjuangkan terkait dengan kedudukan perempuan dalam Islam yang telah ditempatkan sebagai pasangan bagi laki-laki dalam melaksanakan fungsi hidup sebagai hamba maupun sebagai khalifatullah di muka bumi
Dalam Al Qur’an surat an Nisa’ (4): 1
يايها الناس اتقوا ربكم الذي حلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء، واتقوا لله الذي تساءلون به والأرحام، إن الله كان بكم رقيبا (النساء(4): 1)
“Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
Dalam ayat di atas, dalam penciptaan manusia ada laki-laki dan perempuan. Perempuan/wanita memiliki fitrah atau peran yang terbagi menjadi 3:
I. Sebagai putri/anak,
II. Sebagai istri,
III. Sebagai ibu.
Masing-masing dari fitrah tersebut memiliki perannya sendiri-sendiri. Dari peran-peran tersebut ada peran yang sangat istimewa yaitu peran sebagai seorang ibu.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia “Ibu” adalah perempuan/wanita yang melahirkan seorang anak, dan sebutan perempuan yang sudah bersuami.
Di dalam Al Qur’an dijelaskan kata “Ibu” sebagai (Ummi/ام).
Selain itu ibu juga mempunyai makna sebagai “ibuisme/motherhood yang biasanya diartikan sebagai anggapan bahwa kodrat dan kewajiban perempuan ialah sebagai ibu, yang menangani pekerjaan rumah tangga, mengasuh dan mengurus anak dan anggota keluarga lainnya. Peran yang demikian lazim disebut sebagai peran domestik.
Islam memandang dan memberikan posisi bagi perempuan pada tempat yang mulia dan terhormat. Posisi tersebut diduduki oleh seorang “Ibu”.
Seorang ibu sangatlah penting dalam kehidupan terlebih dalam urusan rumah tangga. Di tangan seorang ibu, setiap individu dibesarkan dengan kasih sayang yang tak terhingga. Ibu dengan taruhan jiwa raga, telah memperjuangkan kehidupan anak-anaknya, sejak masih dalam rahim, lahir, hingga menjadi dewasa.
Dalam Al Qur’an ditegaskan, untuk memerintahkan bahwa setiap individu menghayati dan mengapresiasi jasa-jasa seorang ibu dengan berbuat kebaikan kepadanya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
ووصينا الإنسان بوالديه حملته امه وهنا على وهن وفصاله في عامين أن اشكرلي ولوالديك، إلي المصير. (لقمان(31): 14)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia 2tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang-tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman (31):14)
Melalui ayat tersebut, Al Qur’an memberikan penjelasan betapa besar perjuangan perempuan ketika menjadi seorang ibu.
Kedudukan perempuan ketika menjadi seorang ibu memiliki 3 tingkatan lebih tinggi dibandingkan seorang ayah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 4621 atau no. 2546 (versi syarah Muslim)
“Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin thoriif Atsaqafi dan Zubair bib Harb, keduanya berkata: “Telah menceritakan kepada kami Jariir bin Umaaroh bin Al Qo’qo’ dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu dia bertanya: “Siapakah orang yang paling berhak atas kebaktianku?” jawab Rasulullaah SAW.: “IBUMU”, dia bertanya lagi: “kemudian siapa?” Beliau menjawab: “IBUMU”. Dia bertanya lagi: “kemudian siapa?” Beliau menjawab: “IBUMU”, dia bertanya lagi: “kemudian siapa?” dijawab “BAPAKMU”.” (Hadits)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menggariskan sesuatu yang istimewa bagi kaum perempuan, telah memberikan kepada mereka sisi emosional dan perasaan yang lebih dibandingkan dengan sisi rasionalitasnya.
Tugas ibu yang utama sebagai pengasuh anak memberikan ruang baru dan peran ganda baginya. Seorang ibu memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak-anaknya. Peran ibu setidaknya meliputi pengasuhan anak, menjaga kesehatannya, dan mendidiknya agar mereka tumbuh serta berkembang dengan baik secara fisik dan mental.
