• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini Opini

Mengapa Andika – Hendrar Kalah di Kandang Banteng?

by Ave Rosa
1 Desember 2024 | 10:26 WIB
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Mengapa Andika – Hendrar Kalah di Kandang Banteng?

Kolase foto: Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Mengapa Andika – Hendrar Kalah di Kandang Banteng?

Oleh: Muhamad Rosit, Dosen Komunikasi Politik Universitas Pancasila

Pemilihan kepala daerah selalu menjadi arena pertarungan politik yang menarik. Dari sekian Pilkada, salah satu kontestasi yang cukup menarik untuk dicermati yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur Jawa Tengah 2024.

Menurut hasil hitung cepat (quick count) Indikator Politik, pada 27 November 2024, pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maimoen unggul dengan 58,31 persen suara, mengalahkan pasangan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi yang meraih 41,69 persen suara.

Sementara hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia merilis pasangan Ahmad Lutfi – Taj Yasin, unggul 59,38 persen dan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi meraih 40,62 persen, rilis hitung cepat dari kedua Lembaga survey itu semakin mengaskan bahwa Ahmad Lutfi – Taj Yasin memenangkan Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah versi quick count, sementara pengumuman resmi oleh KPU akan diselenggarakan pada 15 Desember 2024.

Ada dua faktor penting untuk membaca kekalahan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi pada kontestasi di Jawa Tengah. Pertama, turunnya mantan presiden yang juga tim sukses Jokowi secara langsung dalam kampanye memberikan pengaruh besar terhadap dinamika pemilu di Jawa Tengah.

Kedua, Taj Yasin, yang merupakan putra ulama besar KH Maimoen Zubair, memiliki jaringan kuat di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar, terutama di Jawa Tengah.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Melalui pendekatan berbasis cultural seperti kegiatan keagamaan dan penguatan hubungan dengan tokoh-tokoh kunci NU, Taj Yasin berhasil mengonsolidasikan suara di kantong-kantong Nahdliyin. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai kandidat, tetapi juga menciptakan narasi kuat bahwa pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin adalah representasi aspirasi keagamaan dan sosial masyarakat Jawa Tengah.

Sebaliknya, Andika Perkasa, dengan latar belakang militernya, kurang mampu menjangkau pendekatan berbasis cultural ini, sehingga kehilangan suara signifikan di wilayah-wilayah yang menjadi basis tradisional NU. Berbeda cerita jika pasangan Andika Perkasa adalah tokoh NU, tentu memiliki potensi bisa mengambil basis suara Nahdliyin.

Kalah di Kandang Banteng

Fenomena mengejutkan lainnya dalam Pilkada Jawa Tengah adalah jebolnya “kandang banteng,” istilah yang merujuk pada basis suara tradisional PDI-P. Sebagai partai besar dengan akar yang kuat di Jawa Tengah, PDI-P biasanya mendominasi pemilu di wilayah ini. Puluhan tahun lamanya Jawa Tengah merupakan basis elektoral PDI Perjuangan. Setiap kandidat yang diusung di daerah ini bisa dipastikan 99 persen akan meraih kemenangan. Ganjar Pranowo – Taj Yasin misalnya, dua periode bisa memenangkan dengan mudah dalam kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah.

Situasi ini berbeda saat Pilpres 2024, pasangan Prabowo – Gibran mampu mendobrak elektoral di Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan Pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024, pasangan Ahmad Lutf i- Taj Yasin.

Lemahnya ikatan Partai dan Kuatnya Magnet Figur

Sistem party identification (party ID) di Indonesia tergolong lemah dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki tradisi demokrasi mapan. Dalam konteks ini, party ID merujuk pada keterikatan emosional atau loyalitas jangka panjang seorang individu terhadap partai politik tertentu.

Lemahnya party ID ini memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas demokrasi Indonesia. Pemilih yang kurang terikat pada partai membuat dinamika politik lebih cair, tetapi juga meningkatkan ketergantungan pada figur dan memunculkan risiko populisme. Ke depan, tantangan bagi partai politik di Indonesia adalah membangun identitas yang kuat dan mengedukasi pemilih agar loyalitas politik tidak hanya berbasis pada figur, tetapi juga pada nilai dan program kerja.

Melalui kontestasi Pilkada Serentak 2024, fenomena semakin kuatnya peran figure dibandingkan partai politik kembali menjadi sorotan. Dalam banyak kasus, kemenangan pasangan kandidat lebih ditentukan oleh kekuatan personal atau dukungan dari figure besar yang memiliki pengaruh di tingkat nasional maupun lokal. Hal  ini semakin mempertegas melemahnya peran partai politik dalam kontestasi demokrasi di Indonesia.

Figur kandidat yang kuat, baik dalam hal popularitas, rekam jejak, maupun kedekatan dengan masyarakat, menjadi factor utama yang menentukan keberhasilan. Pemilih seringkali memandang kandidat sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk memimpin, terlepas dari platform politik atau partai yang mendukungnya. Hal ini terlihat dalam berbagai Pilkada sebelumnya, di mana calon dengan basis figure kuat cenderung memiliki daya tarik elektoral yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandidat yang hanya mengandalkan jaringan partai.

Selain itu, dukungan dari figure besar seperti tokoh nasional, ketua partai, atau pejabat senior juga menjadi elemen kunci. Dukungan ini tidak hanya memperkuat legitimasi kandidat, tetapi juga memobilisasi sumber daya politik dan jaringan sosial yang luas. Misalnya, keterlibatan tokoh populer seperti presiden yang juga menjabat sebagai ketua umum partai, menteri, atau kepala daerah yang sudah sukses dapat memberikan efek elektoral yang signifikan bagi kandidat yang didukung. (*)

Tags: Andika – HendrarHitung CepatKPUPDI-PPilkada JatengQuick Count
ShareTweetSendShare
Previous Post

Amazon Diboikot Akibat Berhubungan dengan Perusahaan Israel

Next Post

Musim Ujian Nih, Dag Dig Dug Belajar Dikebut

Mungkin Anda Juga Suka :

Boleh dan Tidaknya Demonstrasi Kepada Penguasa dalam Pandangan Islam

Boleh dan Tidaknya Demonstrasi Kepada Penguasa dalam Pandangan Islam

29 Agustus 2025

...

Kemenangan Trump dan Faktor Penyebab Kekalahan Kamala Harris

Kemenangan Trump dan Faktor Penyebab Kekalahan Kamala Harris

9 November 2024

...

Perlunya Capres-Cawapres Mengelola Corporate Communications Menuju Pilpres

Perlunya Capres-Cawapres Mengelola Corporate Communications Menuju Pilpres

7 Desember 2023

...

Menuju Perguruan Tinggi yang Lebih Adaptif Berbasis Enterprise Architecture

Menuju Perguruan Tinggi yang Lebih Adaptif Berbasis Enterprise Architecture

11 Agustus 2023

...

Individualisme dalam Lingkungan Digital: Antara Kebebasan dan Penyalahgunaan

Individualisme dalam Lingkungan Digital: Antara Kebebasan dan Penyalahgunaan

17 Juni 2023

...

Load More
Next Post
Musim Ujian Nih, Dag Dig Dug Belajar Dikebut

Musim Ujian Nih, Dag Dig Dug Belajar Dikebut

Healing Generasi Z: Antara Keuntungan dan Tantangan

Healing Generasi Z: Antara Keuntungan dan Tantangan

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video