Hal ini pula dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (QS. AlBaqarah(2): 233):
والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين لمن أراد أن يتم الرضاعة، وعلى المولود له رزقهن وكسوتهن بالمعروف، لا تكلف نفس إلا وسعها، لا تضار والدة بولدها ولا مولود له بولده وعلى الوارث مثل ذالك، فإن أراد فصالا عن تراض منهما وتشاور ولا جناح عليهما، وإن أردتم أن تسترضعوا اولادكم ولا جناح عليكم إذا سلتم ما أتيتم بالمعروف، واتقوا الله واعلموا أن الله بما تعملون بصير (البقرة:233)
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. (2): 233)
Perhatian dan kasih sayang ibu juga sangat penting untuk menjaga kebahagiaan anak-anaknya. Ibu yang memiliki waktu yang banyak untuk anak-anaknya akan dapat dengan mudah mengontrol aktifitas anak dan menyelesaikan dengan cepat berbagai persoalan yang dialami anak-anaknya.

Di atas telah diuraikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki seorang ibu. Ibu adalah manusia luar biasa, manusia super yang bisa melakukan apa saja dengan baik. Ibu adalah sosok hebat di dalam keluarga/rumah tangga yang bisa menjadi apa saja.
Peran ibu di dalam keluarga sangatlah besar, ia dapat mengayomi, mendidik, dan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Bahkan ibu juga bisa menjadi seseorang yang menjembatani komunikasi dalam keluarga. Misalnya komunikasi antara ayah dan anaknya. Ibu memiliki peran yang sangat besar, misalnya:
1. Ibu bisa menjadi MENEJER untuk mengatur urusan rumah tangga. Sebuah keluarga tentu membutuhkan seseorang yang dapat mengatur segala kebutuhan rumah tangga. Jika ayah memiliki peran sebagai pencari nafkah, ibu bertugas mengelola keuangan keluarga. Dengan kata lain, ibu bisa menjadi menejer yang handal untuk mengatur segala kebutuhan anak-anak, suami, maupun dirinya sendiri.
2. GURU yang mendidik anak-anaknya. Ibu bisa menjadi guru yang trampil dalam mendidik anak-anaknya. Bukan sekedar mengajarkan materi pelajaran di sekolah saja, ibu juga berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Ibu juga dapat menjadi guru yang dapat mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya, atau hal-hal buruk yang harus dihindari. Ada istilah yang umum di masyarakat ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya.
3. KOKI. Ibu bisa juga menjadi koki yang handal bagi keluarga. Ibu bisa menyiapkan sarapan lengkap di pagi hari sampai memasak makan malam yang bergizi untuk keluarganya. Memikirkan menu setiap hari ternyata tidak mudah. Ibu merupakan koki terbaik, yang berusaha menyajikan makanan enak dan bergizi tetapi juga variatif agar keluarganya tidak bosan saat menyantap masakannya.
4. PERAWAT SEKALIGUS DOKTER. Ketika ada anggota keluarga ada yang sakit, ibu bisa menjadi perawat bagi keluarganya. Ibu juga mampu memilihkan obat terbaik atau membuat obat atau ramuan-ramuan tradisional sendiri. Jadi boleh dibilang ibu dalam keluarga bisa menjadi perawat sekaligus menjadi dokter.
5. MOTIVATOR. Bukan hanya sekedar menyiapkan minuman dan makanan ketika sedang bersantai, ibu juga bisa menjadi motivator terbaik yang menyemangati anggota keluarganya. Ia juga bisa menjadi supporter setia dalam mewujudkan impian. Ketika ada salah satu keluarga yang menyerah, ibu adalah orang yang pertama membangkitkan semangat dan memotivasi keluarganya agar tidak gampang menyerah.
Masih banyak lagi peran-peran seorang ibu dalam sebuah rumah tangga/keluarga. Ibu memang merupakan sosok yang hebat untuk melengkapi peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Maa syaa Allah, Wallahu Akbar, Wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Wallaahu a’lamu bish-shawaab.












Discussion about this post